AKHIRNYA AKAN MENUJU TAMATTTTTTTTT 😭😭😭😭
SEDIH AKU TUH 😭😭😭😭
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Bandara Incheon
"jadi, kalian benar-benar akan pergi ke prancis?" tanya Jihoon.
Seongwu mengangguk. Lalu menatap Daniel yakin. Akhirnya dua orang kekasih itu memutuskan untuk pergi ke Perancis dan menikah disana. Meskipun harus tanpa restu orang tua Daniel pada akhirnya.
Mereka hanya saling mencintai dan ingin menikah itu saja, jika orang tua Daniel saat itu setuju dengan hubungan mereka, mungkin tidak akan seperti ini. Daniel tidak akan bertindak jauh lebih dari ini.
"saat ini orang tua ku pasti sedang resah, karena anak semata wayangnya hilang, tetapi aku tidak akan kembali pulang," ucap Daniel.
Ia menyatukan jemarinya dengan jemari Seongwu yakin dengan pilihannya kali ini.
"aku hanya ingin hidup bahagia bersama dengannya, oleh karena itu lebih baik kami pergi," ucapnya yakin dengan menatap kedalam mata Seongwu.
Pria manis itu, entah sudah ke berapa kalinya ia menjatuhkan air matanya karena ini. Tetapi kali ini, ia menangis karena merasa bahagia. Ia yakin ink pilihan yang tepat baginya dan Daniel. Meskipun sedikit menyakitkan di satu pihak. Yaitu orang tua Daniel.
"baiklah, semoga mereka tidak mencarimu hyung," ucap Jihoon menepuk bahu lebar pria pirang itu.
Kemudian suara notifikasi dari bandara pun berbunyi, bahwa pesawat mereka akan segera berangkat. Daniel dan Seongwu memeriksa kembali barang-barang mereka, takut ada yang tertinggal.
Jihoon pun menyiapkaa sebuaa hadiah untuk pasangan ini, ia mebgwluarkan sebuah amplop putih panjang dengan pita pink di atasnya kemudian menyerahkannya pada Seongwu. Pria manis itu menatap Jihoon tidak mengerti ketika Jihoon memberinya sebuah amplop.
Jihoon tersenyum, "itu hadiah dariju untu pernikahan kalian, kuharap bisa berguna," ucapnya.
Seongwu pun membuka isinya dan betapa terkejutnya saat ia lihat ada satu buah kunci di dalamnya. Juga dua buah tiket free pass menuju Hawai.
"Ada sebuah rumah kecil di dekat kota, aku jarang sekali melihatnya. Jadi, ku berikan saja pada kalian. Rumahnya tidak seberapa, tapi di dalamnya hangat. Kurasa cocok untuk kalian tinggal jika hanya berdua," ucapnya dengan nada angkuh. Seperti biasanya 😏
"..Dan.. Tiket ke hawai itu hadiah untuk bulan madu kalian," ucapnya kembali.
Seongwu tidak berkata apa-apa dan langsung memasukan kembali kunci rumah beserta tiket tersebut kedalam amplop kemudian ia memeluk JIhoon dengan erat.
"terima kasih, terima kasih mau membantu kami, entah bagaimana aku harus membalas semuanya padamu," ucapnya dengan terisak.
"Hya, hyung jangan menangis di bajuku," balasnya sedikit risih.
"diamlah anak bodoh! aku sedang ingin berterima kasih padamu!" ucapnya ketus tetapi sama-sama tidak melepaskan pelukan mereka.
Woojin hanya menggeleng dan tertawa melihat tingkah laku mereka berdua, begitu pun Daniel. ia malah sekarang ikut memeluk Jihoon dari belakang. Dan bisa di bayangkan bagaimana kondisi pria pendek itu di peluk oleh dua orang berbadan tinggi.
"hei kalian! tidak sadar diri kah?! TUBUH KALIAN ITU BESAR!!!" terikanya kesal karena tubuh oendeknya di himpit oleh dua orang ini.
Woojin semakin tertawa melihat mereka. Sejenak melupakan rasa khawatirnya beberapa jam yang lalu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ROOM 101 (2Park) END
AléatoireApa yang terjadi jika teman roomate mu tidak sesuai dengan yang di harapkan? Park Jihoon anak orang kaya yang tengah kabur dari rumahnya. Park Woojin anak dari desa yang ingin belajar hidup mandiri di kota asing demi mengejar cita citanya. Mereka be...
