Begitu dalam belati yang kau tancapkan dalam hati, tapi mengapa rasa rinduku masih sulit mati? Masih terasa aroma tubuhmu, tawa renyahmu, hangat pesonamu, pekat pelukmu. Tapi, semua hanyalah bayangan yang berputar-putar di kepalaku.
Rasa rinduku semakin parah jika langit sedang menangis seperti ini. Seandainya, kamu disini, aku bisa dengan bebas memelukmu, menggenggam jemarimu, atau menghangatkan hatiku dengan senyummu. Sayangnya, kamu memutuskan pergi.
Aku memasang headset di telinga. Lagu yang kau nyanyi kan via whatsapp (voicenote). Setiap liriknya mengantarkanku kepada sosokmu, pada genggamanmu yang membuatku tenang dan pada senyummu yang membuatku senang. Sayangnya, mungkin semua itu tidak akan terulang.
Sayang, berikan aku sedikit saja petunjuk. Bagaimana caranya untuk menghapus bayangamu dari kepalaku? Sebab, kamu semakin terkenang dalam ingatan, semakin menguasai perasaan. Rindu ini terlalu berat jika hanya aku yang merasakan. Sendirian.
-Iakhair.

KAMU SEDANG MEMBACA
Rasa di antara kita
Teen Fiction√ Cerita ini ditulis dari pertengahan Oktober 2018. √Publikasi 02 Januari 2019. ❗ Cerita ini hanya sebatas sajak kata. ••• ••• ••• ❗ Lanjut ke Prolog cerita.