Karena banyak yang nanyain kisah Daniel dan Seongwu, so akan aku lanjutkan!
Miyan bukannya gak mau di lanjutkan, tapi ada beberapa yang harus diganti ceritanya dan memang belum waktunya keluar, ok! 😉
So, Lego!
🌸🌸🌸
Jihoon yang sudah sembuh dari demamnya keluar dari kamar mencari sosok pacarnya yang hilang pagi ini, pasalnya semalam lelaki gingsul itu sibuk merawatnya yang sedang sakit.
Merasa haus, ia berjalan dengan mengucek sebelah matanya. Mengambil sebuah gelas dan botol air mineral lalu di tuangkannya.
Ia meneriksa suhu tubuhnya sebentar, sepertinya suhu tubuhnya sudah kembali normal, ia merasa lebih membaik dari kemarin. Kepalanya pun sudah tidak terasa pusing lagi.
Baguslah, ia bisa mulai untuk berlatih nanti.
Tiba-tiba kedua matanya melihat secarik kertas putih yang tertempel di atas counter dapur. Seseorang menulis kalimat dengan emot sebuah gambar kelinci di akhir kalimatnya. Jihoon tersenyum, ia tahu siapa penulisnya.
'Nae sarang Hoonie~ maaf aku harus pergi ke kampus pagi ini. Dosen pembimbing ku menghubungiku pagi ini untuk membantunya menyelesaikan beberapa pekerjaannya, aku tidak bisa menolak karena ancamannya adalah sebuah nilai😭, sekali lagi maafkan aku Hoonie~
Aku sudah menyiapkan bubur di panci, dan obat mu ku taruh di dekat tempat air minum kesayangan😊
Istirahatlah hari ini, jangan pergi kemana-mana selama aku tidak ada, jangan membuka pintu untuk orang tidak di kenal, ara!!! 😠 aku akan pulang secepatnya.
Istirahat! dan tunggu aku pulang!
I love you, nae sarang hoonie ❤💋🐰
PS. Ujinnie~'
Jihoon tak berhenti tersenyum melihatnya, ia mengambil secarik surat manis itu dan menempelkannya di pintu lemari es.
"iyah nae sarang ujinnie~" balasnya senang. Ia mencium kertas itu singkat, dan wajahnya langsung merona merah hanya karena ia mencium sebuah memo tulisan tangan Woojin. Terima kasih Woojin sudah membuatnya jantungnya lelah di pagi ini. Manisnya~
Ia senang, Jihoon sungguh sangat senang..
Woojin benar-benar memperhatikannya dengan sangat. Lelaki gingsul tidak pernah tidak melepaskannya barang sedetik saja. Ia benar-benar merasa menjadi seseorang yang special. Pertama kalinya ada seseorang yang memperhatikannya lebih seperti ini, dan itu rasanya..
B.A.H.A.G.I.A 💗💗💗
😆😆😆
.
.
.
"hmmm~ hmmm~"
Jihoon bersenandung riang, sambil membereskan beberapa kantong sampah yang sudah cukup penuh untuk di buangnya.
Hari ini moodnya sedang baik sekali, mungkin efek karena tubuhnya yang sudah kembali pulih di tambah Woojin yang tiap 10 menit sekali menghubunginya untuk sekedar menanyakan kondisinya.
Manis sekali~ kekasihku~ 😆 teriak Jihoon dalam hatinya.
Jadi ia berniat untuk membersihkan kamar mereka sambil menunggu Woojin pulang, lalu mereka akan makan bersama. Aihhhh~ rasanya seperti penganti baru~ 😆 teriak hatinya lagi. Wajahnya dengan cepat merona merah membayangkan apa yang ada di dalam isi kepalanya.
Ia melirik jam di tangannya, sekitar 30 menit lagi Woojin akan pulang dari kampus.
Hahhh~ memikirkan Woojin akan pulang sebentar lagi membuat hatinya berdebar dengan cepat. Ia tidak sabar ingin bertemu Woojin, memeluknya dan menciumnya 😳 bolehkan jika membayangkannya? 😳
KAMU SEDANG MEMBACA
ROOM 101 (2Park) END
RandomApa yang terjadi jika teman roomate mu tidak sesuai dengan yang di harapkan? Park Jihoon anak orang kaya yang tengah kabur dari rumahnya. Park Woojin anak dari desa yang ingin belajar hidup mandiri di kota asing demi mengejar cita citanya. Mereka be...
