Flashback >>>>
Bugh!
"Brengsek!"
Tubuh Hyunbin tersungkur jatuh ke dalam aspal yang dingin. Sudut bibirnya cukup berdarah terkena pukulan keras dari pemuda cantik yang sudah tersulut emosinya. Saat ini jam 3 dini hari, dimana semua orang-orang tengah tertidur lelap terpaksa diganggu oleh pertikaian dua orang anak lelaki kaya di depan apartement sederhana ini.
Gayoung berlari dengan takut, meraih tubuh Hyunbin mencoba menghentikan pertikaian kekasihnya dengan sahabatnya ini.
"Pergi dari sana Gayoung!" Perintahnya.
"Tidak! Hentikan pukulanmu, kau menyakitinya!" Balasnya menolak.
"Menyakitinya? Aku yang tersakiti?! Ku fikir kau orang yang bisa kupercaya, tetapi kau mengkhianati ku!" Bentaknya sambil kembali meraih tubuh kerah Hyunbin setelah mendorong keras Gayoung.
Ia kembali memukuli wajahnya dengan keras, hingga Gayoung berteriak histeris dan menangis memohon pada Jihoon untuk menghentikan aksi anarkisnya. Sampai beberapa orang dari dalam apartement turun karena terganggu dengan keributan di luar sana. Tuan Yoon, Woojin, Daniel dan Seongwu turun ke bawah mencoba melerai pertikaian Jihoon disana.
"Jihoon-ah hentikan!" Ucap Daniel mencoba meraih tubuh kecil Jihoon yang mudah sekali untuknya. Sementara Seongwu dan mencoba membantu Hyunbin berdiri, ia miris melihat wajah pemuda tampan itu sudah babak belur oleh lelaki cantik ini.
Tuan Yoon memisahkan mereka menjauhi Jihoon yang mencoba melepaskan dirinya dari dekapan Daniel yang kuat. Lelaki cantik itu terus saja memberontak tak karuan seperti seekor kuda liar yang sulit di jinakkan.
"Lepaskan! Biar ku bunuh keparat itu!" Teriaknya marah. Woojin membantu Daniel menahan tubuh Jihoon yang ternyata cukup kesulitan. Karena lelaki cantik itu terus saja bergerak liar.
"Hentikan Park Jihoon!" Bentak Gayoung. Wanita cantik itu sudah menangis sejak tadi, melihat pertikaian mereka berdua. Ia menghampiri Hyunbin yang tengah dibantu berdiri oleh Jisung dan merangkul tubuhnya erat membuat Jihoon menatapnya tidak mengerti.
Kekasih cantiknya itu lebih memilih menolong Hyunbin daripada menjauhinya. Ada apa ini?
"Kau benar-benar kasar, aku benci itu park jihoon," ucapnya sinis.
"Hei, apa mksudnya ini Gayoung?" Tanyanya tidak mengerti dengan keadaan di hadapannya sekarang ini.
Wanita cantik itu menatapnya dengan sinis sekalipun air mata masih menggenang di sudut matanya. "Kau seharusnya sadar diri, siapa yang berkhianat disini," ucapnya tajam.
"Gayoung hentikan," balas Hyunbin lirih. Ia mencoba untuk berbicara dengan bibir yang terasa sakit karena luka pukulan Jihoon.
"Apa maksudnya ini keparat?!"
"Berhenti menyebutnya keparat!!" Bentak Gayoung kembali semakin menambah runyam pikiran Jihoon dengan keadaan yang ada saat ini.
"Ga..young.." Jihoon terkejut sungguh tidak mengerti. Ia baru pertama kali melihat kekasihnya semarah ini. Selama berpacaran dengannya, Gayoung tidak pernah sekalipun menunjukan emosinya. Wanita itu selalu tersenyum hangat padanya layaknya sinar mentari pagi. Bukan marah seperti ini.
"Jangan beranggapan jika Hyunbin merebut ku darimu, seharusnya kau berfikir, siapa yang merebut kekasih temannya lebih dulu," balasnya dingin.
Setelah itu ia membopoh tubuh Hyunbin yang terluka masuk kedalam mobil merah nya, tanpa mengatakan apapun lagi pada pemuda cantik yang berdiri terpatung disana. Hanya menyaksikan kekasihnya dan sahabatnya menaiki mobil bersama layaknya sepasang kekasih.
KAMU SEDANG MEMBACA
ROOM 101 (2Park) END
RandomApa yang terjadi jika teman roomate mu tidak sesuai dengan yang di harapkan? Park Jihoon anak orang kaya yang tengah kabur dari rumahnya. Park Woojin anak dari desa yang ingin belajar hidup mandiri di kota asing demi mengejar cita citanya. Mereka be...
