Giselle pun segera keluar menemui Michael. Padahal hampir saja ia dapat mengetahui apakah Jay itu saudaranya atau bukan.
"Kenapa Mikey?" tanya Giselle.
"Gakpapa.. Aku kangen sama kamu." jawab Michael.
"Ih! Kamu lebay.." ujar Giselle.
"Gakpapa dong.. Yaudah.. Kita ke taman yuk." ajak Michael.
"Yuk." jawab Giselle.
Fyi ya guys.. Tamannya itu ada di dalem sekolah. Oke..
Lalu mereka pun berjalan sambil bergandengan menuju taman.
"Kita duduk disana ya.." ujar Michael.
"Oke." jawab Giselle.
Mereka pun duduk di bangku yang ditunjuk oleh Michael.
"Kamu mau ngomong apa?" tanya Giselle.
"Aku kangen sama kamu." jawab Michael.
"Perasaan kita gak lama pisah deh.." ujar Giselle.
"Iya.. Aku tau.. Tapi, aku cuma mau kamu. Janji satu hal ya sama aku.." ujar Michael.
"Janji apa?" tanya Giselle.
"Janji kalo kamu gak akan ninggalin aku." jawab Michael.
"Itu pasti.." ujar Giselle.
"Oke.." jawab Michael.
Mereka pun mengobrol di bangku taman tersebut.
Jay's POV
Gue envy. Gue jealous. Gue cemburu. Gue gak tahan ngeliat Giselle sama Michael kaya gini. Apa iya gue terlalu berharap? Tapi, gue akan tetap berjuang. Gue gak peduli kalo Michael itu pacar Giselle. Gue bakal bongkar rahasia lu Michael.
Kring....
Bel pun berbunyi. Gue pun segera berlari menuju kelas. Dan gue mendahului Giselle.
Lalu setelah gue sampai di kelas, Giselle pun juga tiba di kelas. Ia menatap gue sebentar lalu kembali berjalan menuju kursinya. Gue pun tak mengerti apa maksudnya. Lalu gue pun menyiapkan buku pelajaran.
"Jay." panggil seseorang.
"Ya Will?" tanya gue.
"Nih.. Ada Surat dari Giselle." jawab William lalu memberikan surat itu ke gue. Gue pun menatap Giselle sebentar lalu gue pun kembali fokus sama surat itu. Gue pun membacanya.
Jay, gue boleh tau nama panjang lu?
Hah? Nama panjang gue? Buat apaan coba...
Gue pun membalas surat itu.
Emang buat apa?
Gue pun melipat kertas itu lalu memberikan kepada William dan ia pun memberikan ke Giselle.
Giselle pun membaca jawaban gue. Lalu ia kembali menulis di kertas itu. Lalu William pun memberikan kertas itu ke gue. Lalu gue pun membacanya.
Please... Kasih tau.. Gue mohon..
Hmm... Kalo lo bukan gebetan gue Sel, gak akan gue kasih tau.. Huh..
Gue pun menulis jawabannya.
Alexander Jay Kalindra. Emang buat apa sih?
Gue pun memberikan surat itu ke William.
"Ehemm..." dehem seseorang.
Gue pun menengok ke arah orang itu. Ups, ternyata dia adalah.. Mr. Tom. Haduh.. Mampus gue!
"Sedang apa kamu Jay?" tanya Mr. Tom.
"Eee... Hmmm.. Ck.. Hmmm...-"
"Jawab!" pekik Mr. Tom lalu menggebrak meja gue.
Sial! Gue jantungan!
"Saya lagi surat-suratan." jawab gue.
"Kamu tahu hukuman murid yang surat-suratan di kelas saya?" tanya Mr. Tom.
"Tau Mister." jawab gue.
"Bagus. Ya sudah. Laksanakan sekarang." ujar Mr. Tom.
Gue pun maju ke depan lalu membacakan isi surat tersebut. So, hukuman gue itu bacain isi surat yang gue tulis.
"Jay, gue boleh tau nama panjang lu? Emang buat apa? Please.. Kasih tau... Gue mohon.. Alexander Jay Kalindra. Emang buat apa sih." gue pun selesai membacakan surat gue. Gue melihat Giselle. Dia terlihat sangat terkejut. Kenapa dia?
Hey readers! I'm back! So.. Vomment ya.. Love you.. Thanks... ^^

KAMU SEDANG MEMBACA
Bully Boy and Nerdy Girl
Teen FictionCewek kacamataan yang culun masuk ke sekolah baru nya. Tapi disana dia malah di bully habis-habisan. Sampai ada yang nyantol di hati tuh... Copyright © by cindygarfield