S2.31. -Pesta topeng akhir pekan 2-

1K 37 3
                                        


Takdir.
Satu kata yang membuatmu terikat padaku sepanjang masa. Takdir memang tak bisa di ubah dengan muda. Butuh usaha dan juga keyakinan. Maka dari itu, aku akan merubah takdirku.

Valac pov.

Aku menghelan nafas. Suda seminggu Vian tak pulang. Hei... Aku tak merindukannya. Ya 9 dari 10 itu benar.

Urusan di AMP membuatku pusing, belum lagi Fransais yang pergi ke Human World dan King Xavier yang terus mengajarkanku bertarung dengan mengunakan energi yang di batasi.

Ya... Aku sekarat di sini. Energiku habis. Bahkan aku tak tidur karna berkas berkas kegiatan kelas junior yang akan melaksanakan study  di Animals Partner.

Aku pusing!

Rasanya kepalaku ingin pecah, apa lagi hari ini aku ada latihan. Ark! Vian tolong bantu aku kabur dari ayahmu ini!!!!

Jujur saja ya, King Xavier itu mengerikan jika bertarung. Dia menyerangku dengan wajah senang, jangan lupa dengan kekehan khas iblis. Itu membuatku kalang kabut.

Jika di hitung hitung, ini suda 15 bulan aku bertugas sebagai Guardian of the world. Tugasku tak terhitung, dan jangan lupa juga tugas dari guru guru tersayang yang gemar memberi soal yang di awali 'Sebutkan' dan di akhiri 'Jelaskan'. Owh tentu saja itu tak akan berat jika tidak di jerjakan! Tapi akan merepotkan nanti. Dan itu tidak hanya satu.

Selepas dari tanggung jawabku sebagai seorang pelindung, aku ini tetap murid yang memiliki kewajiban. Dan soal Risti, Alexsa, Zea, Rai, Leon dan Joan. Mereka suda mendapat tugas untuk menjadi panitia dalam pesta topeng 2 hari lagi.

Aku iri dengan mereka yang bebas dari tugas dan latihan. Aku bahkan suda teler di sini.

Owh.... Vian.... Kau tega sekali....

Lupakan soal tadi. ya... Walau benar, aku hampir sekarat di sini.

Aula bertarung di istana milik Fransais memang besar dan luas. Istana ini juga sangat artistik. Seni disain yang sangat indah, tembok, pilar, bahkan langit langit yang penuh oleh ukiran dan gambar gambar yang di ukir dengan ketelitian tinggi.

Aku sangat kagum.

"Oi! Ngelamun mulu. Ini minum dulu, aku dengar hari ini An tiba di sekolah. Fran yang mengabariku"

Aku tersadar dari lamunan ku karna Arca yang datang dan menempelkan sebotol air dingin di pipiku. Aku hanya mengangguk. Dan Arca Pergi.

Aku melihat Raja Xavier yang sedang dimarahi oleh Ratu Vezora, melihat itu aku menjadi ingat bagaimana An memarahiku saat aku gagal dalam pelajaran khususnya saat di dunia manusia.

Ah... Aku Rindu pada perempuan galak itu. Saat ku dengar suara pintu Aula terbuka, aku melihat Vian yang datang dengan jubah kerajaan.

Eh... Bukannya Arca bilang dia baru tiba?

Ia menghampiriku dan menyapaku. Aku diam saja, dan dia terlihat kesal. Aku teringat perkataannya saat dia berbicara dengan Dad. Apa maksudnya?

Aku tak tau kenapa Vian beling seperti itu. Itu sepertinya mengganjal di pikiranku.

Aku suda pasra soal putramu paman. Val bebas memilih, tanpa tekanan dan juga pikiran.

Ia aku setuju dengan itu. Aku juga tak mau di paksa, lagian kenapa mereka memandang seperti aku yang jadi subjek utama.

Dia itu sangat berpengaruh di dimesi ini, aku hanya sebagian kecil dari dunianya.

