Perubahan?

63.9K 2.2K 45
                                    

"Huh! Kenapa sih besok masuk sekolah?" omelku di kamar pribadiku ini.

Hai guys! Nama gue Agatha Gisella Kalindra. Biasa dipanggil Giselle. Libur panjang sekolah hampir selesai. Besok aku akan masuk ke sekolah baruku yaitu salah satu sekolah internasional di Jakarta. Tentu saja bukan JIS. Aku dapat bersekolah disini karena aku mendapat beasiswa. Sudah ya perkenalannya. Besok gue bakal jadi anak kelas 10. Eeaakkk! Haha

Gue itu cuma cewek sederhana yang jelek,culun,kacamataan, dan punya tekad yang kuat. Masa lalu gue terlalu suram untuk gue ceritain. So forget about my past. Kay!

"Giselle!" panggil mamaku yang sontak membuyarkan lamunanku.

Aku pun langsung keluar dari kamarku dan pergi menemui mamaku di ruang keluarga.

"Ada apa ma?" tanyaku pada mamaku.

"Besok kamu masuk sekolah kan?" tanya mamaku.

"Iya.. Memangnya kenapa ma?" tanyaku lagi.

"Kamu gak mau merubah penampilan kamu?" tanya mamaku.

"Hah? Ngerubah penampilan aku? Emang kenapa?" tanyaku lagi.

"Gini loh sayang, waktu kelas 9, kamu kan pake kacamata terus rambutnya dikepang gitu." jawab mamaku.

"Iya.. Terus kenapa?" tanyaku.

"Kamu mau ya ubah penampilan kamu?" tanya mamaku ragu.

"Hah? Ubah gimana?" tanyaku lagi. Aku masih tidak mengerti apa yang dimaksud oleh mama.

"Kamu jangan pake kacamata lagi ya. Tapi ganti pake softlens. Terus rambut kamu digerai aja. Jangan dikepang gitu. Te-"

"Ma.. Mama malu ya punya anak culun kayak aku? Sampe-sampe aku disuruh ubah penampilan aku? Iya?" potongku.

"Gak gitu sayang. Maksud mama ya supaya kamu lebih modis aja. Mama gak malu kok punya anak kaya kamu." jawab mamaku.

"Udah deh ma.. Aku mau sendiri dulu ya.." ucapku menahan air mata.

"Iya sayang. Sekali lagi maafin mama ya." ucap mamaku penuh rasa bersalah.

Aku tidak menjawab perkataan mama barusan. Aku lebih memilih mengurung diri di kamar. So, kalian udah tau kan gue itu nerdy plus culun. Huh.. I don't care about it by the way..

Secara tanpa sadar, aku membanting pintu kamarku terlalu keras. Mungkin karena emosiku yang tak terkendali dan telah meluap-luap.

"Argh! Emangnya gue sejelek itu? Sampe nyokap gue malu sama gue?" gumamku di dalam kamarku.

"Argh! Hate you dad!" seruku di dalam kamar.

Ya, aku memiliki dendam besar pada papaku. Oke Giselle. Stop flashbacknya. Stopppp!!

Kring.. Kring...

"Hah? Mia? Ngapain dia telepon gue?" gumamku di dalam kamar.

"Halo.." ucap Mia nan jauh di sana.

"Hai Mi.. Ada apa ya?" tanyaku dengan suara sedikit terisak.

"Lu nangis Selle?" tanya Mia.

"Hah? Nang-nagis? Eng-enggak kkokk.." jawabku terbata.

"Jangan boong deh Selle. Gue udah tau lu dari kelas 7 kali.. Lu sebenernya kenapa?" tanya Mia.

"Huh.. Iya juga ya.. Besok deh gue cerita ke lu. Okay! Bye.." jawabku.

"Oke deh ma bestie! Gue juga mau cerita sama lu besok. Bye!" ucap Mia.

"Bye ma bestie laff yu.." pamitku.

Gue pun mengakhiri percakapan gue dan Mia di telepon. Abisnya gue terlalu stress dengan hari ini.. Huft!

Oh ya! By the way.. Yang tadi itu sahabat gue. Namanya Clarissa Tamia. Biasa dipanggil Mia. Dia itu sahabat gue sejak kelas 7 hehe. Dia juga dapet beasiswa di sekolah yang sama. Kayanya gue sama dia jodoh. Hehe.

"Bete maksimal!" seruku di dalam kamar layaknya orang kesurupan.

Bagi vomment nya ya readers... jangan jadi silent reader hehe. Btw baca cerita pertamaku ya "Three Wishes". Thanks for reading 😀

Bully Boy and Nerdy GirlTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang