I choose you.
And I'll choose you
over and over
and over.
Without pause,
without a doubt,
in a heartbeat
I'll keep choosing you.
So trust me,
And let's walk together.
***
Anne berlari mengambil mantel dan tasnya kemudian berlari lagi untuk mengambil high heelsnya. Dia memasangnya dengan terburu-buru dan dengan cepat melangkah keluar dari apartmentnya.
Di dalam lift yang akan membawaya ke lantai dasar ia berkaca sembari merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena terburu-buru. Sekaligus memoles lip tint pada bibirnya.
Ahh.. tidak lupa parfum yang kemarin ia beli.
Oke. Selesai.
Ia sudah telat dalam kencan pertamanya.
Dengan Julian
Ya. Pertama dalam hubungan mereka yang baru.
Anne tersenyum "Apa aku membuatmu menunggu lama?"
"Tidak. Aku baru saja tiba" ujar Julian mempersilahkan Anne masuk ke mobilnya. Pria itu bohong kan? Anne jelas sudah telat 15 menit dari waktu janjian.
"Jadi kemana kita akan pergi?" tanya Anne
"Sejujurnya aku tidak tau caranya berkencan. Tapi apa kau lapar?" tanya Julian menjalankan mobilnya
"Sedikit?"
"Baiklah. Kalau begitu mari pergi makan terlebih dahulu"
Anne terkekeh. Baru kali ini Julian terasa sangat kaku dan canggung.
Ahh.. bukankah pria itu memang sudah kaku sejak awal?
"Kau benar-benar tidak pernah berkencan sebelumnya, huh?" tanya Anne menyipitkan matanya menatap pria di sampingnya
Julian mengangguk dan wanita itu tidak menemukan sedikitpun kebohongan. Kemana saja para wanita di dunia ini sampai menyia-nyiakan pria tampan sepertinya?
Julian berkata dengan ekspresi datarnya "Aku menghabiskan sebagian besar waktu kuliahku untuk mengejarmu. Jadi aku tidak tertarik pada perempuan yang lain"
Oh Tuhan. Kemana saja dia selama ini? Kenapa kau membuatnya menganggur sangat lama?
"Sewaktu sekolah? Sebelum kau bertemu denganku? Masa tidak ada satupun?" tanya Anne lagi dengan penasaran. Masih siap mengorek informasi tentang pria di sampingnya itu.
"Ada beberapa perempuan. Tapi entahlah. Dulu aku belum tertarik dengan hal seperti pacaran dan sebagainya" Julian masih fokus menyetir. Pandangannya lurus ke depan.
"Lalu kenapa tiba-tiba kau tertarik padaku?"
Julian tampak berpikir keras sebelum menjawab "Takdir?"
Anne tampak kaget dengan jawabannya. Di luar ekspektasi. Padahal ia berharap pria itu menjawab seperti tentang kecantikannya yang paripurna atau tentang betapa indah bentuk tubuhnya.
Itu terasa lebih realistis.. dan sexy.
Oke lupakan.
Anne menggeleng dan menetralisir pikirannya dengan cepat "Jadi setelah aku berpacaran dengan Charles.. kau masih mengejarku?"
"Tidak. Aku tidak mengejarmu, tapi aku memperhatikanmu"
"Kau tidak mengejarku?" tanya Anne
"Iya." Julian mengangguk
KAMU SEDANG MEMBACA
Affair
RomanceWARNING: MATURE CONTENT!!! (17+) Keseluruhan cerita ini mengandung konten dewasa dan sangat diharapkan kebijaksanaan para pembaca dalam memilih konten bacaan. *** Kejadian tak terduga saat itu benar-benar mengubah segalanya, tepatnya di hari itu pad...
