Shavira Greyson, wanita ceria dan memiliki sifat mudah beradaptasi. Tiba-tiba terjebak ke dalam kehidupan seorang Bryan Kaslavo. Pria angkuh yang tiba-tiba muncul dan membawanya terjebak lebih dalam ke kehidupannya yang rumit dan gelap.
Memasuki keh...
Bryan benar-benar dengan ucapannya, setelah mereka pergi dari pantai itu, Bryan langsung melamarnya. Ah, ralat! Bukan melamar, lebih tepatnya memaksa Jamie merestui hubungannya, yang tentu saja Jamie tidak akan menolak, justru pria itu terbahak karena acara lamaran yang lebih terkesan memaksa ini. Shavira bahkan sudah tak kuasa menahan tawanya. Demi tuhan! Ini adalah lamaran paling absurd sedunia.
"Aku serius!"tegasnya kepada Jamie dan Shavira yang masih tertawa.
"Iya, kau pikir aku tidak serius? Demu tuhan Bryan! Ini lamaran paling aneh sedunia, kenapa tidak sekalian saja kau membawa pisau, dan menodongkannya di leherku, kemudian kau berkata 'Beri aku restu sekarang juga! Atau aku akan membunuhmu!' "
Sontak saja semuanya kembali tertawa, ayah Bryan malah yang tertawa paling keras.
Kalian ingin tahu bagaimana cara Bryan meminta restu kepada Jamie? Awalnya ia meminta restu secara baik-baik, namun karena Jamie terus membuatnya sebal karena tak kunjung menjawab, maka Bryan menarik kerah baju yang Jamie kenakan dan memaksa Jamie memberikan restu kepadanya.
Ya tuhan, ini benar-benar lamaran paling gila!
"Kau tidak hamil kan Shavira?"tanya Jamie dengan curiga, yang kembali membuat Shavira terbahak.
Gadis itu menggelengkan kepalanya, dan kembali tertawa melihat wajah Bryan yang benar-benar ingin melenyapkan Jamie sekarang.
"Lalu? Kenapa pria ini ngotot sekali ingin melamarmu dan menikahimu besok..."ucao Jamie yang memang sengaja ingin membuat Bryan semakin kesal.
"Jamie, ku mohon..."ucap Bryan dengan nada geram.
"Baiklah, baiklah. Santai Bry--"
"Sialan kau! Aku tidak bisa menunggu lagi!"potongnya, yang membuat Shavira dan Anthony kembali terbahak.
Lamaran macam apa itu, benar-benar lucu!
"Baiklah, aku akan merestuimu! Tapi jika kau membuat adikku menangis lagi, aku akan membunuhmu di detik itu juga!"final Jamie.
"Fine! Kita menikah besok Shavira!"ujar pria itu, lalu kemudian pria itu meninggalkan kediaman rumah Shavira begitu saja, yang membuat mereka semua, termasuk Anthony melongo tidak percaya.
Anak itu benar-benar ajaib!
*****
T
idak ada banyak waktu untuk Shavira maupun Bryan, karena mereka akan menikah besok. Namun Bryan telah menyiapkan semuanya dengan sangat baik dan aman.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Tidak terlalu mewah memang, karena Shavita juga tidak menginginkannya, pernikahan itu akan berlangsung di sebuah hotel milik keluarga Kaslavo. Bryan sudah menyiapkan semuanya termasuk sepatu dan gaun pengantin untuk Shavira yang di buat oleh perancang busana ternama. Pria itu juga sudah menyewa penata rias dan mendatangkannya ke kediaman Shavira.
Pria itu sudah siap dengan tuxedo hitam yang membalut tubuh tegapnya, berdiri di depan Altar menunggu sang pujaan hang sedang berjalan di tuntun oleh Jamie dan di dampingi oleh Shamanta di belakang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Riasan yang di pakai Shavira juga tidak terlalu mencolok, Shavira benar-benar ingin tampil sederhana dan menunjukkan kecantikan dirinya yang alami, Bryan berkali-kali menghela mapasnya, menghitung berapa langkah lagi untuk Shavira bisa sampai di hadapannya dan mengucap sumpah pernikahan sama-sama, bersumpah akan setia dalam keadaan kaya atau miskin, sehat maupun kaya dan akan bersama selamanya.
Demi tuhan!
Shavira benar-benar sangat cantik, apalagi Bryan melihat gadis itu tersenyum gugup ke arahnya, benar-benar menggemaskan sekali.
Kini tibalah saatnya Shavira berdiru di hadapannya, dan Jamie selaku wali Shavira menyerahkan Shavira kepada Bryan calon suaminya.
"Jaga adikku baik-baik. Aku percaya jika kau adalah pria paling sempurna yang akan mencintai adikku dengan sempurna. Aku percaya padamu!"ucapnya sembaru menyerahkan tangan Shavira yang berada di genggaman tangannya kepada Bryan.
"Aku orang pertama yang akan membunuhmu, jika terjadi apa-apa dengan Adikku!"ucapnya.
Bryan mengangguk, menatap tulus wajah Shavira yang sudah nampak berkaca-kaca kareba ucapan Jamie, dan juga--ia merindukan ayah dan ibunya, andau saja mereka masih hidup, mungkin saat ini ayahnyalah yang akan mengantarnya ke altar.
"Aku berjanji, bukan hanya kepadamu, tapi kepada ayah dan ibumu bahwa aku akan menjaga putrinya dengan segenap jiwa dan ragaku, akan mencintainya hingga tetes darah penghabisan..."ucap Bryan.
Jamie mengangguk, kemudian mundur beberapa langkah bersama Shamanta, dan menyaksikan Bryan dan Shavira mengucap sumpah pernikahan.
Semoga kalian selalu berbahagia..
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.