Eps. 4 : Kebohongan yang Sempurna 1

2.5K 191 11
                                        

<keep calm and stay reading>
ROOM 101

===============

"Hya! PARK WOOJIN!"

Woojin menutup kupingnya kencang-kencang dari teriakan teman sekamarnya itu. Selimut tebalnya tidak bisa mengurangi teriakan indah pemuda manis ini. Hari ini adalah hari libur nasional dan kampus mereka pun ikut meliburkan seluruh penghuninya. Jadi, kegiatan dua manusia bermarga park ini adalah bersantai-santai di rumah. Tidaknada aktivitas apapun. Woojin-manusia pemilik gigi gingsul itu lebih memilih untuk menghabiskan hari liburnya di tempat tidur lebih lama. Sebenarnya ia ingin sekali pulang ke Busan, tetapi uang sakunya tidak cukup untuknya pulang sementara ia belum mendapatkan pekerjaan sambilan yang cocok. Jadi akhirnya ia lebih memilih beristirahat di kamarnya tanpa memperdulikan peraturan yang sudah di sepakati dengan Jihoon beberapa hari kemarin. Sementara Jihoon-pria manis yang tidak ingin disebut manis ini, pagi-pagi sekali sudah bangun dan membuat berisik kondisi kamar. Dia seorang yang pemalas sebenarnya, tetapi ia benci jika kamarnya kotor, jadi membersihkan kamar di saat hari libur dan tidak ada pekerjaan apapun merupakan pilihan yang tepat. Lagi pula Hyunjin tidak mengadakan party club minggu ini, teman seperkayaannya itu harus pergi ke China beberapa hari karena urusan hotel yang dipegangnya mengalami sedikit masalah. Gayoung? Kekasih nya yang cantik itu mulai sibuk berlatih Violin untuk acara kenegaraan yang akan diadakan seminggu lagi. Sedikit sulit menghubunginya akhir-akhir ini. Dan Hyunbin? Jangan ditanya. Setelah kejadian kemarin ia memergokinya dengan Gayoung, entah kenapa pemuda cantik ini menjadi jaga jarak dengannya. Ia tidak marah hanya saja hatinya sedikit merasa kesal tiap melihatnya. Jadi, berdiam dirumah adalah salah satu pilihannya saat ini. Namun, Jihoon tidak ingin membersihkan apartement ini sendirian, mereka tinggal berdua, otomatis Woojin pun harus ikut membersihkan apartement mereka juga.

Sesuai dengan kesepakatan mereka didalam kertas. Point no.1 membersihkan apartement setiap hari secara bergantian. Tetapi mahluk gingsul itu tidak menampakkan batang hidungnya sejak tadi. Belum ada tanda-tanda dirinya keluar dari kamarnya. Jihoon berjalan menghampiri pintu kamar Woojin. Ia mensingsingkan celana boxer pendeknya dan melipat sweater pink kebesarannya menjadi setengah lengan. Bersiap untuk membangunkan si tukang tidur.

Brak!

"PARK WOOJIN!!"

Jihoon benar-benar seorang pria yang kasar. Pintu kamar Woojin ditendangnya begitu saja tanpa memperdulikan si pemilik pintu tersebut. Matanya terfokus pada sebuah gundukan selimut berwarna biru langit yang bergerumul ditengah ranjang. Ia menarik nafas dalam lalu menghampiri gundukan tersebut dan menariknya dengan kasar.

"Bangun Park Woojin!!!"

"Tidak mau!!!"

Jihoon menarik-tarik kencang ujung selimut tebal itu. "Ini saatnya bersih-bersih!!!" Ucapnya kesal menarik-narik selimut itu namun nihil, kekuatannya tidak bisa menarik selimut tersebut.

"Tapi ini hari libur, biarkan aku tidur lebih lama~" balas Woojin meraung dari balik selimutnya.

"Tidak bisa! Cepat bangun dan bersihkan kamarmu!!" Teriaknya lagi sambil menarik selimut tersebut. Namun sebuah jemari besar muncul dan menarik lengan Jihoon hingga tubuhnya terhempas di atas sebuah tubuh polos pemuda berkulit sedikit tan ini.

Jihoon terkesiap saat melihat kondisi Woojin yang tanpa busana atas, "k-kau lepaskan!" Ucapnya berusaha meronta dari dekapan lengan besar Woojin di tubuhnya saat ini.

Alih-alih melepaskan, Woojin memutar tubuh Jihoon menjadi dibawahnya dan mengungkungnya kembali seperti waktu mereka pertama bertemu.

"K-kau.." ucapan Jihoon terhenti saat melihat dengan jelas didepan matanya adalah sosok seorang pria dengan tubuh polos tanpa sehelai benang, hanyalah sebuah celana kain panjang yang dipakainya, serta penampilanya wajah dan rambut yang berantakan khas orang baru bangun tidur atau lebih tepatnya diganggu tidurnya, Woojin terlihat begitu... sexy.. Jihoon menahan nafasnya sesaat melihat pemandangan ini. Ia tidak sadar jika kedua pergelangan tangannya dicengkram erat oleh Woojin.

ROOM 101 (2Park) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang