Chapter 44 : So Confusing

69 2 0
                                    

Author's note:

Yang di sini pembaca setia mana ya?

WARNING! DI CHAPTER INI BERLAKU PG13! Disarankan dengan bijak menanggapinya.

------------------------------------

Author's PoV:

Ketika Mersie berjalan keluar dari gerbang sekolah, ia terkejut menemui Grant Peffery, sang mantan ketua OSIS periode lama yang sedang menaiki skateboard.  Kebetulan, lelaki ini juga melihat Mersie baru keluar dari bangunan sekolah. Ia memutuskan untuk menghampirinya dengan menjalani skateboard-nya dan berhenti tepat di sebelah gadis itu.  

Ia menyapa perempuan tersebut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ia menyapa perempuan tersebut.

"Mersie, hei!" 

Mersie melihat ke arahnya dan memancarkan senyuman, "Oh, hey you too, Grant." 

"Gue kira lu udah pulang dari tadi. Ternyata, lu pulang terlambat juga. Ngapain aja emang?"

"Gue habis kerjain tugas sekolah. Kalau lu sendiri?" ia bertanya balik kepada Grant.

"Kalau gue mah jelas-jelas dari studio foto," ia balas tersenyum.

"Lu anak klub fotografi?" lelaki itu memberikan anggukan pada pertanyaan Mersie yang membuat cewek ini terkejut mengetahuinya, sehingga ia spontan memuji cowok tersebut dengan ucapan 'Keren!'

"Thanks,"  jawab Grant dengan tertawa sekilas, "Why don't we walk together? I mean, I can walk you home if you don't mind."

"Nice idea,"  Mersie tersenyum menerima tawaran Grant dengan senang hati.

"Great."

***

Mersie PoV:

Grant menemaniku selama perjalanan balik menuju ke rumah. Kami tertawa bersama mengingat kembali beberapa momen lucu yang pernah terjadi di sekolah. Setelah itu, kami berbincang-bincang mengenai hal apapun yang muncul di pikiran kami.   

"Lu udah dari umur berapa mulai belajar skateboarding?"  tanyaku penasaran.

"Woah, I'm surprised you're asking me this,"  ia melontarkan candaannya tersebut dan tersenyum, "Dari umur 10 tahun. Waktu itu di ulang tahun ke-10, gue dikasih hadiah skateboard  sama mama gue. Dia tahu kalau gue suka banget lihat banyak remaja bermain alat ini di taman."

"Itu namanya lu terinspirasi dari mereka," Grant mengangguk sambil tersenyum atas pernyataanku.

"Gue udah berkali-kali ganti skateboard,  karena gue sering belajar trik-trik mainnya. Awalnya, gue benar-benar kaku main nih alat dan sering jatuh pula, tapi akhirnya, gue bisa juga dari banyak berlatih. Hadiah pertama dari mama gue gak sia-sia."

Unknowingly Beloved Unbeloveds / UBU (TBS fanfic) [REWRITE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang