"Kau mau ice cream?"tawar Bryan.
Shavira mengangguk, "Aku ingin rasa Strawberry"ucapnya.
Bryan kemudian mengucapkan pesanan mereka kepada seorang waitress. Ya, keduanya sedang berada di sebuah kedai Ice Cream SWEET MEMORIES. Tempat yang di dominasi oleh biru tosca dan pink yang menyediakan berbagai varian jenis ice cream dari seluruh penjuru dunia.
Kedai itu juga memiliki tempat yang sangat luas hampir menyerupai cafe. Tapi ownernya tidak mau menyebut kedainya itu sebagai cafe. Selain memiliki ruangan bagian dalam, pengunjung juga di manjakan oleh open space yang luas yang dapat menyegarkan mata para pengunjung.
Keren saja tidak cukup untuk mendeskripsikan tempat ini. Dan Shavira mengakui jika ia baru pertama kali pergi ke tempat ini.
"Kau sering kemari?"tanya Shavira pada Bryan yang sudah menyuapkan ice cream tiramisu miliknya.
Bryan mengangguk, kemudian menatap wajah Shavira yang nampak masih sangat takjub dengan tempat ini.
"Kau tahu kenapa pemilik Kedai ini menamainya dengan Sweet Memories?"tanya Bryan.
Shavira balas menatap Bryan, lalu kemudian menggeleng pelan seraya bertanya "Kenapa?"
"Karena ia ingin tempat ini dapat menciptakan banyak kenangan manis dan indah bagi pengunjungnya. Untuk itu cafe yang kita kenal dengan nama Kedai ini di desain dengan indah dan semanis mungkin."jelas Bryan.
Shavira menganggukkan kepalanya, kemudian kembali menyendokkan ice cream ke mulutnya.
"Lalu apa kau sudah menemukan kenangan manis di tempat ini?"tanya Shavira. Ia sendiri juga tidak tahu kenapa rasanya ia ingin sekali menanyakan hal itu pada pria di hadapannya.
Bryan sedikit terkekeh "Belum, aku belum menemukannya. Mungkin suatu saat aku akan dapat menemukan kenangan indah dan manis disini."ucapnya sembari menatap lekat pada wajah Shavira.
Shavira mendadak diam, berhenti menyuapkan ice crem ke mulutnya. Ia terpaku oleh tatapan mata milik Bryan yang selalu saja membuat hatinya sedikit berdesir tidak karuan seperti biasanya.
Entah kenapa rasa ice cream strawberry di mulutnya mendadak terasa hambar, oh Tuhan. Efek tatapan Bryan benar-benar berdampak sangat besar untuk Shavira.
Shavira berdehem, mengalihkan tatapan matanya dari mata Bryan. Ia kembali menyuapkan ice cream ke mulutnya dengan salah tingkah. Oh ayolah, kenapa Bryan harus menatapnya seperti itu?
Shavira kembali berdehem, semakin tidak nyaman dengan keadaan seperti ini. Karena apa? Karena Bryan masih saja belum melepaskan tatapannya dari Shavira, meski sesekali pria itu melahap ice cream miliknya, matanya tetap tidak pernah sedetikpun melepaskan Shavira.
Ya tuhan...
Terlalu lama berdekatan dengan makhluk ini benar-benar tidak aman untuknya.
Sangat-sangat tidak aman.
*********
Rasanya sudah sangat lama Shavira tidak merasa sebahagia ini, setelah ia selesai makan Ice Cream barusan, Bryan mengajaknya pergi ke sebuah pameran foto. Bryan tahu jika puteri bungsu keluarga Greyson itu sangat menyukai segala hal yang berhubungan dengan foto dan Kamera. Untuk itu selama mereka berada di kedai ice cream, Bryan meminta bantuan sekretarisnya untuk mencarikan tempat yang sedang mengadakan pameran foto. Dan kebetulan tempatnya masih berada di kota yang sama dengan mereka. Jadi Bryan mengajak Shavira kesana, setidaknya hari ini Shavira melupakan kesedihannya sejenak.
"Kau suka?"tanya Bryan.
Shavira mengangguk dengan senyuman lebarnya, dan itu menular pada Bryan. Pria itu ikut tersenyum, merasa senang atas apa yang ia lakukan untuk menyenangkan hati Shavira itu benar-benar berhasil.
Dan tanpa di duga Shavira memberikan sebuah pelukan kepadanya dengan erat, yang di iringi sebuah pekikan senang dari mulutnya. Bryan sedikit terkekeh kemudian membalas pelukan yang di berikan oleh gadis itu.
"Aku sangat suka ini. Sudah lama sekali aku tidak pernah pergi ke tempat seperti ini. Oh ya tuhan... terima kasih banyak Tuan Kaslavo. "ujarnya masih dengan nada antusiasnya.
"Aku senang jika kau menyukainya"balas Bryan.
Bryan sedikit merasa kecewa ketika Shavira melepaskan pelukannya. Dan berjalan lebih dulu meninggalkn Bryan yang masih melongo tak percaya dengan tingkah putri bungsu dari keluarga Greyson itu.
Dia benar-benar unik, dan itu yang membuat Bryan tertarik pada sosok gadis bernama Shavira Greyson. Bryan benar-benar menyukai sosok Shavira karena keunikannya, padahal baru beberapa jam yang lalu dia bersikap manis padanya dan sekarang ia kembali menjadi gadis yang angkuh.
Oh Astaga...
"Aku bisa mengajakmu ke tempat seperti ini setiap hari, jika kau mau"ucap Bryan yang entah sejak kapan berada di dekat Shavira.
Shavira sedikit terkejut, dengan Bryan yang sudah berada di dekatnya. Entah mungkin karena ia sibuk mengagumi karya seni hasil jepretan tangan-tangan para Photographer profesional yang benar-benar membuat semua mata terkagum-kagum melihatnya.
"Kau mau kemana?"tanya Bryan ketika Shavira berlari kecil menuju arah pintu keluar.
"AKU INGIN PULANG TUAN KASLAVO. DAN TERIMA KASIH UNTUK HARI INI"teriaknya. Dan tak lama kemudian gadis itu pergi menaiki taxi. Meninggalkan Bryan yang masih melongo melihat tingkah gadis itu.
Oh ya tuhan...
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Possessive With Me [Completed✔]
RomanceShavira Greyson, wanita ceria dan memiliki sifat mudah beradaptasi. Tiba-tiba terjebak ke dalam kehidupan seorang Bryan Kaslavo. Pria angkuh yang tiba-tiba muncul dan membawanya terjebak lebih dalam ke kehidupannya yang rumit dan gelap. Memasuki keh...
![Mr. Possessive With Me [Completed✔]](https://img.wattpad.com/cover/141309314-64-k703858.jpg)