s2.24 -Keluarga Xavier-

1K 63 2
                                        

"Ekhem... tuan aku bawa surat"

Vian dan Val langsung duduk dan menatap kuda putih di depannya "Ah, hai Pris bagaimana kabarmu?"

Kuda berwarna putih itu diam menatap Val dan Vian yang duduk "Hai Pris lama tak jumpa" sapa Vian.
Pris merubah wujudnya menjadi lelaki bersurai perak seperti Val tapi lebih mengkilap.

"Tuan siapa dia?" Vian memutar bola matanya sedangkan Val tertawa "Pris dia An, ku akui sangat berbeda tapi aku mengenalinya sejak pertama bertemu" jelas Val.

Pris nampak kaget sedangkan Vian hanya terkikik geli melihat itu. "Apa yang kau bawa? Apa Zen dan Melvis membuat masalah di Academy sampai kau kesini?" Tanya Val.

"Tidak tuan. Aku membawa pesan dari Mr. Alan, dia menyuruhmu untuk membawa An kembali karna hewan Parner membutuhkan obat dari An. Mereka di racuni" jelas Pris.

Vian menghelan nafas "Aku tau siapa yang membuat ini, Bisa kau temui Alio dan bilang padanya aku akan menemuinya 2 hari lagi. Ya di sini sama saja dua bulan karna perbedaan waktu" balas Vian.

Pris mengangguk lalu membungkuk pada Val "Tuan, rupanya anda suda bertemu dengan Roh suci anda" ujar Pris dan menghilang.

Vian berfikir mengenai masalah yang menimpa Magic World. Ia sebenarnya tau dalang dari kejadian itu tapi ia ragu "An, apa yang kau pikirkan?" Tanya Val.

Vian mengeleng "Aku ingin jernihkan pikiranku. Bisa temani aku ke danau tempat pertama kita bertemu" Val mengangguk.

Mereka berteleportasi ke danau yang merupakan perbatasan Magic World. Vian duduk di bawah pohon yang biasa ia duduki, sedangkan Val duduk di sampingnya.

"Apa kau tau siapa yang melakukan ini An?" Tanya Val to the poin

Vian mengngguk "Masi ingat ular besar yang mengejar kita?" Tanya Vian balik, Val mengangguk "Ya itu ul-tunggu jangan bilang jika Orang itu yang melakukannya"

Vian mengangguk. Namun setelah otaknya memproses ia langsung menatap tajam Vian. Vian merasa jengkel melihat itu "Aku heran kenapa kau jadi lola. Gak kaya dulu, cepat tanggap" gerutu Vian.

Val tersenyum "Aku butu darahmu, aku suda bergantung padamu An" mendengar itu An terdiam. Ia ingat jika Val tak boleh jauh darinya karna suda tiga bulan ia di sini dan kakaknya bilang ia suda setahun tertidur.

Jika Vian menghitung hari, harusnya Val membutuhkan energi murninya paling lambat itu satu minggu. Tapi ini hampir setahun.

"Eh, kita bicara di rumah saja. Aku ingin reflecing dulu!" Sahut Vian lalu melompat ke danau.

"Sok inggris" gumam Val.

Val memilih duduk di tepi danau melihat Vian yang menikmati Reflesingnya di danau dengan caran madi.

Val heran dengan Vian yang sifatnya jadi ke kanak kanakan.

Malamnya...

Makan malam sedang berlangsung dengan hikmat dan juga tenang. Sampai Vian bangkit dari tempatnya dan melangkah ke dapur tanpa ada suara yang keluar.

Val melirik Wilson yang mendelikan bahunya. Tak lama Vian datang dengan membawa gelas berisi cairan merah yang langsung di letakan di depan Val.

"Minum itu setelah kau selesai makan aku mau membersihkan kebun di belakang rumah. Paman pastikan Val meminum itu" pinta Vian dan langsung pergi.

Wilson merasa heran dengan apa yang terjadi. Apa lagi cairan merah pekat yang Val minum, membuatnya makin heran.

Val yang merasa di tatap langsung menenggak minumnya "Kau minum darah Val? Kau bukan Vampir‘kan?" ujar Wilson.

Academy Magic Power.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang