Eps. 2 : That's My Room!

2.6K 221 16
                                        


<keep calm and stay reading>
ROOM 101

=============

"Park Jihoon?"

Lelaki cantik ini menatapnya tidak mengerti. Ia mengernyitkan keningnya saat namanya di panggil oleh pria yang tingginya hampir sama dengannya. Apa-apaan lelaki pendek itu berani menyebut namanya dengan santai? Gumamnya.

"Kalian saling kenal?" Tanya Tuan Yoon.

"Iya-"

"Tidak,"

Mereka berdua saling berpandangan. Woojin menatapnya polos saat Jihoon mengatakan tidak. Sementara pria cantik ini menatapnya ketus. Mereka berdua sama-sama terkejut.

"Apa aku pernah mengenalmu?" Tanyanya menatap tidak suka.

"Ya! Kau primadona kampus itu bukan?" Tukasnya semangat.

Ah, jadi dia salah satu fans ku, gumamnya dalam hati.

"Aku Park Woojin," ucapnya semangat, ia menjulurkan tangannya pada pria manis itu. Alih-alih di sambut, Jihoon dengan sikap angkuhnya mengabaikan tingkah Woojin yang mencoba bersikap friendly padanya.

"Jadi... kalian saling kenal?" Tanya kembali Tuan Yoon memastikan.

"Tidak," jawabnya dingin. "Dia hanya salah satu fans ku di universitas," balasnya dengan angkuh.

Woojin yang mendengarnya langsung berdecih tidak percaya dengan sikap sang primadona kampus ini. Ia fikir pemuda manis ini ramah dan bisa diajak berteman dengannya, tetapi ternyata pemikirannya salah besar. Ia tidak suka gaya bicaranya yang terlihat angkuh, sedikit menyebalkan mendengarnya. Hanya karena dia anak orang kaya huh?

"Ow, ok! Whatever, jadi begini, kamar di apartement ini hanya tersisa satu dan kebetulan fans mu ini-"

"Aku bukan fans nya!" Balas Woojin ketus. Ia memotong kalimat Tuan Yoon saat bicara, ia tidak suka jika disebut 'Fans' manusia angkuh disampingnya ini. Lebih baik ia menjadi seorang Fans Maria Ozawa daripada harus menjadi Fans seseorang yang memiliki sikap buruk. Jihoon hanya meliriknya tidak peduli.

"Ah haha, maksudku teman satu kampus mu ini-"

"Dia bukan teman ku," timpal Jihoon dingin.

Lagi-lagi kalimatnya dipotong sebelum ia sempat menyelesaikannya. Yoon jisung sangat tidak suka jika ada keributan di dalam apartement nya, sekalipun mereka adalah calon penghuni nya. Ia akan menolak calon penghuni kamar yang rewel dan merepotkan.

Lelaki tampan itu akhirnya tidak melanjutkan kembali kalimatnya dan mengeluarkan sebuah kunci kamar kosong. "Baiklah kalian berdua, dengarkan baik-baik dan jangan potong kalimatku." Balasnya jengah.

Dua lelaki ini pun diam dan memperhatikannya.

"Jadi, Park Jihoon kamar yang kamu pesan sudah ada yg ingin menempatinya yaitu Park Woojin. Dan Park Woojin, kamar yang ingin kau pesan sudah di booking oleh Park Jihoon. Kalian mengerti? Jadi kalian berdua sudah memesan kamar ini padaku," ucapnya panjang lebar.

"Apa? Hei Tuan Yoon aku yang memesannya lebih dulu, seharusnya kau tidak menawarkannya pada orang lain," tukasnya kesal. Woojin hanya melirik sinis pada teman sekampusnya itu.

Pemilik apartement ini menghela nafasnya, "Tapi kau belum membayar uang DP ny,"

"Aku akan membayarnya sekarang dan lunas," paksanya.

"Lagipula kenapa orang kaya sepertimu ingin tinggal di apartement kecil ini? Kenapa tidak tinggal di rumahmu? Apakah kau diusir?" Tanya Woojin sedikit menyindir.

ROOM 101 (2Park) ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang