Eps. 12 : Jihoon's Side

2.1K 235 54
                                        

Aku masih bingung sebenernya, ini mau di gimanain endingnya?

Soalnya ada dua konsep dan satu cerita lagi yang mau aku masukin kesini, tapi masalahnya bakalan jadi garing atau engga gitu loh?

Bingunglah intinya!

Dan miyan reader-nim #sungkem sorry telat upload yang tidak sesuai janji, dikarenakan saya kena musibah kecelakaan wkwk, jadi tangan kiri harus d gips dan kaki lumayan deh haha..

Pokoknya selamat membaca aja deh yorobun, sesuai janji ku pada kalian untuk update yo~

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENT YO~

.
.
.
.
.


Jihoon terbangun dalam keadaan yang cukup berantakan. Rambut yang berantakan, pakaian kemarin yang sepertinya belum digantinya, bau alkohol yang tercium menyengat dari tubuhnya dan terakhir ia terbangun bukan di tempatnya. Apa yang terjadi padanya kemarin?

Seingatnya ia datang ke Club Hyunjin lalu minum segelas anggur. Setelah itu ia tidak tahu apa-apa lagi. Tau-tau ia sudah terbangun di ranjang asing ini. Apakah Hyunjin yang mengantarnya kemari?

Ia berusaha bangkit dari tempat tidurnya meskipun dengan kepala yang terasa sakit.

"ahh kepalaku," Ia menyentuh kepalanya yang seperti dipukul oleh batu.

Tepat di hadapan ranjanganya ada sebuah cermin besar yang menghadap kearah nya. Ia melihat kondisi dirinya yang benar berantakan seperti habis di rampok. Sepertinya ia minum terlalu banyak kemarin. Bau alkoholnya benar-benar masih menempel di pakaiannya.

Apa yang ia minum kemarin?

Kemudian ia menoleh ke arah suara pintu yang terbuka dan tertutup. Ia memiringkan tubuhnya melihat siapa yang datang ke kamarnya.

Ternyata, Hyunjin.

Pria tampan pemilik lesung pipit itu membulatkan matanya ketika melihat Jihoon sudang bangun dari tidur cantiknya.

"pangeran ku~ anda sudah bangun, ku fikir anda tidak akan pernah bangun selamanya~" Ucapnya jahil ketika melihat Jihoon yang sudah bangun dari tempat tidurnya.

Lelaki tampan itu segera saja memeluk pria cantik ini dengan gemas. Lalu mengacak-acak surai emasnya. Sementara yang dipeluk hanya bersikap datar.

"imut sekali wajahmu jika bangun tidur seperti ini eunggg~" ucapnya dengan gemas mencubit pipi chubby pria cantik ini.

"hentikan hyung,"

Hyunjin segera menghentikan aksinya ketika tatapan maut Jihoon menyerangnya.

Ia berjalan ke meja makan di depannya dan menaruh beberapa menu sarapan disana juga sebotol vitamin dan segelas minunan penghilang mabuk.

"apa yang kau bawa?"

Hyunjin menghampiri Jihoon yang masih terduduk disana dengan berantakan. Ia membawa segelas minuman teh penghilang mabuk dan pusing nya. Lalu memberikannya pada pria cantik itu.

"ini minumlah dulu, tubuhmu bau alkohol," ucapnya sambil menutup hidungnya dengan sebelah jarinya.

Jihoon meneguk sedikit minuman beraroma jahe itu. Sedikit pahit memang tetapi lumayan menghilangkan rasa pusing setelah mabuk. Dan juga bau alkohol di tubuhnya.

Hyunjin mengambil kursi di samping nakas dan duduk di hadapannya sambil memperhatikan pria cantik itu meminum minuman obatnya. Ia kembali teringat kemarin sore ketika pria cantik ini mabuk.

ROOM 101 (2Park) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang