(7) Memories

2.7K 348 3
                                        

"Kak, gue kangen lo."

Tutt..

Panggilan Jennie diakhiri sepihak. Hanbin mematung di tepian ranjang. Ia terkekeh pelan.

"Kayaknya gue kalah taruhan dari Pak Tua itu."

***

Jennie gelisah. Matanya menolak terpejam padahal jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari.

Tubuhnya bergerak ke kanan dan ke kiri mencoba mencari posisi senyaman mungkin agar dia bisa tertidur. Namun sayang, usahanya tidak membuahkan hasil.

Ia mengubah posisinya menjadi telentang. Matanya menatap lurus ke arah langit-langit kamar. Pikirannya sibuk melayang membayangkan kejadian tadi.

Masih terlihat jelas peluh membasahi dahi Jennie. Ia menghela nafas,

"I found you,"

Flashback

"Kamu kenapa?"

Nampak seorang gadis kecil sedang duduk di tepian danau. Di pangkuannya terbaring kepala anak laki-laki yang tengah memegangi kepalanya.

Anak laki-laki itu tersenyum mengisyaratkan bahwa dia baik-baik saja. Gadis kecil itu nampak cemas melihat keadaan anak laki-laki di pangkuannya.

"Kamu sakit?"

Anak itu menggeleng lemah sambil terus tersenyum. Pandangan mereka beradu.

"Aku nggak apa-apa, kamu jangan takut."

"Abisnya tadi pas aku lewat rumah kamu, ada suara kaca pecah gitu. Terus pas aku mau pergi, kamu tiba-tiba lari sambil nangis." jelas gadis itu khas dengan gaya anak kecil polos.

Anak laki-laki itu tertawa. Ekspresi gadis ini memang sangat lucu saat bercerita. Pipi chubbynya menggembung dengan semburat merah tipis.

"Tadi aku pecahin gelas terus kabur gara-gara dimarahin Mama." jawab anak kecil itu sambil terkekeh.

Gadis manis ini memincingkan matanya. Menatap penuh selidik seolah mencari kebenaran di mata anak laki-laki itu.

"Hm kamu bohong ya!" Gadis itu mengerucutkan bibirnya. Ia berkacak pinggang.

"Enggak, aku nggak bohong."

"Bohong!"

"Enggak."

"Bohong!"

"Enggak!" Nada bicara anak laki-laki itu meninggi.

Tubuh gadis itu bergetar. Matanya berkaca-kaca menahan butiran bening di pelupuk matanya. Ia hendak berlari pergi namun tangan anak laki-laki itu menahannya.

"Aku minta maaf."

"Kamu jahat! Kamu tadi membentakku!" Gadis ini menangis sesenggukan.

"Iya aku salah, makanya aku mau minta maaf."

"Nggak mau!" Ia membuang muka.

Found You [ Jenbin ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang