(TUJUH)

2K 128 1
                                        

Keesokan harinya val sudah berada di taman yang berada di blakang ruman reward. Ia kagum melihat banyaknya tanaman obat di sana.

"Pagi val" sapa seorang.

Val tersenyum. "Pagi mr wilson" balasnya.

"Mr apa aku boleh tau siapa yang menanam obat di sini?" tanya val.

Reward tersenyum. "An yang menanamnya, ya dengan bantuan mereka" jelas reward sambil menunjuk nix, cila dan ren.

Val hanya ber oh ria, ai menengok kekanan dan ke kiri. "Mana an?" tanyanya

Reward menatap sekitar, "Oh gadis itu sedang pergi ke air te-"

"PAMAN AN PULANG" seru seorang gadis.

Reward tersenyu. "Tuh uda pulang" sambungnya.

Tak lama an muncul dengan bola bola biru yang melayang di blakangnya. Val mengamati bola itu. Bubles?

"Apa yang kau dapat?" tanya reward.

An tersenyum. "Paman aku bertemu Rany peri di sana dan dia meminta paman untuk datang" jawab an.

Reward menatapnya bingung. "Ada apa ya?" gumamnya.

"Ere, vio" pangil an agak keras.

Val menatap bingung, dan 2 peri api dan es muncul.

"Hai An apa kabarmu?" sapa peri es yang bernama vio

An tersenyum "Mana ere?" tanya an.

"Hoam... ada apa?" tanya peri api bernama ere.

An tersenyum. "Ere, vio bisa antar obat ini ke xena?" tanya an sambil mengarahkan 2 bola yang melayang di blakangnya.

Mereka tersenyum. "Baik! An" jawab 2 peri itu lalu pergi.

An melirik val yang sedang melihat tanaman obat.
Ia melirik pamannya.

"Wings!" seru an dan sayap hitam muncul, an langsung melesat ke angkasa dan mengambil udara murni dan ia turun lagi.

A-apa itu wi-wings?. batin val dan yang lain heran

Saat turun ia melihat semua yang ada di sana menatapnya tak percaya.

"Bagaimana bisa?" tanya reward.

An terkekeh. "Aku sudah bisa mengendalikan ini dari umur 6 th paman tapi aku tak mau memakainya, ini O² murni" jelas an lalu menyerahkan botol Oksigen itu.

Ia menatap val dan berjalan kearahnya lalu membungkuk "Drak fair, Stevian Xavier Fransais, penyihir tingkat 2 senang bertemu denganmu tuan Valac" kata an sambil tersenyu.

Val diam, reward menatap tajam an dan berkata. "Ingat kau harus-

" merahasiakan. paman lagian aku tak akan kuat memakai ini, dan aku senang jika wings kecepatan 1000 km/jam ini jarang ku gunakan" jelas an.

"APA 1000 KM/JAM!" triak cila dan nix.

An hilang konsen dan sayapnya hilang dan ia terjatuh. "Hey!" triaknya kesal.

Val terkikik dan membantu an bediri. An menarik val dan berbisik "tugasmu selesai valac" seketika mata an berubah namun hanya sebentar matanya kembali menjadi coklat.

Val menatap an bingung. "Aku tidak tau apa yangku katakan jadi percuma kau bertanya" kata an.

"An ada yang rindu padamu" kata ren yang tiba tiba datang.

An berfikir "Ku tebak Zefar?" tebak an.

Ren mengangguk. "Dia bilang jangan lepas kendali karna wings-mu akan mengambil alih tubuhmu" bisik ren.

An tertawa
"Zefar zefar. Lupakan aku mau istirahat, dan sampai besok val" kata an lalu pergi

Val hanya tersenyum.

Keesokan harinya ketika valac dan an pergi.

An dan val berada di luar rumah setelah berpamitan ia langsung berangkat.

An membawa kalung yang pamanya berikan kalung berbentuk hati yang memiliki mahkota dan sayap berwarna silver. Ia juga bawa buku harian dan buku herbalis 2.

Sedangkan val ia tak membawa apapun.

"Val kau yakin? Jujur penampilan ku..."

"Aneh?" tanya val balik

Ya an memakai jubah bertudung berwarna htam yang melekat di tubuhnya begitu juga val.

An hanya memutar bolamatanya.
"Val jika mendaftarkanku hanya nama Stevian fransais saja ya" pinta an dan di balas senyuman.

"Kita gunakan teleportasi" putus val.

An menatapnya garang, karna terahir ia berteleport ia muntah.

Val mengayunkan katangannya dan cahaya biru muncul membentuk lingkaran.

"Masuk"

Merela bergandengan tangan dan masuk bersama

Tap.

"Uhg.... rasnya lambungku tertinggal" gerutu an yang hampir pingsan, tapi val menopangnya agar tidak jatuh.

Val terkekeh geli. "Sepertinya kau belum pernah mengunakan itu?" tanya val geli karna melihat an hampir

An menegakkan kepalanya, ia langsung kaget karna di depannya ada bangunan yang sangat besar, dan gerbang putih yang bertulis.

'Welcome to Akademy Magic power'

"Wow"

Hanya itu yang keluat dari mulut an. Val tersenyum, "mengagumi akademy hem?" tanya val.

An memutar bola matanya. "Jika sudah tau jangan tanya" jawab an kesal.

Val hanya terkikik dan mengajak an ke dalam, ya walau agak tertatih karna masih pusing.

"Kalau tau begini. Aku lebih baik terbang ketimbang mengunakan portal" gerutu an

"Sudah ayo ku antar ke ruang kepsek" ajak val sambil menarik tangan an

Saat masuk akademy Val dan menjadi bahan pembicaraan.

'Hy siapa yang di bawa penyihir val?'

'Ih caper!'

Caper apa itu?

Val melirik ke arah an, rasnya ia ingin tertawa terbahak bahak tapi ia urungkan karna an akan mengamuk,

Sesampainya di ruang kepsek val langsung masuk.

"Morning Mr. Alan" sapa val pada lelaki berambut hitam bernama Alan.

"Morning penyihir valac, ada apa? Dan siapa itu? Pelindung?" tanya Mr. Alan bertubi tubi

'Owc. Kepalaku pusing karna val' batin an kesal.

"Tidak dia keponakan wilson herbalis animals" jawab val.

Mr. Alan melihat an yang sedang kepusingan. "Siapa namu nona?" tanyanya.

"..." an tak menjawab kepalanya benar benar pusing.

Val menyenggol an hinga ia saadar. "Maaf mr. Aku agak pusing, namaku Stevian Fransais, herbalis animals" jawab an.

Val melotot "An kemampuan" bisik val

"Mr. Wings fairy, penerbang handal" sambung val dan menerima hadiah pukulan dari an.

Bung.

"Auh sakit an" ringis val.

"Huh rasanya aku ingin mencincang mu!" desis an tajam.

Tbc....
Jangan lupa tinggalkan jejak

Academy Magic Power.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang