Shavira Greyson, wanita ceria dan memiliki sifat mudah beradaptasi. Tiba-tiba terjebak ke dalam kehidupan seorang Bryan Kaslavo. Pria angkuh yang tiba-tiba muncul dan membawanya terjebak lebih dalam ke kehidupannya yang rumit dan gelap.
Memasuki keh...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari ini sungguh hari paling menyebalkan bagi Shavira, karena apa? karena hari ini ia kembali kepada rutinitas biasanya, Kuliah dan bekerja seharian penuh di studio photo milik Gallen Harisson. Oh ayolah, Shavira masih ingin berlibur dan merasakan indahnya tidur seharian penuh tanpa pengganggu.
"Oke semuanya, kerja bagus. Kita Break dulu sebentar!"seru Gallen.
Shavira akhirnya bisa bernafas lega setelah hampir seharian ini sangat sibuk memotret banyak model yang benar-benar susah di atur itu.
Ah, benar-benar menyebalkan!
"Bryan?"gumamnya.
Shavira tidak menyangka jika pria itu berada disini dengan masih menggunakan pakaian formalnya. Shavira tersenyum canggung kepada pria yang sedang melambaikan tangan ke arahnya, mau tidak mau dirinya juga membalas lambaian tangan itu. Kemudian berjalan menghampiri pria itu.
"Sedang apa kau disini?"tanya Shavira.
Bryan mengangkat bahunya acuh, kemudian menyodorkan sebuah minuman kaleng berperisa jeruk yang sepertinya adalah minuman dingin, kepada Shavira.
"Kau tidak ke kantor?"tanya Shavira, kemudian gadis itu mulai menenggak minuman kaleng yang barusaja Bryan berikan padanya.
"Aaaaahh segarnya..."ujarnya. Setelah merasakan minuman itu di tenggorokannya.
Sedangkan Bryan terkekeh dengan tingkah gadis itu yang benar-benar sangat unik baginya, Bryan memang meminta sekretaris dan asistentnya untuk menghandle semua jadwalnya, hanya untuk menemui gadis pujaannya yang belakangan ini benar-benar telah mengacaukan hati dan fikirannya.
"Apa masih belum selesai?"tanya Bryan yang hanya di balas oleh gelengan pelan oleh gadis itu.
"Sepertinya aku benar-benar harus lembur!"keluhnya.
Bryan mengusap pucuk kepala Shavira dengan lembut, yang berhasil membuat jantung Shavira berdebar tidak karuan. Shavira akui jika Bryan bebar-bebar sangat berpengaruh besar bagi dirinya. Buktinya hanya karena usapan itu jantungnya benar-benar sudah sangat berdebar tidak beraturan seperti ini.
"Semangat! Aku akan menemanimu disini"ujar Bryan. Yang benar-benar membuat Shavira membeku.
Bryan mau menemaninya?
Bryan mengangguk, seolah barusaja membaca isi fikiran gadis di hadapannya yang masih membisu.
*******
"Benar-benar melelahkan!"keluh Shavira.
Bryan terkekeh, menyentuh kepala gadis yang sedang duduk di sampingnya, dan menyandarkannya ke bahu lebar miliknya. Bryan tahu jika Shavira benar-benar sangat lelah, gadis itu bekerja dari pagi dan pukul sepuluh malam baru selesai.
"Eh?"pekik Shavira.
"Tidak apa-apa, bersandar saja siapa tahu rasa lelahmu akan sedikit membaik..."ujar Bryan.
Shavira terdiam, mencoba menyembunyikan senyum tipis di bibirnya dan debaran jantungnya yang menggila. Ah ya tuhan, kenapa Bryan selalu manis terhadapnya? Bryan sedikit tersenyum, menaklukan putri bungsu Greyson benar-benar sangat sulit, lebih sulit dari yang ia bayangkan.
Bryan sering kesulitan menghadapi perubahan mood Shavira yang sangat sering sekali berubah-ubah seperti bunglon. Namun justru karena sifat gadis itu yang seperti bunglonlah yang membuat Bryan benar-benar tergila-gila pada si bungsu keluarga Greyson.
"Kau ingin pulang sekarang?"tanya Bryan yang mendapat anggukan pelan dari gadis yang masih betah bersandar di bahunya.
Bryan terkekeh, sepertinya gadis itu tidak rela meninggalkan bahu nyamannya tersebut. Terbukti dengan hingga saat ini gadis itu masih belum ingin beranjak dari sana setelah anggukkannya barusan.
Shavira segera menjauh dari Bryan, bahkan gadis itu mendorong Bryan dengan keras. Kemudian gadis itu menutup kedua wajahnya dengan telapak tangannya.
Ya tuhan! Arvella benar-benar malu dengan tingkahnya barusan. Bisa-bisanya dirinya malah melakukan hal barusan? Apa-apaan dia itu?
Bryan berdehem, uh...oh...sepertinya sifat gadis itu kembali berubah menjadi ketus dan senang memaki.
Ya tuhan...
"Ayo pulang!"ketus gadis itu sembari melangkah meninggalkan dirinya yang masih terkejut atas perubahan sikap gadis itu.
"AYO KASLAVO!!"teriak gadis itu.
Sepertinya, dirinya harus lebih bersabar lagi menghadapi sikap gadis yang satu ini.