"Sakit hati sama sakit gigi itu sama ya? Iya sama. Sama-sama berawal dari yang manis sebelum akhirnya sakit."
-Vanessa Chantika Saferaa.-
Gadis berambut panjang yang sedikit bergelombang itu berjalan menuju kamar mandi. Senyum tidak pernah pudar saat orang-orang menyapa atau sekedar tersenyum ke arahnya.
Tipikal orang yang mudah akrab.
Saat hendak berbelok tiba-tiba tubuhnya terhempas beberapa langkah. Ia meringis ketika bokongnya menyentuh lantai sekolah.
Gadis itu belum sadar jika yang ditabrak adalah orang yang tahu asal usulnya dan tau tentang semua rahasianya. Ia mendongkak seketika wajah yang dihiasi senyuman itu langsung berubah menjadi datar.
"Sakit hm?" Cowok itu berjongkok dihadapannya.
Natasha memalingkan wajah. Ia tidak ingin melihat wajah senior yang beberapa hari lalu hendak mengajaknya ke suatu tempat. Dengan berakhir berkelahi dengan Rafa, juniornya sendiri.
"Kamu lagi." Desis Natasha.
"Kenapa? Kangen hm?" Tanya Viro dengan senyum manis, sampai matanya membentuk bulan sabit.
Tampan. Itu yang terlintas dipikiran Natasha saat melirik Viro yang tersenyum ke arahnya. Jika cowok itu tidak kasar mungkin Natasha langsung jatuh cinta padanya.
Viro menarik dagu Natasha agar mereka bertatapan. Natasha yang mendapat perlakuan itu membuat jantungnya berdetak dengan cepat. Wajah mereka benar-benar dekat.
"M-mau ngapain kamu?" Tanya Natasha saat merasakan wajah Viro semakin dekat dengannya.
Viro terkekeh lalu mendekatkan bibirnya pada telinga Natasha. "Jadi pacar gue, atau semua rahasia lo gue bongkar." Ucap Viro lalu menjauhkan wajahnya.
Natasha langsung terdiam. Jadi orang itu adalah Viro. Bagaimana cowok itu tahu tentang rahasianya? Ah pertanyaan-pertanyaan bodoh langsung terlintas dipikirannya.
"Tujuan kamu sebenernya apa sih? Kenapa harus aku?" Tanya Natasha.
"Tujuan gue.."
"Lo jadi pacar gue, kenapa? Karena gue suka sama lo." Jawab Viro sekenanya.
Natasha menggeleng pelan. Tidak mungkin hanya beberapa waktu cowok itu langsung menyukainya. Ditambah obrobal cowok itu dengan Rafa yang membawa-bawa soal permaiann.
Natasha tidak percaya.
"Kenapa? Apa lo mau rahasia lo gue bongkar. Biar orang-orang deketin lo karna lo anak pemilik sekolah," bisik Viro lagi.
"Kalo emang kamu suka sama aku, kenapa harus pake cara ini? Cara kamu salah." Sarkas Natasha.
"Karena kalo gue nembak lo secara tiba-tiba lo pasti bakal nolak gue." Balas Viro mulai garang.
"Tapi ini semua terlalu tiba-tiba."
"Tanpa ini, usaha gue sia-sia Natasha!" Viro meninggikan volume suaranya.
Untung saja kamar mandi cowok dan cewek sedang sepi. Kalo ramai mungkin sekarang mereka menjadi tontonan. Natasha menatap Viro takut-takut. Bentak kan dan depan kamar mandi ini sangat mengingatkannya akan masa lalu.
Viro yang melihat perubahan wajah Natasha langsung membawa gadis itu ke dalam pelukannya. Ia tidak bermaksud untuk membuat gadis itu takut. Ia hanya terbawa suasana.
"Maaf, gue gak bermaksud buat lo takut." Ucap Viro dengan nada lembut.
Natasha terdiam cukup lama. Pelukan hangat ini seperti milik Nathan.
"Jadi pacar gue, biar masalah ini cepet selesai." Gumam Viro.
Tanpa sadar Natasha mengangguk mengiyakan gumam Viro tadi. Suara Viro seperti putus asa membuat Natasha tidak tega mendengar itu.
"Serius lo mau?" Tanya Viro.
Natasha mengangguk sekali lagi. Tanpa mereka sadar seseorang dibalik dinding melihat moment mereka yang sedang berpelukan. Ia baru datang jadi tidak melihat semuanya dari awal.
