Jamie langsung mendorong tubuh Bryan yang hendak masuk ke dalam kamar rawat Shavira, memang beberapa saat sebelumnya Bryan menghubungi Jamie dan mengatakan jika Shavira sedang berada di rumah sakit.
Shamanta mengusap pelan bahu sang sepupu, "Maafkan sikap Jamie ya..."ucapnya.
Bryan mengangguk, ia sangat memaklumi sikap Jamie kepadanya, karena ia tahu jika pria itu sangat menyayangi adiknya.
"Bagaimana kejadiannya?"tanya Shmanta.
"Aku tidak tahu, yang ku lihat adalah seseorang dengan sengaja menusukkan pisau pada pinggang Shavira, dan saat ini polisi sedang memburunya..."gumam Bryan.
Shamanta tersenyum, ia tahu jika Bryan tidak pernah meninggalkan Shavira, pria itu selalu berada dimana Shavira berada dan selalu menjaganya agar tidak terjadi apa-apa dengan Shavira, mengingat jika Miyuki masih berkeliaran di Newyork.
"Aku gagal Shamanta..."lirihnya.k Shamanta menggelengkan kepalanya dan memeluk Bryan dengan erat. "Kau tidak gagal, jika bukan karenamu, mungkin Shavira tidak akan berada disini..."ucap Shamanta.
"Tidak Shamnta, aku telah gagal menjaganya, aku gagal!"lirih pria itu.
Shamanta turut meneteskan air matanya, ia tahu jika selama ini Bryan juga berusaha payah mengingat kembali semua hal tentang Shavira yang hilang di ingatannya, dan Shamanta tahu jika perasaan Bryan tidak pernah sedikitpun menghilang meski Shavira telah hilang di ingatannya.
Jamie masih memandangi wajah Shavira yang masih terpejam, ia sangat panik ketika Bryan menghubunginya dan mengatakan jika adiknya sedang berada di rumah sakit. Awalnya Jamie ingin marah dan nyaris menuduh Bryan yang telah menyebabkan adiknya masuk rumah sakit, namun ketika ia menelepon kepada dokter yang biasa merawat keluarga mereka, dokter itu mengatakan jika Bryan baru saja mendonorkan darahnya untuk menyelamatkan Shavira, dan pria itu juga membawa Shavira dengan tepat waktu.
Jamie ingin berterima kasih atas itu, namun egonya terlalu besar, ia masih mengingat apa yang di lakukan Bryan sebelum ibunya meninggal.
Setelah lama memandangi wajah sang adik, Jamie segera keluar dan menemui Shamanta yang duduk sendiri di luar ruangan.
"Dimana pria itu?"memang setelah hari iti, Jamie tidak pernah menyebut nama Bryan dengan benar, ia selalu menyebutkan "Pria itu" setiap kali membicarakan Bryan.
"Mungkin pergi..."ucapnya acuh.
Sejak hari itu juga, Shamanta selalu bersikap acuh kepadanya. "Ayolah Shamanta, janga terus seperti ini kepadaku..."gusarnya.
"Aku tidak suka denganmu, kau itu benar-benar sangat kekanakkan, dengan melimpahkan kejadian yang menimpa mommy kepada Bryan, kau bahkan belum mendengar semua penjelasannya!"ketus Shamanta.
Jamie berdecak, "Shamanta plis, jangan eg--"
"Aku tidak egois!"potong Shamanta. "Justru kau yang paling egois disini! Kau telah membuat adikmu menderita karena keegoisanmu!"cecar Shamanta, yang kali ini berhasil membuat Jamie terdiam.
"Tidakkah kau lihat jika seminggu ini Shavira sangat menderita heh? Tidakkah kau lihat jika selama ini Shavira selalu menangis setiap malam?"ucap Shamanta lagi.
"Bagaimana jika kau yang berada di posisi Bryan?"tanya Shamanta lagi.
Jamie mengepalkan kedua telapak tangannya, demi tuhan! Ia tahu semuanya, ia tahu jika setiap malam Shavira menangis, ia tahu jika Shavira menderita!
Dan tanpa mempedulikan Shamanta, Jamie langsung pergi meninggalkan Shamanta yang mulai terisak melihat kepergian Jamie.
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Possessive With Me [Completed✔]
DragosteShavira Greyson, wanita ceria dan memiliki sifat mudah beradaptasi. Tiba-tiba terjebak ke dalam kehidupan seorang Bryan Kaslavo. Pria angkuh yang tiba-tiba muncul dan membawanya terjebak lebih dalam ke kehidupannya yang rumit dan gelap. Memasuki keh...
![Mr. Possessive With Me [Completed✔]](https://img.wattpad.com/cover/141309314-64-k703858.jpg)