Enjoy the story....
Star Kingdom.
Vian melankah menyusuri lorong yang di hiasi oleh batu marmer yang sejernih air.
Vian berhenti di pintu besar berwarna Puti. Ia masuk dan langung di sambut wanita berambut Putih dan sangat Cantik.
"Aunty Vio, Vian datang"
Wanita cantik itu memeluk Vian yang dengan senang hati membalas.
Setelah berpelukan cukup lama mereka melepasnya. "Katakan apa yang kau pikirkan keponakanku? Jika masalah tahta di sini biar Seris yang mengambil alih."
Vian mengeleng. "Ini soal Val Authy. Aku ingin bilang, jika Val tidak menerima-nya, aku akan menolak gelar putri dari Authy dan uncle Aiden"
Violeta terdiam lau tersenyum "Jadi apa keputusanmu sayang? Authy tau jika keputusanmu pasti ada maksud, jadi katakan"
Vian tersenyum "Sion, aku rindu kakak ku. Aku bingung dengan situasi ini, pemberontak, penghianat dan masadepan yang keras. Vian takut Jika Val tak bisa memimpin dengan baik, sekolah juga bergantung padanya" jealas Vian panjag lebar.
Violeta mengangguk "Itu suda tepat sayang.... Kau sebaiknya bicara dengan partner mu itu, ah... Ajarkan dia bagaimana menyeimbangkan sihirnya. Kau suda bisakan Vian, kau ini mantan pelindung, jadi pasti bisa... Apa lagi... Kau itu akan jadi...
"Authy, jangan sperti itu. Itu belum tentu. Baiklah Vian pamit, perbedaan waktu di sini berbeda jadi sampai jumpa Authy salam untuk Uncle Alexis"
Vio terkekeh melihat keponakannya yang pergi dengan wajah merah, sedangkan Pria yang sendari tadi diam hanya bisa tersenyum tipis "Ayolah Al, dia keponakanmu. Kenapa tak kau temui?"
"Ya, ya, ya.... Dia mirip seperti Vezora"
"Ck! Kau ini menyebalkan seperti dulu, anehnya. Aku tetap setia padamu" gerutu Violeta.
•••
VIAN POV.
Aku kembali pulang ke AMP dan benar hanya sebentar di sana tapi ini suda seminggu. What the hell? Seminggu! Yang benar saja!.
Tapi itu nyata, dengan langkah mengontai aku berjalan menuju Aula, mungkin sepi karna hari ini hari Senin. Jam jam KBM, Kegiatan Belajar Mengajar.
Aku menghampiri tempat di depan Madam Angelin, koki di sini. Ia tersenyum padaku "Halo Vian, lama tak jumpa? Mau pesan apa?"
"Roti ini dan yogurt saja" balasku.
Ia pergi dan kembali dengan membawa pesanan ku. "Roti isi spesial Keju untuk putri Sihir" ujarnya.
Aku terkekeh geli, "Trimakasi madam Angelin" ucapku dan pergi duduk di bangku yang ada di pinggir jendela.
Setelah ku habiskan semua aku memilih pegi ke kelas. Tentu suda rapi dengan seragam ku. Blazer putih dengan logo AMP di lengan sebelah kiri.
Saat ku sampai di kelas, Ms. Sakura—Guru pengendali. Suda ada di sana dan sedang mengajarkan cara bagaimana membuat gelombang sihir.
Aku mengetuk pintu dan perhatian tertuju padaku "Maaf Ms. Saya baru masuk karna ada urusan panting di suatu tempat" ucapku.
Ms. Sakura tersenyum "Du-
Perhatian untuk Siswi bertana Stevian Fransais, harap datang ke ruang latihan secepatnya.
Aku menghelan nafas, Kak Fran memanggilku. Situasi tak tepat, rasanya tak enak. "Pergilah, sepertinya kau di butuhkan di sana"
Aku mengangguk dan pergi, namun aku tak melihat Val di kelas, kemana dia? Lupakan.
Aku menutup pintu dan jubah puti kerajaan dengan hiasan Phoenix yang merentangkan sayapnya, Suda melekat di tubuhku.
