Mengapa hingga detik ini aku masih tak percaya? Kamu, yang beberapa jam tadi baru kulihat, ternyata bisa kunikmati lagi jiwanya lewat percakapan dunia maya.
Aku menunggu setiap pesan yang kamu kirim kan kepadaku. Aku menanti setiap kalimat yang kamu ketik untuk ku.Kemudian, kita terhubung dalam sebuah panggilan telpon. Baru aku sadari, ternyata suaramu menenangkan untuk di dengarkan. Baru beberapa saat kita berkenalan, tapi kamu sudah lihai menyusupkan rasa penasaran. Kamu tiba-tiba mencari perhatian, menggenggam berbagai macam rasa ketidak percayaan. Sungguh kamukah itu yang menyusun pembicaraan?
Aku menatap langit-langit kamarku. Dan, tersenyum tanpa sebab, mencoba memahami setiap perasaan aneh dan canggung ini. Sudah lama sekali aku tidak merasakan letupan-letupan bisu karena menunggu kabar dari seseorang. Kamu berhasil memperkenalkan rasa itu lagi. Namun, yang aku takutkan kali ini : harapku kepadamu terlalu tinggi.-Iakhair.
2019, Januari 02th

KAMU SEDANG MEMBACA
Rasa di antara kita
Teen Fiction√ Cerita ini ditulis dari pertengahan Oktober 2018. √Publikasi 02 Januari 2019. ❗ Cerita ini hanya sebatas sajak kata. ••• ••• ••• ❗ Lanjut ke Prolog cerita.