Route ; Eren
.
.
Depan Gedung Voli
Tekad gue udah bulat buat memberanikan diri dan ngomong langsung ke Eren.
Nggak juga sih, gue masih ragu. Ragu banget. Setelah kejadian akhir-akhir ini gue jadi takut banget sama Eren. Serasa ngehadapin psikopat sumpah.
Satu lagi, daritadi sebenernya gue juga udah dipelototin anak-anak fansclub-nya Eren. Sekitar lima anak. Gila nih anak populer banget, padahal cuman ketua tim voli. Ya emang keren sih jadi ketua tim voli, tapi fans-nya yang bikin gue risih.
Mereka nyindir dari jauh, suaranya dikencengin. Sengaja biar gue denger.
"Tuh liat, [Nama] udah mulai berani ngedeketin Eren. Sampai nunggu di depam gedung voli." Ini yang ngomong leader fansclub-nya.
Oh ya, di dalam gerombolan anak fansclub itu juga ada Mikasa. Sepaham gue dia nggak begitu fanatik-fanatik amat sama Eren. Malah, gue dari dulu berpikir Eren yang suka sama Mikasa.
Eh nggak deh, gue salah liat. Sebenernya Mikasa cuman numpang lewat doang, nggak ngikutin gerombolan cewek tersebut. Sudah gue duga, Mikasa emang gak tertarik sama Eren.
Ah, itu dia. Orang yang daritadi gue cari-cari tapi gak ketemu. Eren. Doi melangkah dari lapangan basket ke gedung voli dengan tampang suram.
Semakin dekat dengan gedung voli semakin cepat langkahnya.
Saat dia berpapasan dengan gue, gue menyapanya dengan agak ketakutan, "Ren--"
Dia melewati gue dan langsung masuk ke gedung voli. Seperti menganggap gue nggak ada di sana. Gue membeku selama beberapa detik. Aduh, anak-anak cewek juga ngeliatin gue. Malu anjing.
Untung reflek gue cepet, gue langsung ngikutin Eren ke dalam gedung voli tanpa memikirkan gosip yang udah melayang bebas di antara cewek-cewek penggemarnya Eren.
"Ren, ren, ren, Eren!"
Eren nggak nengok dan tetap berjalan. Gue udah gemez banget, akhirnya gue pegang tangan Eren. Dia malah maen agresif dan melepaskan pegangan gue.
"Lo kenapa sih?" Tanya gue kesal. Eren langsung nengok dan menatap gue tajam.
Dia berbisik pelan, suaranya hampir gak jelas, tapi kedengeran kok.
"Gue.. gak mau liat lo kesakitan lagi."
Hah?
Seriusan?
Gak salah denger?
"Apa? Kesakitan?," Gue tertawa kecil dan menghembuskan nafas kesal, "Lo yang bikin gue kayak gini tau ga! Gue capek di ancam sama fans-fans goblok-nya lo!"
Gue teriak kenceng. Ada beberapa cewek di luar gedung yang mungkin mendengar perkataan gue.
Eren membalikkan badanya ke arah gue dan mendekatkan langkahnya. Gue mundur perlahan sambil menatap dia tajam.
"Lo.. mau mati, ya?" Kata-kata itu terdengar dingin.
"Sejak kapan lo ngomongnya kasar gini dah?"
"Bukan gitu maksudnya," Eren menghela napas, "Lo nggak liat itu cewek-cewek pada ngeliatin lo? Habis keluar dari sini abis nyawa lo anying."
KAMU SEDANG MEMBACA
Absurd (SNK)
Fiksi Penggemar"Gue suka sama lo." "Lo siapa?" Absurd, a story by ©disnatrict.
