Shavira Greyson, wanita ceria dan memiliki sifat mudah beradaptasi. Tiba-tiba terjebak ke dalam kehidupan seorang Bryan Kaslavo. Pria angkuh yang tiba-tiba muncul dan membawanya terjebak lebih dalam ke kehidupannya yang rumit dan gelap.
Memasuki keh...
Belum sempat Shavira protes, Bryan sudah membungkam bibirnya dengan sebuah ciuman lembut yang membuat otak Shavira mendadak berhenti bekerja.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***********
Bastard. Itu kata yang terpintas di kepala Shavira setiap kali melihat atau mendengar nama Bryan Kaslavo. Jika sebelumnya kalian berfikir bahwa Shavira akan menampar Bryan karena mencuri ciuman serta mempermalukannya di depan umum, maka itu salah. Karena yang di lakukan Shavira adalah menggigit bibir bawah Bryan dengan keras hingga pria itu melepaskan ciumannya dengan bibir yang sudah berdarah.
Bagi Shavira, hidupnya tidak pernah merasa tenang semenjak bertemu dengan sosok pria gila, Bryan Kaslavo.Tapi ia bersyukur setelah insiden tempo hari Bryan tidak pernah muncul lagi. Ah, mungkin pria itu sedang menyembuhkan bibirnya yang benar-benar membengkak karena gigitannya tempo hari.
"Selamat pagi semuanyaaa!!" Samar-samar Shavira mendengar suara seseorang, tapi ia tak peduli ia terus makan sembari sesekali membalas pesan chat dari Gallen selaku managernya.
Sial! Shavira mendadak tersedak makanannya sendiri, ia tentu tidak salah dengar jika suara itu adalah milik suara Bryan Kaslavo.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dan benar saja. Pria itu sudah mulai memasuki ruang makan dengan langkah angkuhnya. Kali ini ia tidak memakai pakaian formal seperti tempo hari, melainkan menggunakan pakaian santai yang terlihat sangat pas di tubuhnya.
Aissh!
Shavira menggelengkan kepalanya. Ketika mendapati bahwa dirinya sedang memperhatikan tampilan pria bastard yang tak jauh darinya. Oh sial! Kenapa ia melakukannya?
"Oh,selamat pagi Bryan. Kau sudah sarapan nak ?"ujar Rossaline pada sosok tegap yang kini berdiri tepat di sampingnya. Bryan kemudian mengecup pipi kanan Rossaline kemudian menggelengkan kepalanya.
"Belum Aunty, aku belum sempat sarapan..."jawabnya, sedang matanya tak pernah terlepas dari sosok gadis yang sedang meminum air putih itu. Dan tentusaja membuat Shavira benar-benar merasa risih, sekaligus gugup oleh tatapan mata coklat milik si Bastard ini.
"Benarkah? kalau begitu ayo sarapan bersama."ujar Rossaline yang lagi-lagi membuat Shavira kembali tersedak air yang sedang di minumnya.
Astaga! Bagaimana ia tidak tersedak, ketika tiba-tiba Bryan menarik kursi yang berada tepat di sampingnya. Pria ini benar-benar tidak pernah membuat hidupnya tenang, Oh Tuhan... Kenapa ia harus terus bertemu dengan pria sialan ini.
"Dan dimana Emilly?"Tanyanya lagi setelah menyadari jika dirinya tidak melihat Emilly
"Emilly sudah pergi ke---ASTAGA SHAVIRA !!" Pekik Rossaline ketika melihat anak bungsunya yang lagi-lagi tersedak.
"Minum dulu..."titah Bryan yang sudah menyodorkan segelas air putih untuk Shavira.
Hingga kedua tangan mereka tidak sengaja bersentuhan. Dan menciptakan desiran aneh pada diri Shavira, Belum lagi pria Bastard itu berpindah ke belakang tubuhnya. Sedang dada Shavira berdetak tak keruan ketika tangan Bryan menyentuh kulit lehernya, ia sedikit menepuk-nepuk pelan bagian sana.
Demi Tuhan! Shavira hanya tersedak air dan kenapa si Bastard ini melakukan hal seperti itu, seolah Shavira barusaja tersedak biji Alpukat!
Shavira benar-benar semakin ingin pergi menjauh dari si Bastard sialan ini.
"Kenapa hari ini kau banyak sekali tersedak Shavira ?"tanya Rossaline.
Namun Shavira tidak menjawab, ia sedang sibuk mengatur detak jantungnya yang berdetak tak keruan seperti ini.
"Lain kali, makanlah dengan pelan Shavira.." itu bukan suara Rossaline. Melainkan suara Bryan yang sudah berpindah kembali ke tempat duduknya.
Shavira masih bergeming, selera makannya sudah lenyap begitu saja, sedang jantungnya terus berdetak kencang hingga akhirnya ia hanya diam tanpa berminat menyimak percakapan yang terjadi diantara Bryan dan Rossaline.