GibranRd Dimana?
Alimyekini Warung kopi.
Setelah mendapat balasan dari Alim, Gibran langsung menancap gas mobilnya untuk menemui Alim yang sudah menjadi temannya sejak SMA. Memang dari sekian banyak temannya jika menyangkut urusan hati, Gibran pasti menemuinya karena bak cenayang, Alim yang terlihat seperti cowok urakan dari luar namun ia punya kemampuan dimana dia mengetahui segalanya meski Gibran tidak pernah curhat secara langsung.
"bruh ngopi ngapa ngopi diem diem bae" humor Alim saat Gibran masih diam duduk dibangku warung kopi yang biasa mereka kunjungi, letaknya dekat kampus sehingga mayoritas pengunjungnya adalah mahasiswa.
"gak usah galo napa Gib. Emang sih lo ga seganteng pak asdos tadi, tapi lo tau lah Sarah kaya gimana." tuh kan, Alim sepertinya memang punya indera keenam.
Gibran terkekeh dengan pikirannya. Lalu menyeruput kopi hitam yang di pesan Alim tadi
"paitt jir" Gibran meletakan kembali gelas itu
"sama kek muka lo gib, haha" Alim terbahak tidak merasa berdosa telah mengerjainya
"ampas" gerutunya lalu mengambil pisang goreng yang sudah tersedia dimejanya
"daripada ya lo disini, mending lo pulang sana, baru baikan juga udah ambekan lagi, dasar ababil" andai saja tindakan semudah apa yang diucapkan.
"kenapa gengsi? Bro bro gengsi dipiara. Diembat orang nyaho lo"
Ya, Gibran tau gengsinya dia emang susah dihilangkan, tapi kan dia juga berhak marah. lagian Sarah, kenapa harus sok sok an nimbrung di kelas, nimbrung yang gak penting, bikin tuh asdos punya first impression yang lumayan bisa diingat.
Gibran meraih handphone disakunya yang bergetar. Melihat pesan dari ibunya ia langsung membukanya
Gibran, oma bilang kamu harus nginep disini. Ajak sarah. Mami gak mau tau, kamu tau sendiri kan oma kaya gimana. Ditunggu sore ini
Gibran menghela napasnya kasar, dia merasa sedang tidak dalam hubungan yang baik dengan Sarah dan sekarang ia harus bertemu Oma yang-ahh sudah lah. Batinnya frustasi.
"gue cabut" Gibran mengambil kunci mobilnya yang tergeletak dimeja dan pamit pada Alim yang masih asyik dengan kopi hitam dan olahan makanan penuh minyak di piringnya.
"oke bro bayar dulu tapi" Gibran tau itu, sihitam Alim memang suka seenaknya. Dengan sedikit sebal ia meletakan uang lima puluh ribu yang langsung disikat oleh sobatnya itu.
+++
"sore ini kita ke rumah mami. Oma mau ketemu" ucap Gibran pada Sarah yang sedang merapikan bajunya dikamarnya. Sarah sedikit terkejut namun dia sigap mengangguk ketika Gibran masih memandangnya. Mendapat jawaban dari Sarah, Gibran lalu berbalik ke kamarnya untuk mengambil beberapa baju
"mau aku kemasin mas Gibran" Gibran menoleh ketika mendengar suara Sarah yang ternyata sedang berdiri diambang pintu
"gak perlu" ucap Gibran yang sebenarnya tadi terkesiap karena kemunculan Sarah yang tiba-tiba.
"oh oke" Ia melihat raut kecewa dari wajah Sarah lalu Sarah berbalik pergi.
KAMU SEDANG MEMBACA
SAKINAH DENGAN MU
Espiritualjika tak ku temukan cinta, biar cinta yang menemukan ku.