Aku lupa rasanya tidur pulas karena setiap malam waktuku habis hanya untuk menangisimu. Kamu seakan tak mengerti, ada hati yang menunggumu kembali. Mengapa tidak dari awal kamu ungkapkan semua agar kita sama-sama lega? Agar aku tidak sering bertanya?
Aku lupa rasanya tidur nyenyak karena rasa khawatir sudah terlalu banyak. Rasa sayangku turut terkoyak. Rindu ini tidak pernah kamu terima dengan bijak.
Sayangku, seharusnya dari awal jika memang punya cinta, mengapa tidak kamu ungkapkan saja? Agar pelukmu yang erat itu bisa seutuhnya aku miliki. Agar teduhnya sorot matamu itu bisa seterusnya aku nikmati.
Aku akan selalu jatuh cinta kepadamu. Berkali-kali setiap hari. Seperti kali pertama kita bertemu. Seperti kali pertama kita jatuh cinta. Tolong kembalikan aku pada pertemuan pertama. Saat aku tidak pernah mengenal luka.
-Iakhair.

KAMU SEDANG MEMBACA
Rasa di antara kita
Teen Fiction√ Cerita ini ditulis dari pertengahan Oktober 2018. √Publikasi 02 Januari 2019. ❗ Cerita ini hanya sebatas sajak kata. ••• ••• ••• ❗ Lanjut ke Prolog cerita.