◇Ikatan Batin◇

3.9K 208 10
                                        

               Disisi lain Ali sedang mengemudikan Mobilnya di tengah hujan.Di telinganya Ali ada handsfree bluetooth.Ali sedang telponan dengan Bella.
"Iya,ini gue lagi bawa pesanan lo,Sabar kek,Ini Lagi hujan deras"
".............................................."
"Hah,Lo suruh gue beli Pizza,Es Krim,Batagor,Astaga lo kayak Orang Ngidam tau nggak bukan Pms"
"............................................."
"Kenapa nggak suruh Kak Dilan aja,Lo itu ribetin tau nggak"
              Ali terkejut karena di depan mobilnya ada seorang Tergeletak Pingsan di tengah hujan.Ali mengerem mobilnya mendadak dia hampir aja menabrak orang itu.
"Sambung nanti dulu ya" Ucap Ali Melepas handsfree di telinganya.
            Ali membuka pintu Mobilnya dan Turun dari mobilnya.Ali berjalan menghampiri Orang itu.Ali membungkuk di samping Orang itu.
Ali menarik bahu orang itu untuk melihat Wajahnya.Mata Ali membulat terkejut melihat Orang itu.
"Alfi,Kamu kenapa Nak,Bangun Alfi,Alfi" Ucap Ali menepuk Pipi Anak kecil itu dengan Panik.
               Anak itu adalah Alifian.
           Ali membuka Jaketnya dan Membungkus tubuh Kecil Alifian yang mengigil.
"Alfi,Buka mata kamu heh,Ini Papa nak" Ucap Ali Panik dan Mengendong tubuh kecil Alifian
           Ali berlari mengendong Alifian menuju Mobil.Ali memasukan tubuh Alifian ke dalam mobilnya.Ali mengemudikan mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit.Alifian mengigil.
"Papa,Papa,Papa" Ucap Alifian mengigau.
"Alfi,Ini papa disini" Ucap Ali mengusap Alifian sambil menyetir dan Menangis karena mengetahui Suhu badan Alifian sangat panas.
               Beberapa Saat Kemudian.
       Mobil Ali sampai di depan rumah sakit.Ali mengendong Alifian keluar dari mobil dan Berlari memasuki rumah sakit.
"Suster,Dokter" Teriak Ali.
           Tiba tiba Suster datang berlari menghampiri Ali.
"Mana Dokter Anak" Tanya Alifian.
"Udah Pulang Mas" Ucap Suster itu.
"Apaan dokter anak pakai pulang segala,Panggil Dr Nathan" Ucap Ali.
"Dr,Nathan kan bukan spesialis anak" Ucap Suster.
"Saya tau,Saya Aliandra Prahadi anak Dr Nathan" Ucap Ali.
"Baik Mas" Ucap Suster berlari meninggalkan mereka.
           Ali duduk di kursi tunggu.Ali memeluk Alifian dengan erat berusaha mengurangin rasa mengigil.
"Alfi bangun ya,Jangan bikin papa khawatir,Buka mata kamu ya,Papa mohon" Ucap Ali menangis.
           Entah kenapa Ali tiba tiba Menangis Melihat Alifian yang sakit dan Ali merasa hatinya sangat sakit.
           Tiba tiba Nathan datang menghampiri Ali.Ali berdiri.
"Ini anak siapa Ali" Tanya Nathan.
"Nanti ya Pa,Ali jelasin" Ucap Ali.
"Ya udah ikut Papa ke ruangan" Ucap Nathan.
           Ali berlari mengikuti Nathan sambil mengendong Alifian.
           Beberapa Saat Kemudian.
      Nathan sedang memeriksa Alifian.
Ali mengenggam tangan Alifian dengan raut wajah Khawatir.
"Dia hanya Demam tinggi dan Dia belum makan Dari siang,Besok Pagi setelah demamnya turun dia akan sadar" Ucap Nathan.
           Nathan memasangkan Alat infus di tangan Alifian.Ali mengusap kepala Alifian.
"Wajah anak ini milik kayak kamu" Ucap Nathan.
"Iya Pa,Ali aja Sampai mikir dia reinkarnasi Ali" Ucap Ali tertawa.
"Kamu sayang banget sama dia" Tanya Nathan.
"Sayang banget,Malah Ali ngerasa nyaman banget sama dia,Seharusnya Ali kesal atau Marah sama bocah ini,Dia ini Dingin dan Datar banget,Tapi entah kenapa Ali sayang banget sama dia" Ucap Ali Tertawa.
"Namanya Siapa" Tanya Nathan.
"Namanya Alifian singkatan Alivendra Alfian,Alivendra nama Ayah kandung anak Ini,Aneh ya Pa nama Anak ini dan Ayahnya sama kayak Ali cuman beda belakang aja" Ucap Ali Tertawa.
           Nathan terkejut mendengar perkataan itu.
"Apa ini anak yang Ali,Aku harus mencari taunya sendiri" Batin Nathan Melihat Ali dan Alifian secara bergantian.
"Papa kenapa" Tanya Ali.
"Boleh Papa minta rambut kamu sedikit" Ucap Nathan.
"Untuk apa Pa,Papa mau nyantet Ali" Ucap Ali tertawa.
"Kamu ini sembarangan aja,Sini Papa minta rambut kamu sedikit" Ucap Nathan.
            Ali mengambil gunting di meja dan Memotong rambutnya sedikit.
Ali memberikan Potongan Rambutnya ke Papanya.Nathan memasukkin rambut Ali ke dalam plastik.Dia mengambil Gunting Ali dan Memotong rambut Alifian sedikit.Ali bingung atas apa yang di lakukan Papa tirinya.
"Rambut Alifian dan Ali untuk apa" Tanya Ali.
"Untuk memeriksa Kondisi Alifian dan Rambut kamu mau di pakai untuk nyantet kamu" Ucap Nathan Tertawa.
"Papa ini jahat benar mau nyantet Ali" Ucap Ali Tertawa.
"Kamu nggak pulang besok kan kamu ngajar" Tanya Nathan.
"Ali masih mau disini sama Alifian,Nanti Ali telpon Kak Bella untuk bawa pakaian Ali besok" Ucap Ali.
"Ya udah Papa keluar ya Ada pasien yang harus papa tanganin" Ucap Nathan.
"Makasih ya Pa" Ucap Ali.
"Jangan lupa istirahat" Ucap Nathan mengacak rambut putranya.
           Nathan berjalan keluar dari ruang rawat.
"Aku harus melakukan Tes DNA untuk membuktikan Apakah Alifian Anak Ali atau bukan" Batin Nathan.
            Ali mengusap kepala Alifian dan menyandarkan kepalanya di sisi brangkar.Ali mulai tertidur di samping Alifian.
            Keesokkan Harinya Prilly berjalan menuju kamar Alifian.Prilly menghela nafasnya.Prilly membuka pintu kamar Alifian.Dia terkejut melihat pintu kamar Alifian tidak terkunci.Prilly membuka pintu kamar Alifian.Prilly terkejut melihat Putra kecilnya tidak ada di kamar.
"Alifian,Alifian,Alifian" Panggil Prilly mencari Alifian.
             Prilly membuka pintu kamar mandi tidak ada Alifian.Prilly berjalan keluar dari balkon.Dia nggak melihat putra kecilnya.Prilly melihat sebuah tali terikat di tiang dan Prilly melihat tali itu sampai ke bawah.
"Nggak mungkin,Nggak mungkin" Ucap Prilly panik dan Berlari memasukin kamar Alifian.
         Prilly membuka lemari Alifian.
Dia menangis melihat pakaian Alifian tidak ada di lemarinya dan Dia melihat sepucuk surat.Prilly mengambil surat itu dan membacanya.

