Happy Reading
.
.
.
.
.
.
.
Sehun terlihat merapikan meja kerja yang penuh dengan berkas-berkas itu dengan semangat. Tangannya dengan cekatan menata map-map itu menjadi satu tumpuk.
CEKLEEK
Suara deritan pintu terbuka membuat Sehun menghentikan kegiatannya lalu beralih menatap kearah pintunya. Disana, ada Jongdae dan Jennie yang masuk bersamaan.
"Kau mau kemana?" tanya Jongdae
"Ahh aku akan bertemu dengan seseorang, hyung" jawab Sehun lalu kembali merapikan mejanya.
"Seseorang? Siapa?" tanya Jennie penasaran.
Sehun selesai menata mejanya, pria itu mengambil jas yang tersampir pada kursi kerjanya lalu menentengnya di tangan kanannya.
"Tanyakan saja pada Jongdae Hyung" ujar Sehun. "Aku pergi" lanjutnya memberikan senyum pada Jennie.
Jongdae dan Jennie menatap punggung Sehun yang mulai menghilang dibalik pintu.
"Siapa seseorang yang akan ditemui Sehun Oppa?" tanya Jennie menatap lurus ke depan.
"Eh?" bingung Jongdae, sejujurnya pria itu tidak tau tapi jika dilihat dari gelagat Sehun, maka seseorang itu adalah...
"Park Jiyeon?" tebak Jennie dengan suara datarnya. Jongdae menoleh, menatap wajah adiknya yang tengah menampilkan wajah datarnya itu.
"Mungkin" jawabnya. "Ayo kita pulang"ajak Jongdae hendak menarik tangan Jennie namun segera di tepis oleh gadis itu.
"Jen??" panggil Jongdae. Gadis itu melirik sekilas kearah kakaknya. Tanpa mengatakan apapun, Jennie segera meninggalkan ruang kerja Sehun. Menyisakan Jongdae yang menatapnya sendu.
***
Pria bersetelan jas berwarna biru navy yang tak lain adalah Sehun itu memasuki sebuah toko bunga.
"Selamat datang tuan, ada yang bisa kami bantu?" seorang pelayan menghampiri Sehun.
"Ne? Ah aku ingin mencari bunga untuk seseorang" balas Sehun.
"Untuk kekasih anda?" tanya pelayan itu dan Sehun hanya tersenyum.
"Apa ada pesan yang ingin anda sampaikan pada kekasih anda tuan?" tanya pelayan itu.
Sehun terdiam tampak berpikir. "Hmm... Aku hanya ingin dia tau bahwa aku sangat mencintainya" jawab Sehun.
Pelayan itu tersenyum. "Baiklah. Saya akan memberikan bunga terbaik untuk anda. Smentara itu, silahkan melihat-lihat bunga lainnya. Saya akan merancangkannya untuk anda terlebih dahulu"
"Ne". Pelayan itu pun meninggalkan Sehun sendiri di antara banyaknya bunga. Pria itu melangkahkan kakinya pelan, sesekali membaca jenis bunga yang memang tersedia di toko itu. Mencoba menghirup aroma Wangi bunga alami yang menguar dari bunga-bunga segar disana.
10 menit kemudian, pelayan itu datang dengan membawa sebuah buket bunga dengan ukuran besar.
"Tuan?" Sehun segera menoleh saat pelayan itu memanggil dirinya.
"Eoh? Tulip?" tebak Sehun saat melihat bunga yang ada di pelayan itu.
"Ye, ini adalah bunga tulip merah, tuan. Bunga tulip merah ini melambangkan sebuah cinta yang sangat dalam. Dan sangat cocok untuk mengungkapkan isi hati pada seseorang yang dicintai. Bisa dikatakan bahwa bunga tulip merah ini merupakan simbol kasih yang sempurna untuk seseorang kepada pasangannya" jelas pelayan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Trust Me! (COMPLETED)
FanfictionTentang Jiyeon yang tidak percaya dengan apa yang mereka sebut dengan "Cinta". Menurut Jiyeon, "Cinta" adalah sepenggal kata yang membuat orang lain tampak bodoh juga lemah. Jika "Cinta" menurut sebagian orang adalah kebahagian. Maka, menurut Jiyeon...
