22.hide

2.8K 130 1
                                    

Selesai berunding selama berjam-jam di apartemen Caroline, akhirnya diputuskan Zack akan kembali tinggal dihutan. Karena tinggal di kota yang penuh dengan ancaman dan kelicikan tidaklah aman baginya yang masih tidak tahu menahu akan kejamnya perpolitikan bisnis.

William terpaksa melepaskan kakaknya karena dia tau itulah yang terbaik sampai dia dan anak buahnya berhasil menemukan dalang dibalik kejahatan yang telah memecahkan keharmonisan keluarganya.

Dan kebetulan saat itu perkuliahan sedang menjalani liburan selama satu minggu. Jadi Caroline memutuskan akan menemani Zack beberapa hari dihutan. Sedangkan William hanya bisa mengantar mereka dengan hati yang miris. Karena dia harus bekerja keras dengan misi untuk melindungi dan juga mengembalikan kebahagiaan keluarganya.

William berjalan menuju ruang keluarga dan melihat kebahagiaan Ibunya yang sedang memanjakan seorang lelaki dewasa yang berpura-pura cacat mental.

Wiliam tersenyum sinis dan mendekati mereka.

"Hai, bahagia banget Ma. Mentang-mentang udah ketemu anak emasnya, anak bawang jadi dilupakan.." sindir William dengan nada bercanda dan duduk di sebelah Willson palsu.

"Aishh anak bungsu nya Mama. Jangan gitu dong, Mama kan cuma kangen anak Mama yang udah lama hilang.." Willona merajuk dengan manja ke arah William. William hanya tersenyum dan mengangguk. Kemudian menatap kearah Wilson palsu yang sepertinya sedang salah tingkah di tatap oleh William.

"Hai Kakak, bagaimana keadaanmu..? Kau tau, aku sangat merindukanmu selama ini.." William memeluk Wilson palsu yang juga memeluknya dengan kikuk.

"Ehh emm aku juga Will.." sahutnya seperti anak berusia 10 tahun. William terkekeh dalam batin tau itu hanya pura-pura. Karena menurut pemberitahuan dari orang orang suruhannya, Willson asli telah sembuh dari penyakitnya dari 13 tahun lalu melalui terapi hebat dokter kenalan ayahnya. Dan sayangnya mungkin musuhnya tidak mengetahui itu. Tapi anehnya, kenapa orangtuanya seolah melupakan fakta itu. Padahal orangtuanya juga tau bahwa Willson sudah sembuh walaupun tidak sempat bertemu langsung. Ah William berniat akan menemui ayahnya setelah ini untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.

"Kakak, bagaimana kalau kakak temani aku ke halaman belakang. Kita bisa mengenang masa kecil kita disana.." kata William dengan ceria sambil menarik-narik tangan Willson palsu itu. Dan lagi-lagi Willson palsu hanya mengangguk dan menuruti William dengan kikuk.

Willona hanya tersenyum tulus melihat kedua putranya. Dia benar-benar bahagia walaupun jauh di lubuk hatinya dia tidak merasakan getaran sama sekali saat bersama Willson yang sekarang. Namun dia mengabaikannya karena kebahagiaan nya bertemu lagi dengan anak sulungnya menutupi semua logika yang ada.





***





William diam diam masuk ke dalam kamar Willson palsu saat lelaki itu tengah bercengkrama dengan Ibu nya. Tak banyak yang dibawa Willson palsu saat datang kerumah itu, hanya sebuah tas lusuh yang berisikan baju bajunya. Dan itu memudahkan William mencari apa yang dia butuhkan.

Sayangnya, saat William tengah asyik membongkar tas kakak palsunya, terdengar suara langkah kaki menuju ke kamar itu. Spontan William melompat dan berguling ke bawah ranjang. Dan benar saja, beberapa detik kemudian pintu terbuka dan terdengar suara berat milik Willson palsu.

"Ahhh shit..! Aku benar-benar lelah..!" umpat Willson palsu dengan kasar dan membanting tubuhnya ke atas tempat tidur. Namun hanya beberapa menit karena lelaki itu kemudian melepaskan pakaiannya dan berjalan ke arah kami mandi.

William keluar dari kolong ranjang dan meraih pakaian Willson itu dan menemukan dompet dari dalam celananya. William segera bergerak cepat dan menggeledah dompet itu. Setelah menemukan apa yang dia cari, William segera memotret nya dan meletakan kembali dompet dan pakaian Willson palsu lalu bergegas keluar kamar pelan pelan dengan senyum kemenangan.

MY LOVELY TARZANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang