(14) Who Are You?

2.4K 304 10
                                        

Flashback

"Happy birthday to you,"

Jennie kecil bernyanyi dengan suara nyaring. Laki-laki itu menatapnya dengan mata berbinar. Senyum manis tak henti-hentinya terukir di bibir mereka.

Jeje membawa kue kecil dengan lilin berbentuk angka. Ia membawanya dengan sangat hati-hati sambil berjalan menuju tepian danau dimana Binbin berdiri.

Senyumnya merekah dan wajahnya sangat cerah saat tiba-tiba Jeje muncul dan menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuknya.

"Happy birthday Kim Hanbin..
Happy birthday to you.."

Keduanya sudah saling bertatap muka.

Jeje memakai gaun sederhana berwarna merah muda namun sangat manis ditambah dengan pita senada di rambut hitamnya.

Binbin tak bisa memalingkan wajahnya dari Jeje. Penampilan sahabatnya sangat cantik hari ini.

"Kau sangat cantik,"

Ucapan Binbin sukses membuat semburat merah tipis di pipi Jeje. Jeje tersenyum mengisyaratkan ucapan terima kasih.

"Ayo tiup lilinnya." kata Jeje sambil menyodorkan kue kecil itu pada Binbin.

Laki-laki itu mengangguk, ia sudah setengah menarik nafas namun harus ia hembuskan lagi saat tiba-tiba Jeje menarik kembali kue itu. Tatapan Binbin bertanya-tanya.

"Ada apa?"

"Kamu lupa lagi." Bibir Jennie mengerucut kesal.

Hanbin kecil nampak kebingungan. Ia memasang wajah polos khas miliknya.

"Buat permohonan dulu." gerutu Jennie. Hanbin menepuk dahinya lantas terkekeh pelan.

"Aku lupa," Hanbin segera menutup mata dan melipat tangan. Sesekali bibirnya terlihat berkomat-kamit mengucapkan permohonan.

Tak ia sadari ada seorang gadis di hadapannya kini tengah menahan tawa akibat ekspresi Hanbin.

"Amin.." Hanbin menyudahi permohonannya disambut anggukan dari Jennie.

"Tiup," perintah Jennie.

Hanbin justru terdiam beberapa saat kemudian tersenyum. Ia mengambil satu langkah lebih dekat dengan Jennie. Tangannya menopang kue di tangan Jennie dari bawah sehingga mereka nampak memegang kue itu bersama.

Jennie tak paham, ia menggeleng pelan.

"Hm?"

"Bodoh," Hanbin mengacak pelan rambut panjang Jennie.

"Kita tiup bersama," sambungHanbin disambut senyum lebar dari Jennie.

"1.."

"2.."

"3.."

"Yeay.."

Jennie berteriak girang saat lilin berhasil dipadamkan.

"Happy birthday to you,"

"Terima kasih, Je"

Hanbin memeluk erat tubuh gadis itu.

***

Suasana canggung ini sedikit mengganggu Jennie. Pria di sampingnya terus saja menatap kosong ke arah danau mengacuhkan dirinya yang sedari tadi mencoba mencairkan suasana.

Found You [ Jenbin ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang