"Aku Valac Arsetrive. Panggil saja Val" semua orang berbisik besik. Sedangkan Stev menatapku jatam.
"Silahkan duduk di bangku yang kosong Valac" ujat Ms. Ane wali kelasku yang baru.
Kursi kosong ada di blakang Stev dan Stev hanya menatapku datar. "Ck.kau sekelas denganku rupanya" desisnya.
Aku terkekeh dia tak berubah sama sekali. Aku duduk dan Ms. Ane memulai palajaran.
•••
Kring.....
Bel istirahat berbunyi. Banyak sisiwa yang langsung mengrubungiku. ah aku tak nyaman. Ku lirik Stev ia hanya menatapku kasihan
Aku menghelan nafas "Bisa kalian menyingkir!" Mereka semua minggir. Stev menatapku aneh.
Ku hampiri dia "ada apa denganmu?" Tanya Stev. Aku mendelikan bahuku "Kau janji akan bicara denganku saat ada waktu. Sekarang ikut aku!" Aku menarik Stev tanpa perduli bisikan bisikan yang membuat telingaku panas.
Ku putuskan ke taman dan duduk di bawah pohon, Stev menatapku seolah aku mengatakan 'kau kenap?'
Aku menghelan nafas "kau tau aku frustasi karna sifatmu tapi.... lupakan itu bukan salahmu juga. aku ingin bilang, aku akan setia menunggumu sampai kau bisa maafkan aku. Jangan terlalu di pikirkan aku hanya ingin bilang itu sejak tadi"
"Val, ada apa denganmu? Ceritalah, ya walau banyak orang yang memanggilku Es batu berjalan, tapi mungkin aku bisa bantu" rasanya aku ingin tertawa kala Mendengar kata Esbatu berjala. Itu mengingatkanku pada masalaluku.
"Bagiku kau istimewa Stev" Stev menatapku, aku hanya bisa menghelan nafas "kau tau aku ah! Lupakan. Boleh aku minta agar kau selalu di sampingku? Ku mohon" entah aku ini kenapa tapi yang jelas aku tak mau kehilangan lagi.
Stev mengacak rambutku "aku ini tak tau apa apa, tapi mungkin aku akan berusaha-
Aku langsung memeluknya aku ingin sekali. Karna suda setahun. Setahun bukanlah waktu yang singkat bagiku. An atah Stev, bagiku tak masalah. Karna dia pendampingku. Pensamping hidupku.
"Trimakasih. Trimakasih" bisikku. Ia nampak terkejut. Tunggu...
Aku langsung melepas pelukanku, uh ada apa denganku? Tapi kenapa wajahnya merah? "Maafkan aku!" Aku membungkuk aku pasti akan kena hukuman.
Tapi tak terjadi apapun. Aku mendongak dan Stev menatapku "jangan begitu, uh... memang aku malu, jangan ulangi lagi ya" pintanya. Stev memalingkan wajahnya yang merona karnaku.
"He! Ku kira kau akan memukulku tau" aku bersedekap dada dan menatapnya kesal.
Stev menatapku aneh "kau kenapa? Apa ada yang salah?" Tanyanya.
Aku menaikan sebelah alisku "kenapa kau jadi polos sih!" Gumamku.
Stev tertawa "kadang kau hatus seperti itu pada orang yang baru kau kenal" jawabnya.
Aku hanya mendelikan bahuku. Sifatnya berubah. Tapi aku menyukainya. Ku tepuk bahunya dan berkata "Ayo ke kantin aku lapar ni-
"Pangilan untuk ketua OSIS harap segera ke ruang kepala sekolah. Sekali lagi panggilan untuk ketua OSIS harap segera ke ruang kepala sekolah. Trimakasih"
"Maaf aku di panggil tuan Fran. Sepertinya ada yang melanggar lagi. Mau ikut?" Tawarnya dan aku mengangguk.
Aku dan Stev berjalan ke Ruangan Fransais. Tapi asa yang aneh dengan perkataan Stev soal 'melanggar' apa pelanggaran biasa? Tapi ketua OSIS loh yang di panggil. Walau aku tak tau apa itu ketua OSIS.
Sesampainya di sana Aku dan Stev masuk dan di kursinkepala sekolah ada Fransais dan Rani?
"Valac!" Rani terkejut melihatku ia menatap Fransais.
"Owh, Rani kau ada di sini rupanya? Bagaimana kabarmu? Ah ya apa ada masalah di Magic world?" tanyaku.