Aku tau aku penting, tapi kau jauh lebih penting. Aku memang berpengaruh, kau juga sama Vian.

Anda harus tau jika aku itu hanya bayangan, bayangan yang akan musna jika pemiliknya bersinar.

Kau bukan bayangan, kau cahayaku. Kau itu sangat penting untukku, bukan hanya sebagai parner sihir. Tapi sebagai teman, sahabat, rival dan lainnya. Tapi kenapa jika aku makin dekat, rasanya kau makin jauh dari jangkawanku.

Setahun yang lalu Vian hampir mati karna ku, apa sekarang akan sama? Vian akan melindungiku?

Sepertinya terbalik. Pria harus melindungi wanita, bukan sebaliknya.

"Nah... Sepertinya kau harus jelaskan pembicaraanku dengan dadyku, Vian"

••

Aku menghelan nafas, An membenarkan semuanya. Tapi ia salah.

"Aku suda pernah bilang padamu jika aku dan kau adalah Partner atau Mentor atau apalah. Aku tak akan pernah melepasmu, tolong jelaskan kenapa aku harus meninggalkanmu" pintaku.

Vian terlihat gusar dengan apa yang ku katakan.

"Ian... Kau harus beritahu Val. Tentang sisi gelap dan juga alasan kau harus mengambil tindakan nekat setahun yang lalu"

Aku tak tau kapan Fran di sana, tapi dia sangat serius. Aku jadi gugup sendiri.

"Baiklah. Ini soal hidupmu, diriku dan juga Mereka yang membutuhkanmu di sini"

"Baiklah"

Dari tubuh Vian keluar sebuah benda berbentuk bintang yang terbuat dari entah apa itu. Sangat jernih dan juga memancarkan Aura yang kuat.

"Ini bintang kehidupanku."

"Hah?"

"Kekuatan, rasa, kasih sayang, Perlindungan, bakat, dan nyawaku. Semua ada di bintang ini. Saat dulu bintang ini memancarkan 7 warna dari tuju elmen utama, Api, Air, Angin, Tanah, Petir, Kegelapan dan Cahaya. Itu karna aku menyegel setengah kekuatanmu dan juga tugasku menjadi pelindung sementara.

Warna asli bintang ini seperti sekarang, aku adalah penerus kerajaan bintang dan juga bisa di bilang Mentormu. Aku sebenarnya punya dua warna, Hitam dan putih. Tapi sekarang hanya warna putih. Kita bicara di asrama nanti malam, aku harus mencari Risti dan yang lain”

Dan dia pergi.

Benar benar perg- What!

Dia meninggalkanku? Jahat sekali!

"Tak berubah" decakku.

"Uh... Kau kasihan juga Van. Apa An pergi? Sebelum dia memberimu Vitamin huh?"

Aku mendengus. Melihat Fransais yang datang dengan seribu satu rencana untuk menjahiliku.

"Berikan botolnya, atau ku bunuh kau”

"Kau akan di bunuh An Val"

"Justru kau yang kena marah karna menjahiliku Fran"

Fransais mendelik, ia melempar tabung berisi darah ke arahku.

°°°

Aula sekolah ramai seperti biasa. Para murid yang tertawa dan bercanda. Tak ada wajah lelah, hanya ada senyum.

Ya... Sekolah ini sangat ketat dan juga memiliki disiplin tinggi.

Tapi dimana 7 orang itu?

“Mereka ngerjain ya?”

Aku putuskan untuk memesan roti dan pergi ke asrama, aku baru ingat jika Vian menyuruh ku ke asrama ya.

Dasar cewe galak. Keras kepala pula. Vian... Penyihir herbalis dari animals partner yang ternyata seorang putri dari dunia ini. Wow... 2 pangeran tampan yang protektif dan juga sangat posessif yang melindunginnya.

Jangan lupa 6 guard yang selalu mengikutinya–Risti dkk.

Tapi dia itu cuma Vian.... Penyihir keras kepala dan juga temanku.

Academy Magic Power.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang