Nikah kantor, istilah lain untuk menghadap pernikahan dikalangan prajurit. Selain diakui oleh agama, memiliki bukti nikah dari KUA, juga mendapat Surat Ijin Nikah (SIN) dari dinas. Pemberkasan awal untuk melengkapi dokumen-dokumen alias surat-surat adalah ke staf personel di satuan calon suami.
Semua ini terjadi cukup rumit, seperti mengurus surat keterangan belum menikah yang ditandatangani Lurah, Camat dan kepala KUA, surat keterangan asal-usul yang ditandatangani lurah dan camat, surat keterangan tentang orang tua yang ditandatangani oleh lurah, surat keterangan untuk kawin yang ditandatangani oleh lurah, surat pernyataan kesanggupan calon istri untuk mendampingi prajurit dan memahami bahwa tugas anggota TNI AD adalah mengabdi kepada nusa, bangsa, dan negara serta alat negara harus tunduk dan taat kepada kedinasannya dan patuh terhadap tata tertib TNI AD.
Serangkaian pengurusan berkas-berkas pernikahan kini sedang ku persiapkan. Aku harus pergi bolak balik ke Bekasi untuk mengurus semuanya karena beberapa dokumen masih tertera dengan alamat domisili yang lama.
"Kamu mulai kuliah kapan?"
"Masih lama, Mbak. Bulan September. Kenapa?"
"Gapapa. Si Ahmad ada dirumah?"
"Lah? Ahmad? Kakaknya Diana?"
"Iya, Ahmad. Temen ngaji kita."
"Gak tau deh. Aku gak liat daritadi. Cie nyariin."
"Bukan apa-apa. Takut dia nyamperin kalo tau aku ada di Bekasi. Males aja."
"Hemm. Gak ngeliat aku. Besok kita balik ke Bandung jam berapa?"
"Ba'da dzuhur aja."
"Oke deh. Aku izin mau silaturahim ke rumah temen SMA ku dulu ya, Mbak. Hihi."
"Iya boleh. Sekarang kita istirahat yuk. Udah malem."
"Yuk."
"Ehh. Vin.."
"Apa?"
"Tidurnya di ruang tamu aja sih. Mbak Dira takut. Udah lama gak tidur disini. Sepi banget gak ada Ayah atau Ibu."
"Hahaha. Udah mau nikah masih takut aja. Kita pindah belum ada satu tahun loh?"
"Iyah..iyah..yaudah ayuk disini aja."
"Baiklah."
****
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumussalam. Reinaaaaaaaaaa! Aku kangen banget sama kamu!"aku memeluk erat Reina yang sengaja datang kerumah karena sudah ku beri tahu sebelumnya.
"Dira makin cantik! Mau nikah mah beda."
"Ihhh enggak. Sama aja kali. Gimana kabar kamu?"
"Baik sayang. Kamu kok jadi makin cantik sih."
"Apa-apaan sih? Biasa aja tau."
"Eh. Btw kok bisa sama kak siapa tuh?"
"Khurnia, Rein."
"Iya, kok bisa sih? Bukannya kamu dan kak Rian cocok banget? YaAllah, Ra...kalian itu pasangan yang dunia akhirat banget."
Mendengar kata-kata Reina, pikiranku teralih pada dirinya. Semua memimpikan mendapatkan jodoh yang juga memiliki ilmu agama yang baik sepertinya. Ah sudahlah, jangan terus menyalahkan keadaan."Udah jangan dibahas. Bahas yang lain aja ahh."
"Bahas kak Khurniamu? Ejie....."
"Apaansih!"
"Tuh kan mulai merah-merah pipinya. Tapi dia ganteng tau, Ra. Bedanya kalo kak Rian itu putih, dia kulitnya coklat. Ada manis-manisnya pula."
KAMU SEDANG MEMBACA
Kembali untuk Pergi...
Novela JuvenilKetika Nadira jatuh cinta yang pertama kali dalam hidupnya. Membuat begitu banyak cinta yang datang mendekat. Namun sayangnya, dia hanya tertarik pada seorang pria yang tak sengaja Allah pertemukan dalam suatu tempat. Cintanya semakin rumit. Membua...
