Jam menunjukan jam satu siang.
Val dan Stev memulai misi rahasianya.
Mereka tiba di hutan kota Canditc dengan teleportasi. Val hanya diam saat Stev menjelaskan bagaimana berbaur dengan manusia dan mantra sihir yang mampu memanipulasi otak manusia agar tak tau mereka adalah penyihir.
Sampai mereka di tebing, Val merasa jeda vu di sana. Ia teringat saat ia kabur dari ular besar di Animals partner. Ia seperti merasakanya lagi.
Val menghelan nafas untuk kesekian kalinya "Kita berhenti di sini dan bermalam di sini. Ya.... jika kau butu penjelasan maka ku jelaskan, di sini ada lingkupan sihir. Katanya sih, dulu disini gerbang pertama yang menghubungkan Magic kingdom dan dunia manusia, Tapi gerbangnya hancur ratusan tahun yang lalu. Dan perlu kau ketahui, di sini banyak Arwa Arwa hewan suci milik kerajaan itu" jelas Stev
"Hewan Suci itu milik Princess Star. Aku juga punya tapi guruku perna bilang jika aku akan menemukannya saat waktunya tiba" ujar Val.
Stev memili duduk di bawah pohon dan menyandarkan punggungnya
"Aku lelah" gumam Stev.
Val menoleh melihat Stev yang duduk santai di sana. Val ikut duduk di samping gadis perkacamata itu "Hei kau kenapa? Apa kau punya masalah? Cerita saja"
Stev menghelan nafas "aku terasa seperti merindukan seorang. Tapi... aku tak tau siapa dia" ungkap Stev dengan suara yang menyiratkan kebingungan.
"Aku juga perna merasakan itu. Mau ku ceritakan?" Stev duduk menghadap Val. Ia terlahat antusias "Ceritalah, aku ingin dengar kisahmu tapi aku tak memaksa jika kau tak mau" balas Stev
"Ya baiklah. Dulu, aku seorang penyihir yang sedang mencari seorang yang berarti bagi dimensi sihir. Ya aku ahirnya bertemu denganya setelah sekian lama. Ternyata dia seorang herbalis dan tinggal di Animals partner atau wilayah para binatang partner
Kau tau Stev, dia menolongku yang bahkan ia tak kenal padaku. Dia sampai kehabisan sihirnya karna mengobati ku yang sedang menyamar menjadi burung. Aku agak kesal karna dia agak keras kepala,
Tapi dia juga sangat baik.
Namun.... saat itu aku terlalu bodoh menolak perjanjian dan membuatnya harus mengorbankan dirinya demi aku. Dia terkena panah karna menylamatkanku dari Blak Magic.
Ia tertidur sampai setahun. Aku putus asa kala itu. Sampai sahabatku Zen memberi kabar jika ia ada di dimensi manusia dan hidup di sana selama tiga bulan ini, aku pun bahagia karna itu. Walau dia tak mengingatku" Val menghelan nafas.
"Jadi.... tujuanmu ke sini ingin mencari dia?" Tanya Stev san Val hanya mengangguk.
"Boleh aku tau apa alasanmu mencarinya selain minta maaf mungkin?" Val menghelan nafas.
"Aku hanya ingin bilang. Kau benar
'Untuk menjadi hebat kita hanya harus yakin, dan tak perlu kuat untuk menjadi hebat' dia benar soal itu" jawab Val.
"Auh..."
Stev memegangi kepalanya yang terasa berdenyut. Perkataan Val membuatnya teringat suatu hal yang ia tak tau apa itu. Begitu buram dan tak jelas.
"Stev kau tak apa?" Tanya Val dengan nada khawatir.
Stev masi memegangi kepalanya yang berdenyut nyeri. Ia merasa ada sesuatu yang ingin keluar dari tubuhnya.
"Stevian kau kenapa?" Tanya Val lagi.
Stev tak menjawab. Tangannya mencengkram kuat baju yang ia kenakan.
Val menoleh kekanan dan kekiri, ia putuskan mengunakan sihirnya untuk membantu Stev.
Di tangannya berpedar sinar putih dengan cahaya itu Val mengobati An dulu. Tapi sebelum itu...
Cahaya matahari berpedar dan sinar mulai meredup di ganti sinar terang dalam tubuh Stev yang bersinar sangat terang.
Val berdiri dan menjau beberapa langkah karna sinar menyilaukan itu.
Sang putri telah kembali
Val tersentak melihat Roh Roh hewan ada di sana. Tak satu atau dua tapi sangat banyak.
Tubuh Stev melayang ke udara, cahaya berpedar sangat terang. Val bisa melihat sekarang ia suda di alam lain. Kanan dan kirinya seperti ruang dimensi. Ia melayang dan banyak Roh Roh di sana.
Dan Val menyimpulkan sekarang dia ada di ruang angkas? Tapi itu tak mungkin.
Sang putri kembali. Sala satu Arwa berupa peri kecil menghampirinya.
Tuanku. Anda menemukanku dan anda sudah membawa Princess kami kembali. Saya akan mengabdi pada anda tuanku.
Val terdiam. Ia Syok mengetahui bahwa Roh sucinya seorang peri.
Cahaya mulai menghilang. Stev kembali seperti semula tapi rambutnya berubah menjadi putih mengkilap.
Dan ia masi ada di hutan.
Tubuh Stev yang mengambang kini jatuh, dengan sigap Val menanggapinya. Val menghelan nafas, tangannya terulir menyentu wajah Stev.
Kacamata yang biasa Stev kenakan hilang. Di kening Stev ada sebuah tanda berbentuk Rasi bintang pelindung yang berbentuk lingkran dengan warna yang berbeda.
"Kau kembali partnerku" bisik Val sambil tersenyum manis.
'Tuan, kau sepertinya menyukai putri Xavier' Val tersentak dan menoleh ke arah kanan melihat peri tadi. Ia melirik ke kanan dan ke kiri, semuanya normal.
'Tuan aku Roh Suci mu dan aku akan ikut denganmu kemanapun. Walau nanti aku akan jadi nyamuk jika tuan sedang berduaan dengan putri' Val tersenyum.
"Hei siapa namamu?" Tanya Val.
'Calista, pangil saja Caca' jawab peri kecil berambut mera muda itu.
"Caca apa di sini aman boleh aku minta bantuanmu?" Pinta Val.
'Kehormatan bagi ku Tuan' Val terkeke mendengar itu. Karna suara Calista seperti anak kecil.
"Em... bisa tolong....."
•וו
11 Des 2018
Sampai di sini semoga menghibur dan Trimakasih
Sorry typo
Jangan lupa Vote ya...
KAMU SEDANG MEMBACA
Academy Magic Power.
FantasiAku seorang pendamping. Tapi kenapa aku menjadi sebaliknya? Mengemban 2 tanggung jawab besar sebagai seorang putri segaligus pelindung sementara. Itu membuatku lelah. Sampai ahirnya aku bertemu dengan Pelindung ku Valac Namun kesalahan ia lakukan me...