Tapi mengapa rasanya-- cukup sakit.
***
"One, two, three, four, five.."
Suara lembut yang mengintruksikan gerakan membuat cowok yang sedang bermain basket mengalihkan pandangnya. Ia melihat anggota Cheers sedang latihan.
Nathan berjalan menuju tribune. Ia meraih air mineral yang dibawakan oleh Raka tadi. Ia sempat bilang jika ingin menengkan diri dengan bermain basket. Akhirnya Raka memutuskan untuk pergi dari sana.
Vanessa menoleh ke tribune saat merasa dirinya diperhatikan oleh seseorang. Matanya membulat ketika melihat Nathan yang ternyata sedang duduk disana sendirian.
"Hm guys. Kayanya latihan hari ini cukup, besok kita lanjut lagi." Kata Vanessa membuat semua anggota mengangguk.
"Hafalin gerakan-gerakan tadi." Ucap Vanessa sebelum dirinya benar-benar pergi dari lapangan.
"Siap ketua!" Balas mereka serempak membuat Vanessa terkekeh.
Nathan yang menyadari Vanessa mulai menjauh dari lapangan sesegera mungkin ia berlari mendekati gadis itu. Vanessa sangat peka terhadap sekitar. Bahkan ia bisa merasakan seseorang mendekatinya.
Belum sempat menoleh sebuah tangan mencengkal dirinya membuat Vanessa berbalik sempurna sampai menabrak dada bidang seorang cowok.
"Lo gak papa kan?" Tanya Nathan.
Vanessa terdiam. Wangi maskulin Nathan langsung masuk ke indra penciumannya. Meskipun cowok itu tadi bermain basket tapi wangi ditubuhnya tidak hilang.
"Gak papa." Jawab Vanessa singkat.
"Gue cuma mau bilang maaf soal kejadian itu." Ucap Nathan.
Vanessa menjauhkan diri dari Nathan. Ia membuang muka tidak mau bertatapan dengan Nathan. Itu tidak baik untuk kesehatan jantungnya.
"Oh itu? Gak papa, santai aja." Kata Vanessa dengan nada dibuat-buat sesantai mungkin.
Padahal hatinya langsung sakit mengingat kejadian itu.
"Kalo orang ngomong itu tatap matanya. Bukan malah liat yang lain," Nathan menarik dagu Vanessa sampai mereka berdua tatapan.
"Cuma mau bilang itukan? Yaudah. Permisi, gue mau ganti baju." Vanessa berusaha tidak gugup saat Nathan menatapnya seperti itu.
"Dimaafin atau nggak?" Tanya Nathan masih mencengkal tangan Vanessa.
"Iya, yaudah lepas gue mau ganti baju." Kata Vanessa lagi.
"Okeh, makasih." Sebelum pergi Nathan sempat mengacak gemas puncak rambut Vanessa.
Vanessa terdiam memandangi punggung Nathan yang semakin lama semakin menjauh. Sebenarnya ada apa dengan cowok itu? Bisa-bisanya membuat perasaanya berubah-ubah. Jika begini bagimana Vanessa bisa move on.
"Nathan sialan." Umpat Vanessa.
*****
TBC.
PART INI FULL REVISI. JADI AKAN SANGAT BERBEDA DENGAN YANG SEBELUMNYA. YUK BACA ULANG BIAR DAPET FEEL YANG SESUNGGUHNYA.
JANGAN LUPA BACA JUNIOR 2🙆. CEK WATTPAD AUTHOOR.
JANGAN LUPA VOTE YAA, KOMEN JUGA DAN SATU LAGI. JANGAN LUPA FOLLOW WATTPAD INI DAN INSTAGRAM AKU.
_saniaamlya
_saniamlya
Salam sayang istri Park Jimin dan pacarnya Choi Soobin🙆❤
KAMU SEDANG MEMBACA
JUNIOR [SELESAI]
Teen Fiction𝘾𝙊𝙑𝙀𝙍 𝘽𝙔 : 𝙇𝙞 𝙂𝙧𝙖𝙥𝙝𝙞𝙘 "Lakukan apapun yang menurutmu menyenangkan." Rafa Alexander Bramasta salah satu siswa Sma Mahesya. Memiliki sifat dingin dan irit bicara. Wajah tampan bak pangeran berkuda mampu membuat dirinya menjadi seorang...
![JUNIOR [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/166098789-64-k732706.jpg)