JUNIOR ▪ PART 06

15.7K 833 4
                                        

"Sama seperti bunga, aku juga butuh proses untuk mencintai mu."

-Natasha William Mahesya-

"Pengecut lo anjing!"

Rafa mendesis tak kala ia membabi buta kakak kelasnya. Tidak peduli jika hari ini ia harus memasuki ruang bk atau ruang kepala sekolah sekali pun.

Mereka bermain dengan mangsanya maka akan kena akibatnya. Bohong jika Rafa bilang ia tidak menginginkan Natasha sebagai mainan barunya. Bahkan sejak awal gadis itu memasuki sekolah ini, ia sudah berniat mendekati gadis itu.

Setelah empat kakak kelasnya tumbang. Rafa menatap Viro yang masih terkekeh melihat teman-temannya tumbah oleh junior menyebalkan seperti Rafa.

"Gue gak pernah lupa sama cara licik lo, mainan gue gak boleh disentuh sama orang lain. Termasuk lo!" Ujar Viro sambil menujuk dada Rafa.

Rafa mengepalkan kedua tangannya.

Bug

Satu bogeman mendarat diwajah Viro. Cowok itu tidak membalas perbuatan Rafa. Biarkan Natasha melihat kelakukan junior itu sebenarnya.

Natasha sudah tidak tahan dengan suara-suara mengerikan itu. Ia memberanikan diri untuk membuka kedua matanya. Seketika matanya melebar beberapa senti.

"Rafa udah." Teriak Natasha.

Ia menjauhkan Rafa dari Viro yang terkulai lemah. Darah dan luka lembab terlihat diwajah yang beberapa menit ia puji tampan sekarang babak belur.

"Udah, biarin aja. Sekarang kita ke Uks obatin luka kamu," ucap Natasha seraya menarik tangan Rafa.

Rafa tersenyum penuh kemenangan pada Viro. Namun cowok itu sepertinya punya cara tersendiri. Ia akan mencari tahu tentang sosok murid baru ini.

Sebelum Rafa benar-benar hilang dipertigaan. Jari tengah Viro terangkat membuat Rafa mendesis tajam.

"Cewek itu punya aura yang berbeda." Gumam Viro.

***

Rafa menahan tangan Natasha saat mereka hendak masuk ke dalam ruang uks. Gadis itu menoleh ke belakang melihat Rafa yang menahan tangannya untuk membuka pintu uks.

"Jangan ke sini, gue tau tempat yang bagus." Kini giliran Rafa menarik lengan Natasha.

Mereka berjalan menelusuri koridor yang sudah sangat sepi. Kmb sudah dimulai namun dua insan itu sepertinya lebih memilih membolos untuk hari ini.

Sesampai ditaman belakang sekolah Rafa langsung membaringkan tubuhnya diatas rerumputan yang terlihat terawat. Seperti lapangan golf.

Natasha tidak tahu jika sekolah milik papa nya akan sebagus ini. Jika tahu ini lebih dulu mungkin Natasha langsung memasuki sekolah ini dari pada harus masuk ke Sma Wipama.

"Bagus." Gumam Natasha.

Rafa menoleh pada gadis itu yang masih berdiri memandangi keindahan taman belakang. Tempat favorite sekaligus tempatnya untuk mencari ketengan. Karena taman ini jarang dikunjungi banyak orang.

JUNIOR [SELESAI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang