Eps. 31 How Can I? (part 1)

1.1K 97 51
                                        

Kalau sudah tiada,
Baru terasa..

Kehadirannya, sungguh bermakna..

Jangan menyesal di kemudian hari..
Kau akan merasa lebih menyesal ketika dia sudah tiada..

.

.

.

.

.

Rumah Sakit Seoul

Hyunjin meringkuk di sudut ruang tunggu operasi, tubuhnya gemetar karena menangis sejak tadi.

Ia terkejut dengan semua yang terjadi pagi ini. Ketika salah satu temannya di kepolisian menghubunginya dan memberitahu jika Jihoon di temukan tergeletak bersimbah darah di area kampus.

Sungguh Hyunjin tidak tau apa yang sebenarnya terjadi?

Semalam, ia menghubungi Jihoon beberapa kali tetapi tidak diangkat oleh lelaki cantik itu. Ia fikir Jihoon mungkin menginap di rumah Woojin nyatanya tidak.

Ia melirik ke sekitarnya beberapa polisi masih ada disini dengan Tuan Park. Dan juga para wartawan di depan pintu masuk rumah sakit yang menunggu kabar dari berita selanjutnya untuk bahan pekerjaan mereka.

Ini sungguh sangat mengejutkan, hampir semua stasiun televisi menyiarkan berita ini. Hyunjin melihat ayahnya Jihoon masih berbicara dengan seorang polisi di sudut lorong sana. Entah apa yang di bicarakan oleh mereka, saat ini Hyunjin hanya merasa takut, sedih, dan bingung.

Lampu merah di atas pintu ruang operasi masih berjalan. Itu berarti operasi Jihoon belum selesai, dokter dan perawat pun belum ada yang keluar dari dalam ruangan itu.

Hyunjin hanya terus menangis sambil sesekali menyalahkan dirinya. Harusnya ia ada disana pada malam itu menemani Jihoon, dan tidak membiarkannya sendiri.

Sekarang kemana ia harus bertanya?

Ia mencoba mencari tahu siapa saja yang melihat Jihoon saat itu, tetapi tidak ada yang melihatnya sama sekali.

Hyunjin gelisah, para polisi yang mulai menyelidiki ini pun sejak tadi terus bertanya kesana kemari, termasuk kepada tuan Park, saat ini mereka semua sedang menunggu Jihoon tersadar.

Kemudian tidak berapa lama, para tim medis keluar dari ruang operasi, sontak saja Tuan Park juga Hyunjin menghampirinya dengan cepat.

.

.

.

.

.

Busan

Minhyun terpaku saat melihat sebuah berita kasus bunuh diri di salah satu stasiun televisi swasta yang menampilkan wajah Jihoon.

Juga berita tambahan yang membahas tentang kecelakaan tragis istri pengusaha Park yang ternyata memakan dua korban yang selama ini di tutupi oleh polisi suruhan Tuan Park sendiri demi menyelamatkan nama mereka.

Dan dua korban itu adalah ayah Woojin dan kakeknya.

"Hyung apa ini?"

Minhyun menoleh ceoat dan melihat Woojin yang terlihat diam membeku disana.

"W-woojin ini.."

Kring!

Telephon berdering bersamaan dengan berita itu terus berjalan. Minhyun buru-buru mengangkat telephon itu.

"Halo, dengan kediaman keluarga park,"

[...]

"Betul,"

ROOM 101 (2Park) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang