Sambil melantunkan syair lagu, Shavira menatap dirinya di pantulan cermin besar yang menempel di lemarinya. Membuka pakaiannya dan menggantinya dengan pakaian santai. Entah mengapa hari ini ia malas sekali mandi. Padahal biasanya ia slalu mandi setelah pulang dari lokasi pemotretan.
Ketika sedang asyik bersenandung, ia melihat ada pantulan tubuh seseorang di cerminnya. Matanya membulat saat melihat sesosok pria asing berdiri di belakangnya.
"AAAAAAAAAAAAAAAA!"
"DASAR MESUM. PERGI SANA, PERGII!" Teriak Shavira sembari menarik selimut untuk menutup tubuhnya yang hanya terbalut bra dan celana dalam saja.
Ia baru saja ingin kembali berteriak, tnamun pria itu segera membekap mulutnya dengan tangan dan menyenderkan tubuhnya menempel di lemari.
Dan tentusaja Shavira memberontak keras. Bagaimana pun ia harus berteriak dan memberitahu orang rumah jika ada orang asing di dalam kamarnya, yang dengan lancangnya melihat seluruh tubuhnya yang hanya terbalut Bra dan Celana dalam saja.
"Tolong jangan memberontak. Atau berteriak. Aku akan menjelaskannya nanti"Tukas pria itu dengan tangan yang masih membekap mulut Shavira.
Tak ada cara lain, mau tidak mau Shavira menganggukkan kepalanya.
Dan perlahan pria itu menjauhkan dirinya dan melepaskan bekapan tangannya pada mulut Shavira.
"Jangan berfikir macam-macam tentangku!"Tukasnya.
Astaga!
Pria ini benar-benar menyebalkan sekali.
Shavira mengangkat sebelah alisnya, meminta pria itu menjelaskan semuanya yang terjadi, tapi sebelum itu Shavira kembali menarik selimut tebal yang sempat terlepas dari genggamannya itu dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Aku temannya Jam--
"Pertanyaannya adalah kenapa kau bisa berada di kamarku sekarang!"ketusnya.
Shavira benar-benar kesal setengah mati. Karena pria ini terlalu banyak bertele-tele.
Pria itu mengacak rambutnya kesal.
"Ku kira ini masih kamarnya Jamie"
Pria itu memutar matanya kesal, pasalnya wanita di hadapannya itu tidak berhenti mencebikan bibirnya mengejek dirinya.
"Kau bilang, kau temannya kak Jamie harusnya kau tahu dimana letak kamarnya! Kau pasti sengaja kan ingin melihat tubuhku? Dasar pria mesum menyebalkan!"
Pria itu menggeran kesal,bisa-bisanya wanita itu berkata demikian seolah dirinya adalah pria mesum.
"Terserah kau saja! Aku sudah mengatakan yang sebenarnya" Tapi entah kenapa pria itu tersenyum. Mungkin akan menyenangkan jika ia terus menggoda adik dari sahabatnya ini.
Pria itu berdehem, "Kau kira aku tertarik dengan tubuhmu yang jelas-jelas tipis seperti itu?" Dia bukan lagi merasa seperti seorang pencuri yang tertangkap. Tapi seperti seorang pemilik rumah ini. Dia kini menatap Shavira dengan santai. Menikmati wajah gadis di hadapannya yang nampak kesal setengah mati.
"Tipis?"
Pria itu masih menunggu bagaimana respon seterusnya dari gadis di hadapannya ini.
"Tipis? Kau bilang ini tipis?" Entah mendapat keberanian darimana, Shavira berjalan mendekat ke arah pria itu dan melepaskan selimut yang menutupi tubuhnya. Seolah menyombongkan keindahan tubuhnya.
Pria itu menelan salivannya dengan susah payah ketika Shavira melakukan itu semua. Iya Pria itu mengakui jika Shavira memiliki tubuh yang sangat ideal, tidak tipis seperti yang barusan ia ucapkan, Shavira memiliki tubuh yang sangat-sangat indah.
Ah sial!
Gadis di hadapannya ini berhasil membuat sesuatu di bawah sana terasa keras dan sesak.
Sialan!
Pria itu kembali berdehem, sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya ke lain arah. Ia tidak ingin juniornya semakin meronta ingin di lepaskan.
"Aku akan pergi sekarang."
Shavira tidak menjawab. Ia malah berjalan membuka lemari pakaiannya, dan segera memakai pakaian santai dan tidak memperdulikan kehadiran pria itu.
Ah sial!
Pria itu kembali berdehem, melegakan tenggorokannya yang terasa sangat kering. Ia lebih memilih untuk meninggalkan kamar gadis itu sebelum juniornya benar-benar tidak bisa ia kendalikan.
Astaga! Ia benar-benar harus pergi dari sini.
"Ya sudah pergi sana!"desis Shavira
Pria itu berjalan ke arah pintu, ah bukan! Lebih tepatnya ke arah Shavira. Shavira terdiam ketika merasakan nafas pria itu yang tersa hangat menerpa kulitnya.
"Well... kau begitu sangat sexy dan menggairahkan. Ah sial! Juniorku semakin mengeras!"desisnya. Kemudian ia beranjak pergi. Meninggalkan Shavira yang masih diam di tempat.
"YOU JERK!"
Sialan!
Shavira benar-benar bersumpah akan membuat perhitungan pada pria itu. Pada pria gila yang benar-benar menguras emosinya itu.
Ah, awas saja!
Tak lama, ketukan pintu terdengar.
"Shavira! Buka pintunya sayang. Ada siapa di dalam?" Teriak seseorang dari luar kamar.
Shavira membuka pintu kamarnya, menunjukan wajah cerianya. Pada sang ibu dan juga Jamie.
"Ada apa? Ada siapa disini?" Tanya sang ibu.
"Tidak ada siapa-siapa. Ayo kita makan!"ajak Shavira sembari menggiring Ibu dan Jamie keluar dari kamarnya.
Mau tidak mau keduanya memilih menurut, meski keduanya masih merasa penasaran dengan apa yang terjadi dengan Shavira sebenarnya?
****************
Maafkan segala jenis typo yang bertebaran 😁
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Possessive With Me [Completed✔]
RomanceShavira Greyson, wanita ceria dan memiliki sifat mudah beradaptasi. Tiba-tiba terjebak ke dalam kehidupan seorang Bryan Kaslavo. Pria angkuh yang tiba-tiba muncul dan membawanya terjebak lebih dalam ke kehidupannya yang rumit dan gelap. Memasuki keh...
![Mr. Possessive With Me [Completed✔]](https://img.wattpad.com/cover/141309314-64-k703858.jpg)