Aku hanya akan meminta maaf padamu,
Sampai kau benar-benar bisa tersenyum lagi padaku...
-park jihoon-
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
"PARK WOOJIN!!!"
Suara teriakan dari arah pintu masuk terbanting dengan keras membuat setiap mata pengunjung disana menatap sosok pria cantik yang masuk kedalam restoran ini dengan marah.
Kedua tatapan pria ini langsung dengan cepat menangkap sosok yang memanggil namanya.
Woojin terkejut bukan main melihat Jihoon datang dengan wajah merah padam dan dengan ponsel di gengaman tangannya. Lelaki cantik itu sepertinya membaca chat nya.
"H-hoonie," Woojin membulatkan kedua matanya terkejut melihat pria cantik itu sudah berwarna merah padam.
Jihoon marah padanya.
"AYO PULANG SEKARANG!!" ucapnya marah tanpa basa-basi menyuruh Woojin untuk pulang.
"Hoonie, aku sedang-"
"KU BILANG PULANG SEKARANG!"
"Hoonie, ayahmu-"
SRET!
Jihoon menarik pergi Woojin keluar dari restoran tersebut tanpa memandang ayahnya disana. Sementara Woojin yang merasa tidak enak, sempat menunduk meminta maaf sambil tangannya di tarik paksa oleh Jihoon.
Pria cantik ini menarik Woojin dengan keras hingga menjauh dari area restoran.
"Hoonie.." panggilnya pelan yang melihat Jihoon dengan tergesa-gesa masih mengenggam pergelangan tangannya.
Entah kemana lelaki cantik itu akan membawanya. Yang pasti ia tahu jika Jihoon saat ini benar-benar tengah marah padanya.
"Hoonie," panggilnya lagi. Namun pria cantik ini sama sekali tidak menggubrisnya.
Woojin mulai tidak suka jika Jihoon bersikap seperti ini.
"Jihoon!" panggilnya sedikit membentak. Ia menghentikan langkahnya agar pria cantik itu berhenti.
Dan Jihoon berhenti.
Ia diam dan menghela nafasnya panjang kemudian berbalik menatap dingin pada Woojin.
"mau apa kau bertemu dengan ayahku?" tanyanya dingin.
"sudah kubilang, Tuan Kim menjemputku di depan kampus dan membawaku pada ayahmu,"
"dan kenapa kau mau?" tanyanya lagi dengan dingin.
"ayahmu hanya ingin membalas budinya padaku dengan mengajak ku untuk makan siang," jawabnya jujur.
"balas budi?" Jihoon berdecih kemudian ia tertawa sinis.
Balas budi? makan siang? ayahnya ingin membalas budi dengan mengajak Woojin makan siang? bodoh sekali benar-benar bodoh. IA tahu itu bukanlah sebuah balas budi biasa. Apalagi yang sedang direncanakan ayahnya sekarang?
"sudah ku katakan padamu, bahwa ayahku bukanlah orang yang baik, jika dia menginginkan sesuatu, dia harus mendapatkannya," ketusnya.
Woojin menarik nafas kesal entah kenapa, "hei, kenapa kau selalu berfikir negatif tentang ayahmu? dia hanya ingin membalas budi padaku, bukan melukaiku,"
"kau tidak tahu siapa ayahku!" marahnya.
"aku memang tidak tahu! tapi ayahmu hampir saja akan memukulku saat kau masuk rumah sakit! bukan kah itu sudah menjadi bukti jika dia sangat menyayangimu?" balasnya kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
ROOM 101 (2Park) END
RandomApa yang terjadi jika teman roomate mu tidak sesuai dengan yang di harapkan? Park Jihoon anak orang kaya yang tengah kabur dari rumahnya. Park Woojin anak dari desa yang ingin belajar hidup mandiri di kota asing demi mengejar cita citanya. Mereka be...
