Setelah pertemuan itu, wajahmu semakin tidak mau pergi dari kamarku. Setiap detik yang berlalu saat bersamamu adalah detik terbaik yang sungguh membahagikanku. Diam-diam aku mengamati wajahmu, mengapa wajah itu selalu berhasil membuatku rindu? Mengapa genggamanmu selalu berhasil menghangatkanku.
Saat kamu menggenggam tanganku ada ledakan ajaib yang tercipta. Jika memang kita memiliki rasa yang sama, mengapa kamu beri rasa? Namun mengapa kau seperti biasa saja, mengapa aku rasakan getaran lain ketika kita saling bergenggam tangan? Aku begitu khawatir jika selama ini hanya aku yang berharap terlalu dalam, Hingga aku tenggelam.
Sungguh, aku sangat takut suatu saat nanti benar-benar mencintaimu. Karna ujung dari cinta adalah luka. Dan, aku tidak bisa bayangkan kalau suatu saat nanti harus kehilanganmu. Sayangku, dalam pertemuan yang selalu penuh tanya ini, aku hanya ingin kamu tahu: aku sangat takut kehilangan kamu.
-Iakhair.

KAMU SEDANG MEMBACA
Rasa di antara kita
Novela Juvenil√ Cerita ini ditulis dari pertengahan Oktober 2018. √Publikasi 02 Januari 2019. ❗ Cerita ini hanya sebatas sajak kata. ••• ••• ••• ❗ Lanjut ke Prolog cerita.