Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Eps. 28 : Badai 🔞 (part 3)

5K 175 85
                                        


Hahh sampai kapan badai ini berakhir?

Enjoy~

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

Jihoon sudah bertelanjang bulat dengan seluruh tubuhnya yang memerah dan bercak noda indah terpampang nyata di sekujur tubuhnya.

Nafasnya tersengal-sengal dengan kedua mata yang sayu serta bibirnya yang membengkak merah. Woojin menganggap ini sebagai pemandangan indah yang tidak boleh di lewatkannya.

Tubuh bagian bawahnya sudah basah dan memerah sama karenanya tadi. Ia telah membuat pria cantik itu mencapai klimaksnya yang pertama. Woojin lebih suka membuat pria cantiknya terkulai lemas sebelum ia masuki.

Ia mengangkat kedua kakinya- membukanya lebar dan menekan pahanya tinggi-tinggi, hingga terlihat lubang berwarna pink disana.

Sudah basah,

Ia menatap kedua mata Jihoon yang sudah sayu sarat akan penuh nafsu. Membuatnya semakin tidak tahan untuk segera memasukinya.

"ujin.. pelan-pelan.." ucapnya lemas.

Woojin tersenyum dan memajukan wajahnya untuk mengecup lembut kening nya. Kemudian turun mengecup lembut bibir ranum nya.

"aku akan sangat lembut malam ini," ucapnya pelan.

Ia menarik satu paha Jihoon dan sedikit menekannya ke atas. Lalu mengarahkan tangannya untuk meraik adik kecilnya dan bersiap untuk memasukannya.

"tahan sedikit eum," ucapnya. Jihoon hanya mengangguk cepat. Ia sudah siap dengan memegang kedua bahu pria di atasnya.

Woojin membuka celana terakhirnya dan mengeluarkan isinya dari sana. Ia mengarahkan adik kecilnya yang sudah menegang sejak tadi. Menusuk-nusukkan ujung kepalanya pada pintu lubang milik Jihoon memaksanya untuk masuk.

"Ahh,"

Tubuhnya bergetar, dan dadanya melengkung ke atas, saat sesuatu di lubanganya di masuki perlahan. Ia mendesah ketika mulai merasakan sakit ini. Jemarinya mencengkram erat lengan prianya, ketika sesuatu benda tumpul mulai menubruk pintu lubangnya.

"kau mau aku pakai pelumas?" tanya Woojin yang melihat Jihoon sedikit meringis.

Jihoon menggelengkan kepalanya.

"tidak, milikku sudah basah," ucapnya.

"kalau begitu tahan ya, aku akan memasukannya sekaligus,"

Dengan satu kali hentakan, adik kecilnya sudah masuk dengan sempurna kedalam lubang kenikmatan itu.

Jleb!

"Aakh!"

Jihoon berteriak sakit saat merasakan lubangnya di terobos masuk oleh sesuatu benda yang cukup besar. Mereka berdua berhenti sesaat untuk mengatur nafas mereka sebelum memulai pergelutan.

"aku akan bergerak," ucapnya. Jihoon mengangguk sayu.

Woojin bergerak pelan, mencoba mengatur permainan ini dengan lembut. Ia mengarahkan terus miliknya mencoba mencari titik kenikmatan milik Jihoon terlebih dulu.

"Mmhh.. Ahh,"

Jihoon mencengkram bahu milik Woojin ketika pria di atasnya ini melebarkan kedua pahanya. Ditambah adik kecil Woojin yang dirasakanya keluar masuk bergesekan dengan dinding lubangnya yang tadinya terasa perih kini mulai terasa berbeda, rasanya geli bercampur rasa nikmat yang mulai menyerangnya.

"AHn! Woojin!"

Woojin tersenyum. Ia sudah menemukan titik kenikmatan pria cantiknya. Ia pun mulai menumbukan titik itu dengan cepat.

ROOM 101 (2Park) ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang