Aku pernah berkenalan dengan luka setelah pada akhirnya kamu sodorkan bahagia. Genggaman tanganmu tidak akan pernah lepas lagi. Genggaman tanganmu tidak akan pernah terurai lagi. Aku dan kamu ternyata masih diberi kesempatan untuk bahagia.
Di hatiku, kamu sudah jadi nomor satu. Maka, jangan pernah memutuskan pergi untuk kali kedua. Karena kehilanganmu adalah kesedihan yang tidak ingin aku rasakan untuk kali kesekian.
Berjanjilah untuk tetap selalu ada meskipun ragamu kadang hanya mampu aku raih dalam doa. Kesibukan sering kali merenggutmu, tetapi berjanjilah kepadaku bahwa hatimu hanyalah milikku satu. Berjalan dan melangkahlah bersamaku. Izinkan aku jadi tujuan terakhirmu, bukan hanya persinggahan sesaatmu seperti waktu itu.
-Iakhair.

KAMU SEDANG MEMBACA
Rasa di antara kita
Teen Fiction√ Cerita ini ditulis dari pertengahan Oktober 2018. √Publikasi 02 Januari 2019. ❗ Cerita ini hanya sebatas sajak kata. ••• ••• ••• ❗ Lanjut ke Prolog cerita.