Fransais terkekeh "tidak ada. Zen dan Melvin sangat menyayangi kalian sampai ia rela berkutat dengan dokumen siang dan malam. Kau tak ingat ini masuk hari Ujian?" Ujarnya.
Aku tersenyum membayangkan mereka sibuk dengan kertas laknat itu "Ekhem tuan bisa langsung ke inti?"
Fransais berdehem "baiklah kita mulai guardian magic" aku tersentak mendengar itu. "Wow tunggu ada apa ini?" Tanyaku.
"Stev adalah orang yang mencegah para manusia mengetahui penyihir yang tinggal di sini dan sebaliknya. Stevian Xavier Fransais adikku"
Aku terdiam menatap mereka "wow dia ingat kalian tapi tak ingat aku?!" Pekikku.
Fransais menghelan nafas "hanya beberapa saja Val, jangan frustasi seperti itu kau kelihatan seperti orang tak berdaya" ejek Fransais padaku.
"Langsung ke inti?!" Tekanku.
Stev menatapku aneh "baiklah tugasmu ke kota untuk menyisir hutan yang ada di di pinggir kota Canditc dan Val akan menemanimu. Dia penyihir yang suda berpengalaman" jelas Fransais.
Stev hanya mengangguk "Waktu?" Gumam Stev.
"5 hari cukup?" timpal Fransais.
"Tentu lebih dari Cukup" Aku hanya menatap bingung sebenarnya ada apa?
Stev menatapku "Ayo ke Cafetaria. Aku lapar" Aku hanya mengangguk dan melirik ke arah Fransais yang tersenyum padaku.
Aku keluar bersama Stev dan menuju ke Cafetaria di depan pintu aku di sambut bayak siswi yang langsung menatikku. Aku berfikir apa mereka tak malu?
"Ekhem.... maaf mengganggu kesenangan kalian tapi Valac ada janji." Aku menoleh pada Stev yang memasang wajah seramnya "hei bi*tc diamlah!" Aku terkejut mendengar itu.
"Se... baiklah jika itu maumu. Kau suda lancang menyentu anak baru yang datang 6 jam yang lalu di dunia ini" desis Stev tak suka.
Ah aku mengerti, gadis ini adalah penyihir. Hanya tingkat 6 tapi ia menentang Stev ah ralat dia An yang suda level legend.
Gadis itu terdiam dan menatapku. Aku tersenyum miring "dan aku bukan orang sembarangan" ujarku membenarkan perkataan Stev.
"An ayo kita makan aku lapar. Ah ya apa tak mau membawa partnermu ini berkeliling?" Stev terdiam.
Aku langsung sadar dan mulai khawatir "maaf aku An eh Stev" aku menghampirinya dan menyentu pundaknya ia menatapku "katakan apa yang sebenarnya terjadi ap-
"Nanti aku lapar" potongku. Ini terlalu menyita perhatian.
"Ah ya" aku menatap tajam gadis itu yang diam "sebaiknya kau jangan macam macam" desisiku melalui pikiran.
Ia terkejut dan menatapku "ah tingkat 6 penyerang jarak jauh" gumamku dan mengajak Stev pergi.
Aku beli Roti isi dan juga jus Alpukado kesukaan An yang sekarang menjadi Stev. Aku duduk di depan Stev "ini ku belikan sehabis ini kita masuk kelas" jelasku.
Ia menatapku tajam "katakan!" Tekannya dengan Aura mengerikan yang benar benar mengancam.
Aku menatap sekeliling sepertinya ada 5 orang penyihir tingkat 3 di sini aku harus waspada.
"Kau adalah pendampingku Stev. Aku tak bisa jelaskan ini. Aku.... maafkan aku, karna kebodohanku kau hilang ingatan dan melupakan semuanya" liriku.
Stev menatapku "sifatku memang berubah Val tapi aku yakin masi ada yang bisa membuatmu mengerti atas tindakan ku dulu. Maaf aku tak bisa mengigatmu tapi aku yakin jika suatu hari nanti aku akan ingat segalanya dan kau akan tau apa maksudku"
Aku menambah poin plus dari pendampingku yang sekarang ini.
Dia Mysterius......
KAMU SEDANG MEMBACA
Academy Magic Power.
FantasyAku seorang pendamping. Tapi kenapa aku menjadi sebaliknya? Mengemban 2 tanggung jawab besar sebagai seorang putri segaligus pelindung sementara. Itu membuatku lelah. Sampai ahirnya aku bertemu dengan Pelindung ku Valac Namun kesalahan ia lakukan me...
