Author's POV
Mia terus menangis. Menangis. Dan menangis. Ia menangis sambil terus menarik tangan Giselle. Yang ditarik, terus meronta. Meronta. Dan meringis kesakitan.
"Mia.. Kita mau kemana?" tanya Giselle.
"Udah lu ikut gue aja!" jawab Mia sambil terus menarik tangan Giselle dan menangis.
"Mi.. Sakit.." rintih Giselle.
Mia tidak merespon perkataan Giselle barusan. Ia pun terus menarik tangan Giselle. Di depan mata mereka terpampang jelas ada taman sekolah. Mia pun mulai melonggarkan genggaman tangannya dan mulai mengajak Giselle duduk di bangku taman sekolah.
"Sel. Hati gue Sel.. Hati gue! Hati gue jauh lebih sakit! Jauh lebih sakit dari tangan lo!" seru Mia sambil terus menangis.
"Mi.. Gue bisa jelasin semuanya." ujar Giselle.
"Jelasin? Jelasin apa? Gue rasa gak ada yang perlu lu jelasin ke gue." jawab Mia.
"Tapi Mi.. Lu salah paham." ujar Giselle.
"Udah ya Sel! Gue capek! Lu bilang, lu gak suka sama Jay. Tapi, lu malah berangkat sekolah sama dia. Temen macem apa lo?" ujar Mia lalu beranjak dari kursi taman.
"Mi. Please Mi. Gue bi-"
"Udah! Cukup! Gue benci sama lo Giselle! Gue benci sama lo Anastasia Gisella Kalindra!" seru Mia dan langsung berlari sekencang-kencangnya.
"Mia! Tunggu!" seru Giselle lalu mengejar Mia.
Giselle pun terus berlari. Berlari. Berlari mengejar Mia. Namun ia kurang memperhatikan langkahnya. Lalu ia pun menabrak. Ia tidak tahu apa yang ia tabrak. Giselle pun mendongak untuk melihat siapa yang ia tabrak.
"Sorry." ujar Giselle singkat.
"Giselle tunggu!" seru orang itu.
"Apa sih Michael? Udah cukup ya. Gue dibully sama lo! Gue dipermaluin sama lo." ujar Giselle.
"Tapi Sel.. Gue mau kita ulang lagi semuanya dari awal. Hai.. Gue Michael." jawab Michael.
"Tapi Michael.. Sorry. Gue masih butuh waktu. Lagi pula gue lagi ada urusan." ujar Giselle.
"Oh. Oke. Gue ngerti kok. Yaudah. Kalo gitu gue pergi dulu ya. Gue ada kelas. Bye." ujar Michael.
"Bye." ujar Giselle.
Lalu Giselle pun kembali berlari. Ia mencari Mia. Tetapi ia tidak menemukan tanda-tanda Mia. Lalu Giselle pun memutuskan untuk pergi ke kelas.
Dalam perjalanannya menuju kelas, ia pun bertemu dengan Jay. Giselle pun mencoba untuk memalingkan wajahnya dari Jay. Namun, Jay masih dapat mengetahui bahwa itu Giselle. Lalu Jay pun mendekati Giselle.
"Sel. Lu kenapa nangis?" tanya Jay.
"Bukan urusan lo!" jawab Giselle.
"Jelas urusan gue lah. Kan lu sahabat gue." ujar Jay.
"Sorry Jay. Tapi mulai sekarang lu bukan sahabat gue lagi." ujar Giselle.
"Hah? Emang gue salah apa?" tanya Jay.
"Udah! Pokoknya lu jauhin gue." jawab Giselle.
"Tapi Sel.-"
"Gue gak mau denger apapun dari lo. Pokoknya lu harus jauhin gue." potong Giselle.
Giselle pun segera meninggalkan Jay dan berlari menuju kelas. Tak lama bel pun berbunyi.
***
Giselle telah berada di dalam kelas. Ia pun berjalan lesu menuju tempat duduknya. Kini ia duduk sendiri. Mia duduk bersama seseorang bernama Tania.
Giselle pun merenung. Melamun. Dan kadang menangis. Ia melakukan segala nya saat pelajaran berlangsung. Ia merasa bingung. Ia bingung apa yang harus ia lakukan sekarang.
***
Sekarang sudah pukul 10.00. Artinya, sekarang adalah waktunya istirahat. Giselle pun mencari-cari bekal yang tadi telah disiapkan oleh mamanya. Ia pun teringat.
"Oh iya! Lupa gue ambil! Ih! Gara-gara Jay! Gue benci sama lo Jay!" batin Giselle.
Kini Giselle bingung. Ia kelaparan. Haus. Tapi tidak ada bekal. Ia pun duduk di bangku kantin sambil terus memikirkan nasibnya.
"Sel. Ga jajan?" tanya seseorang.
Giselle pun mendongak. Ternyata orang itu adalah Michael. "Ga. Gue gak bawa makanan." jawab Giselle.
"Oh.. Mau gue jajanin?" tawar Michael.
"Ih. Gak usah.. Ngerepotin tau.." ujar Giselle.
"Gak kok. Gak sama sekali." jawab Michael.
"Hmm.. Yaudah deh.. Makasih ya.." ujar Giselle.
"Ya.. Sama-sama.." jawab Michael.
Giselle's POV
Argh! Kenapa jadi rumit gini? Kenapa Mia pergi? Kenapa dia bisa salah paham gini? Kenapa musti ada Jay? Dan sekarang.. Kenapa Michael jadi berubah banget? So complicated!
Hey readers! Udah update nih.. Kayanya bakal makin slow update nih.. Tapi tunggu aja ya.. So happy waiting :3 Thanks! Btw biar aku semangat.. Boleh dong vommentsnya.. Hehe.. ^^

KAMU SEDANG MEMBACA
Bully Boy and Nerdy Girl
Teen FictionCewek kacamataan yang culun masuk ke sekolah baru nya. Tapi disana dia malah di bully habis-habisan. Sampai ada yang nyantol di hati tuh... Copyright © by cindygarfield