Ini pasti kerjaan Caca "Keluarlah Ca, aku tak akan menghukummu. Setidaknya kau antar aku atau temani aku kearea latihan" ucapku.
Tak lama cahaya pink muncul dan Gadis seusiaku dengan rabut pink dan mata bulat berwarna biru muncul. Jangan lupa sepasang sayap indahnya.
"Ah... Salam Princess, senang anda pulang" sambutnya.
Aku tersenyum "Kau terlambat" balasku pura pura kesal.
Caca tertawa kecil dan menarik tanganku ke sebuat lingkaran sihir yang entah kapan muncul dan ku akui itu bukan sihir biasa.
Saat aku suda masuk, aku langsung di sambut kakak ku yang super sangar dan menyeramkan. Acardia atau Arca ya itu panggilan dari teman dekat dan termasuk juga aku.
"Senang kau kembali Vivi, Dad dan Val suda menunggumu di dalam. Owh... Ini area latihan khusus tenang saja tak akan ada yang menganggu. Cepat tolong partnermu, dia suda mengeluh karna energinya habis"
Energinya habis...
Aku seperti... Lupa satu hal.
"Owh, aku lupa dia bergantung padaku" gumamku dan berlari menuju tempat latihan yang ada di istana kak Fran.
Aku menghelan nafas setelah melihat Val baik baik saja, tapi aku melihat Mom sedang marah marah pada Dad.
Aku putuskan menghampiri Val yang duduk di bangku dan sedang menenggak air mineral.
"Hai Val" sapaku.
Ia hanya melirik, dia menyebalkan. cebikku.
Aku melangkahkan kakiku kearah mom dan dad. Aku harus bicara pada mereka. "Mom, dad, aku ingin beritahu sesuatu. Vian bisa istirahat sampai pesta topeng?"
Mom dan dad berhanti dan tatapan tajam seperti mengarah padaku "Tentu sayang, asal kau tak kabur lagi Mom tak akan mengurungmu"
Aku langsung menunduk. Pipiku terasa panas. Mom masi ingat aku kabur saat pesta topeng sebelum aku di kirim ke Animals partner.
"Mommy! Aku tak akan seperti itu lagi, ah ya... Authy Vio kirim salam. Tapi uncle Al tak mau bicara denganku. Dia itu hanya berdiri menatapku tajam seolah ingin mencincang ku" ucapku.
Dad terkekeh "Kau tau sifat pamanmu itu Vian. Ah ya... Dad harus kembali. Tolong ajarkan Val cara bertarung level S dan jangan sampai dia mengeluh lagi saat melawan Gergon"
Aku mendengar itu menatap tajam "Mommy, apa Dad belum pernah merasakan petirku?"
Dan dalam sekejap dad hilang. Aku tertawa dan Mom tersenyum "Mom pergi dulu, Fran akan datang dan Arca ada tugas di Animals partner untuk mengamati spesies baru di sana. Ku dengar ia mendapat Hidra" ucap Mom.
Aku tersenyum "Mommy tak usa khawatir, pesta topeng akhir pekan akan selesai dengan damai. Ku pastikan benar benar selesai." tekanku.
Mom tersenyum dan menghilang menyisakan kabut biru tipis.
"Nah, sepertinya kau harus jelaskan pembicaraanmu dengan Dady ku Vian"
Aku tersadar. Sepertinya waktunya tiba.
••••TBC••••
Semua akan berubah seiring berjalannya waktu.
Perubahan itu akan di lihat oleh banyak orang. Walau ku tau itu akan berdampak buruk pada diriku sendiri.
Stevian Fransais.
KAMU SEDANG MEMBACA
Academy Magic Power.
FantasiAku seorang pendamping. Tapi kenapa aku menjadi sebaliknya? Mengemban 2 tanggung jawab besar sebagai seorang putri segaligus pelindung sementara. Itu membuatku lelah. Sampai ahirnya aku bertemu dengan Pelindung ku Valac Namun kesalahan ia lakukan me...
