Eps. 25: Bathroom 🔞

4.9K 192 53
                                        


Kalau part ini kurang panas, tolong maafkeun 🙏 karena aku gak pernah ena-ena sama Woojin di kamar mandi, biasanya di kamar 😁

(Auto di bunuh Jihoon)

Wkwkwkwkwkwk

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

ROOM 101

Di sini mereka sekarang, di dalam bathub yang cukup besar di masuki oleh dua orang. Mereka berdua terduduk saling membelakangi di dalam air hangat yang menutupi setengah tubuh polos mereka.

Tidak ada yang mulai bicara dan hanya saling diam satu sama lain. Terlebih lagi pemuda cantik ini. Yang sejak tadi wajahnya memerah sempurna. Ia hanya memainkan air hangat di sekitarnya tanpa ingin berbalik ke belakang.

Ia malu sebenarnya.. Sungguh malu, tidak tahu apa yang harus dilakukannya, padahal ia yang mengajak Woojin mandi sesaat tadi. Dan berciuman dengan panas. Tetapi setelah sampai di sini, tiba-tiba rasanya malu dan bingung harus melakukan apa dan mulai dari mana.

Perlu diingatkan lagi, jika Jihoon adalah seorang straight dulu sebelum ia mengubah haluan menjadi seorang gay, jadi ia hanya tau cara bercinta dengan lawan jenis, tanpa tau cara bercinta dengan sesama nya.

Woojin melirik sesekali pada pria cantik di belakangnya. Sudah cukup lama mereka hanya berdiam di dalam sini tanpa ada yang memulai.

"Hooni.." panggilnya berat.

Deg.. Deg..

Jantungnya mulai berdegup cepat, "Y-ya?"

"kenapa diam saja eum?" tanyanya lembut.

"a-aku malu.." ucapnya sambil memalingkan wajahnya ke samping.

"kau malu?"

Jihoon mengangguk gemas.

"a-aku tidak tahu bagaimana caranya.. bercinta dengan mu.." ucapnya malu.

Woojin tersenyum malu, lalu ia pun membalikkan tubuhnya menghadap tubuh Jihoon. Mensejajarkan kedua kakinya di antara tubuh Jihoon, dan memeluk tubuh lelaki cantiknya dengan erat dari belakang. Menjatuhkan dagunya pada ceruk leher si cantik.

Jihoon terkejut, ketika tubuhnya tiba-tiba saja di peluk dari belakang. Bisa ia rasakan hangat tubuh Woojin yang polos menyentuh punggungnya.

Woojin mengecup ceruk leher pemuda cantik itu menyesapnya dengan lembut disana naik ke atas hingga mencium daun telinganya sesekali turun lagi ke bawah, menggigit kecil leher putih pacarnya ini.

"Mhhh,"

Jihoon memejamkan kedua matanya, tubuhnya meremang dengan semua sensasi baru yang ia rasakan. Darahnya mengalir dengan cepat setiap sentuhan yang di berikan oleh Woojin padanya.

"W-woojin.. Nghh.."

Deg.. Deg..

Tubuhnya sekarang terasa mulai sedikit panas. Ada rasa menggelitik di sekitar perutnya ketika ciuman Woojin semakin menjadi- semakin menyesap ceruk lehernya dengan dalam. Ia tidak tahu jika Woojin sudah memberikan tanda kepemilikan di sana.

"Mmhh,"

Ia mendongakan kepalanya, ketika merasakan rasa nikmat setuhan bibir Woojin pada lehernya, yang tidak bisa ia katakan apa ini namanya. Tubuhnya hanya terus meremang dan bibirnya sesekali mendesahkan suara-suara indah.

Jihoon membuka kedua matanya sayu ketika merasakan lehernya tidak lagi di kecup oleh pria nya. Ia menoleh ke samping dan menatap Woojin yang entah.. Ia tidak bisa menggambarkannya saat ini, Woojin terlihat sangat... err.. Sexy..

ROOM 101 (2Park) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang