Academy Magic power
Stevian Fransais Princess Of The Star
Val membuka matanya, gelap dan dingin tapi ada api ungun di depannya, ia mendapati dirinya ada di bawah pohon dengan selimut yang menutupi tubuh nya.
Ia melirik ke kanan dan ke kiri, ia berfikir lalu berdecak kesal.
"Zen tak bilang aku akan pingsan!" gumamnya kesal.
"A-anda sudah ba-bangun?" suara seorang gadis membuatnya menengok, gadis berkaca mata, berambut coklat dengan manik mata yang serasi dengan rambutnya.
Tubuhnya menegang kektika melihat gadis itu. "A-An?!"
Gadis itu menatap bingung. "Ak-aku ste-stevian tu-tuan" ucap gadis itu membenarkan.
Ingatanku hilang
Val menghelan nafas lalu menatap gadis itu. "Maaf kau mengingatkanku pada orang yang sangat berarti bagaiku" tutur Val dan gadis yang bernama stevian itu mengangguk
Ia berjalan kearah Val lalu berjongkok. "Aku tadi di sekitar si-sini da-dan me-melihat gerba-ng Ma-Magic terbuka" ujar gadis itu yang membuat Val was was. "A-Aku Stevian Fransais pangil saja Stev dan si-apa nama mu?" tanyanya
Val tersenyum dan mengulurkan tangannya. "Aku Valac Arsetrive, pangil saja Val. salam kenal" jawab Val. tunggu.... Ia menatap gadis itu was was takut curiga.
"Oh. Tapi V-val?" gumam gadis itu.
"Kau tau tentang garbang Magic?" tanya Val hati hati.
Stevian mengangguk. "Pamanku dari sana dan aku? Mungkin aku juga" tutur stevian.
"Kau baru kan? Ayo.... menginap di rumanku saja" Val mengangguk lalu tersenyum, "Trimakasih, em.... Ini daerang mana ya?"
"Manusia, jika ingin ke desa penyihir masih jauh, karna gerbang antar dimensi sudah berali ke sini"
Val agak terkejut, gerbang berpindah? Tak mungkin, tapi jika tak mungkin kenapa aku di sini? Batin val.
"Di rumah ada paman, dia herbalis, mungkin jika tak keberatan, kenapa kau keluar dari magic? Bukankah magic Word itu sa-
" aku mencari temanku yang hilang" potong Val
"Maaf aku tak bermaksud" tutur stev sambil membenarkan kaca matanya
"Tak papa, em.... oh ya bisakah aku memangilmu An?"
"Tentu, ayo ikut aku, dan ngomong ngomong, apa kau tau jika di dunia human kau harus menyembunyikan sihirmu, karna di-di sini kau hanya bisa mengunakan 50% dari kekuatanmu" jelas stev dan di balas anggukan oleh Val
Val bangkit dati duduknya dan menghampiri Stevian. "Apa aku boleh tau sesuatu?' tanya Val dan di balas angukan. " Apa kau-
"Ngantuk" poton stevian sambil menguap.
"Apa masih jauh? Dan jam berapa ini?" tanya Val lagi, ia sadar hari sudah makin larut.
"Jam 2 malam, ka-kau pingsan sejak jam 4 sore" gumam gadis itu.
"Ja-jam 4 sore!" sentak Val.
Stev berdiri. "Ayo pulang kerumah aku sudah tak kuat jika berada di si-hah lupa lagi kan" stev berbalik ke arah Val, ia menyentih kening Val "Demam mu turun" lanjutnya.
Valac terheran heran dengan sifat gadis di depannya....
Ia berjalan mengekori gadis iti dan berhenti di rumah bergaya moderen, "ayo" ajaknya masuk ke Rumah di depannya.
Deja vu?
Val menatap gadia di depanya. "Stevian Xavier Fransais"
Gadis itu terdiam, "kau tau margaku?" tanyanya tanpa menoleh pada Val.
"Hanya kebetulan" jawab Val.
"Paman! Stev pulang bawa tamu!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Academy Magic Power.
FantasyAku seorang pendamping. Tapi kenapa aku menjadi sebaliknya? Mengemban 2 tanggung jawab besar sebagai seorang putri segaligus pelindung sementara. Itu membuatku lelah. Sampai ahirnya aku bertemu dengan Pelindung ku Valac Namun kesalahan ia lakukan me...
