[Lenyap]
Tujuh hari aku hitung
dengan jari
Congormu berbusa
bak setan berkedok bidadari
Menyeretku ke dalam binar api
Dua bulan aku hitung
dalam tawang
Bersemayam dan membiru
seperti lazuardi; abadi
Lalu sampai pada lima
Dan akal bergegas dari jiwa
Tanyaku,
Pada siapa aku bercumbu
Jika bukan dengan pilu?
Tanyaku,
Pada siapa aku bercinta
Jika bukan dengan jentaka?
Tanyaku,
Pada siapa aku menanti
Jika bukan pada katastrofe?
O, Bandung
Sampai kapan Cikapundung membendung?
Bukankah ia pun bisa lelah
Akan sumpah serapah juga sampah
yang ada di dunia?
Kaca terkaca mengaca dikaca
aku tumpah ruah dan layaknya sampah—
aku siap untuk dipilah dan dipilih dan diolah kembali
O, praduga
— Luar Bumi.
KAMU SEDANG MEMBACA
LUAR BUMI
Poesíaini sajakku, dan ini aku seseorang di Luar Bumi -Luar Bumi Ps: sajak ini tidak sepenuhnya aku yang buat. •••• hey, if you like my story, let's add my account. thank you, readers Started - 28 juli 2018
