13 - Even If it's Not Necessary

1.7K 264 65
                                        

Original Story © Keyralaws

Chapter 13
[Even if its not Necessary]

Seohyun menundukkan kepalanya dalam-dalam karena kepalanya pusing akibat kalimat-kalimat Kyuhyun kemarin yang terasa mengganggu dalam pikirannya sampai sekarang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seohyun menundukkan kepalanya dalam-dalam karena kepalanya pusing akibat kalimat-kalimat Kyuhyun kemarin yang terasa mengganggu dalam pikirannya sampai sekarang. Matanya menatap tanpa minat ke arah sepatunya di bawah meja, tidak tahu harus melakukan apa selain berdiam diri di kelas pagi itu.

Seohyun dengan sengaja berangkat sangat pagi hari itu, berharap agar ia tidak menemui Kyuhyun dimanapun. Ia hanya berharap agar semuanya bisa berjalan sama seperti keinginannya. Dan sampai saat ini, ia masih berhasil melakukannya.

Kalimat-kalimat Kyuhyun rasanya sangat mengganggu pikirannya sampai rasanya Seohyun tidak bisa melepas ingatan itu. Ia hanya belum mengerti apa sebenarnya tujuan dari kalimat Kyuhyun.

Ya, Seohyun hanya tidak tahu alasan mengapa Kyuhyun mengatakan nya.

"Miss Seohyun." suara khas miliki Dara masuk dengan jelas ke dalam telinga Seohyun, membuat gadis itu langsung menegak dan mendapati Dara tengah berdiri dengan angkuhnya di sisi meja yang tidak jauh dari mejanya.

Sejauh yang Seohyun ingat, ia sudah tidak pernah lagi berurusan dengan Dara serta kroninya yang menyebalkan itu. Mungkin tepatnya sejak Siren masuk ke dalam kehidupan sekolahnya. Jadi ketika Dara memanggil namanya begitu angkuh ketika kelas masih sepi seperti ini, ia tahu gadis itu tidak sedang mempermainkan nya.

"Aku memiliki urusan denganmu." dan sayangnya, Seohyun tidak merasa memiliki urusan itu dengan Dara. Tentu saja apapun alasannya.

"Minyoung–ah, bawa dia."

Tubuh Seohyun di seret paksa oleh Minyoung dengan keras dan membuat Seohyun meringis tertahan saking terkejutnya dengan tarikan tiba-tiba itu.

Sejak dulu yang selalu Seohyun benci adalah Dara, kemudian kroni-kroninya yang sama gilanya. Seohyun benci ketika ia mendapat perlakuan buruk dan ia tidak bisa membalas hal yang sama sedikitpun padahal mereka memiliki kekuatan yang sama untuk melakukannya. Seohyun juga benci harus terus bersandiwara di balik kacamata bodohnya dan skenario Jonghyun serta ayahnya yang bahkan ia tidak pernah tahu alasannya.

"Akh—" Seohyun meringis ketika tubuhnya menyentuh tanah halaman belakang sekolah yang cukup gersang, menimbulkan gurat gurat luka yang memerah di kulit tangannya.

"Hei, Seo Joo Hyun! Kau pikir kau siapa, hah?" Ketika Dara berkata demikian, Seohyun tidak mengerti bagian mana yang di maksud gadis itu.

Dara memajukan langkahnya dengan pelan sembari bersedekap, menatap tajam Seohyun yang tengah terduduk dengan baju yang kotor.

FakeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang