[BINAR API]
Kamu seumpama lampu
remang di sudut jalan rumah;
menemani mereka yang
sedang bertugas keliling
guna terhindar dari para maling.
Kamu seumpama kunang-kunang
yang kadang ada di taman
komplek rumah; indah namun
sulit digapai jika hanya
dengan canda tawa
Kamu seumpama binar api
yang tak kenal kata padam;
terus bercahaya dan seolah
kau akan terus ada
Namun kau ternyata hanyalah
binar api yang akan terus bercahaya
tanpa kenal kata padam
Dan aku seumpama dedaunan
Yang terseret angin—terbawa
ke arahmu
Dan aku merasa hangat
namun, lagi-lagi kau
adalah binar—
dan sekaligus
apinya
Dan aku semakin hangat
Dan berkeringat
Dan terbakar
Dan hangus
Dan aku
mati
sendirian.
— Luar Bumi
KAMU SEDANG MEMBACA
LUAR BUMI
Poesiaini sajakku, dan ini aku seseorang di Luar Bumi -Luar Bumi Ps: sajak ini tidak sepenuhnya aku yang buat. •••• hey, if you like my story, let's add my account. thank you, readers Started - 28 juli 2018
