Shavira langsung berlari di lorong rumah sakit, tidak peduli dengan nasib beberapa orang yang telah ia senggol barusan. Dengan derai air mata ia mencari dimana keberadaan kedua kakanya, Jamie dan Emilly.
"Kakak... kenapa? Kenapa mommy bisa disini?"isaknya.
Shamanta langsung menarik tubuh Shavira ke dalam pelukannya, bukan hanya Shavira yang terpukul akan kejadian ini, Jamie dan Emilly pun sama. Bahkan Jamie adalah orang yang paling terpukul, pria itu terus menangis sembari memukuli tembok yang berada di hadapannya terus menyalahkan dirinya yang tidak bisa menjaga Rossaline.
Emilly juga sama, ia tidak menyangka, setelah pulang dari pelatihannya di luar kota, ia harus mendengar kabar jika Rossaline masuk ruang UGD dari Jamie.
Shavira juga sama, gadis itu tidak menyangka akan seperti ini, bukankah beberapa saat lalu mereka masih saling menelepon? Lalu kenapa sekarang?
Sedangkan Bryan hanya diam, enggan menghampiri orang-orang yang menangis di depan ruang UGD.
"BRENGSEK KAU!"
Dan tanpa di duga, Jamie langsung melayangkan pukulannya ke wajah Bryan bertubi-tubi.
"Jamie sudah, JAMIE!"teriakan Shamanta berhasil membuat kegiatan Jamie terhenti. Pria itu masih menatap Bryan yang sudah tersungkur tidak berdaya di hadapannya.
"Tidakkah kau sadar jika saat ini kita di rumah sakit? Di depan kamar rawat mommy? Kau hanya akan membuat mommy semakin sedih kak..."lirih Emilly.
Sedangkan Shavira hanya diam mematung, seolah mencari tahu apa yang membuat kakaknya semarah itu kepada Bryan, bukankah sebelumnya hubungan mereka berdua sangat dekat?
Shavira mengira, jika Shamanta akan menolong Bryan, namun yang terjadi adalah, gadis itu justru malah sibuk menenangkan Jamie yang masih sangat emosi kepada Bryan.
Sebenarnya apa yang telah ia lewatkan?
"Demi tuhan Bryan! Urusan kita belum selesai! Jika ada hal yang terjadi dengan kesehatan mommy, aku benar-benar tidak akan pernah memaafkanmu! Camkan itu brengsek!"
Dugh!
Sekali lagi Jamie menendang tubuh Bryan yang masih tersungkur tak berdaya.
"Pergilah Bryan, aku tidak ingin Jamie melakukan hal yang lebih dari ini"desis Shamanta.
Shavira masih bergeming, bahkan saat Bryan sudah pergi, pikiran gadis itu terus bertanya-tanya, apa yang sebenarnya telah terjadi.
"Kakak ada ap--"
"Jangan sekarang Shavira..."ucap Jamie dengan nada dingin yang tidak pernah Shavira dengar selama ini.
"Shamanta..."panggil Shavira, mungkin Shamanta bisa memberinya penjelasan, namun Shamanta memberinya sebuah gelengan kepala, yang berarti jika gadis itu juga tidak bisa memberitahunya sekarang.
*****
Beberapa jam yang lalu...
Sebelumnya, Rossaline baru saja menginjakkan kakinya di dalam lift yang akan membawanya ke apartement milik Bryan, ia memang sedikit keras kepala dengan tidak mendengarkan ucapan putrinya yang mengatakan jika Bryan sedang sangat sibuk. Ia tahu jika Shavira berbohong, karena sebelumnya ia sudah menelepon kantor Bryan dan sekretarisnya mengatakan jika seharian ini Bryan tidak masuk ke kantor. Maka yang ia lakukan adalah mencari pria itu ke apartementnya.
Pintu lift itu berdenting, kemudian terbuka, menandakan jika dirinya telah sampai di tempat yang ia tuju, 804, itu adalah nomor apartement milik pria itu, dan ia hanya perlu mencari nomor tersebut di setiap pintu.
Tak lama kemudian, ia menemuka pintu tersebut dan mulai menekan belnya berkali-kali.
"Apa Bryan sudah tidur ya?"gumamnya, ia benar-benar sama sekali tidak memghiraukan putrinya yang mengatakan ia harus segera tidur dan meminum obatnya.
Memang dalam beberapa bulan ini Rossaline memiliki sebuah penyakit jantung yang sudah sangat kronis, ia harus rajin-rajin menjaga pola makan, mengatur jam tidur dan rutin meminum obatnya. Tapi malam ini ia tidak melakukan semuanya, toh ia hanya melupakannya sekali, jadi tidak akan berdampak apa pun kepada tubuhnya nanti, begitu pikirnya.
Rossaline kembali menekan bel apartement tersebut dan pintu itu terbuka, menujukkan sosok gadis cantik berdarah jepang, bukan. Bukan itu hang membuatnya terkejut, melainkan tampilan gadis itu yang sudah semraut, dengan tiga kancing depan yang terbuka yang memperlihatkan kedua payudaranya yang tidak terbalut bra, dan rambutnya yang sama berantakan dengan pakaiannya.
"Siapa Miyuki?"sosok Bryan muncul di belakang tubuh Miyuki, yang lagi-lagi membuat Rossaline terkejut.
Pria itu tidak memakai pakaian atasnya, ada bekas lipstik di sekujur dadanya dan juga bibirnya, kemudian Rossaline menatap kembali ke arah gadis tersebut dan menemukan lipstik di bibir gadis itu juga sangat berantakan.
Rossaline meraba dadanya yang terasa sangat sesak, apa yang telah pria itu lakukan dengan gadis jepang ini?
"Nyonya..."panik Miyuki, sedangkan Bryan hanya bergeming, tidak tahu harus berbuat apa.
"Bisakah kau membantuku?"ucap Miyuki yang kini bergerak memapah tubuh Rossaline yang hampir limbung, namun Rossaline menepisnya.
"Jangan menyentuhku!"ucapnya, jangan lupakan tatapan matanya yang menatap tajam ke arah Bruan dan Miyuki.
"Apa salah putriku kepadamu? Kenapa kau menyakitinya?"isaknya yang kini merasakan sakit yang luar biasa di dadanya.
Ia shock, tidak menyangka jika Bryan telah mengkhianati putrinya, putri bungsunya yang teramat ia sayangi.
"Mommy!"teriakan Shamanta dan Jamie terdengar sangat keras di telinga Rossaline, bahkan saat itu tubuhnya sudah sangat lemah, ia tidak tahu persisnya kapan putranya itu datang dan memaki Bryan. Karena sebelum itu terjadi, kedua matanya sudah tertutup.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Possessive With Me [Completed✔]
RomanceShavira Greyson, wanita ceria dan memiliki sifat mudah beradaptasi. Tiba-tiba terjebak ke dalam kehidupan seorang Bryan Kaslavo. Pria angkuh yang tiba-tiba muncul dan membawanya terjebak lebih dalam ke kehidupannya yang rumit dan gelap. Memasuki keh...
![Mr. Possessive With Me [Completed✔]](https://img.wattpad.com/cover/141309314-64-k703858.jpg)