Ma,Maafin Alifian yang selama ini bikin hidup Mama susah dan Bikin masa muda Mama hilang karena mengandung Alifian,Alifian udah memutuskan untuk pergi.Untuk mencari Papa biar mama bisa bahagia.Ma,Alifian sayang banget sama Mama,Maafin semua sikap Alifian ke mamanya,Alifian bakal kangen banget sama Mama.

              Prilly menangis terluruh ke lantai memeluk surat putranya.
"Alifian,Kenapa kamu ninggalin Mama,Maafin Mama nak,Mama mohon kembali Nak,Kamu nggak bikin susah Mama,Nggak Nak,Maafin Mama" Ucap Prilly menangis memeluk Surat Putranya.
       Gitara dan Oma Salsa berada di depan kamar Alifian.Gitara berlari menghampiri Putrinya.
"Sayang,Kamu kenapa nangis,Nak" Tanya Gitara.
"Alifian pergi dari rumah Dad,Ini semua karena Prilly,Dad Cari Alifian Dad" Ucap Prilly menangis di pelukan Gitara.
"Prilly,Kamu tenangnya,Dad Akan Cari Alifian,Sekarang kamu berangkat kuliah ya" Ucap Gitara.
"Prilly nggak bisa kuliah kalau Nggak ketemu Alifian Dad,Prilly nggak tau keadaan Alifian gimana di luar Dad,Prilly takut Alifian kenapa kenapa di luar Dad" Ucap Prilly menangis.
"Prilly,Dengar Daddy sekarang kamu berangkat kuliah ya,Daddy yang antar setelah itu Daddy akan mencari Alifian sampai ketemu" Ucap Gitara memeluk Putrinya.
               Prilly menangis karena mengkhawatirkan Putra kecilnya.
           Disisi lain Alifian tersadar dari Pingsannya berpapasan dengan Ali yang baru saja mandi.Ali terkejut melihat Alifian sadar dari pingsannya.
Ali berjalan menghampiri Alifian.
Alifian tersenyum melihat Ali.
"Papa" Ucap Alifian Bangun dari Posisi baringnya dan memeluk Ali.
            Ali tersenyum dia membalas pelukan Alifian.Dia memeriksa Pipi Alifian.Ali merasakan Demam Alifian sudah turun.Ali mengurai pelukannya dengan Alifian.Ali mengambil semangkuk Bubur untuk Alifian.
"Sekarang makan ya biar cepat sembuh,Setelah itu Papa harus pergi" Ucap Ali menyuapi Alifian.
"Papa mau kemana,Papa mau ninggalin Alfi" Ucap Alifian menerima suapan Ali.
"Papa ngajar di sebuah kampus,Nanti 3 jam lagi Papa pulang kok,Setelah itu Papa antar kamu pulang ya" Ucap Ali.
"Alfi nggak mau pulang,Papa nggak bakal ninggalin Alfi lagi Kan" Ucap Alifian.
            Ali terdiam mendengar perkatan Alifian.Dia udah janji sama Prilly untuk menjauh dari Alifian.
"Papa kok Diam" Ucap Alifian.
"Papa udah telat nich,Papa perginya nanti Ada Dr Nathan yaitu Ayah Papa yang akan rawat Alifian" Ucap Ali.
"Kakek Alfi dong" Ucap Alifian tersenyum bahagia.
"Iya,Papa berangkat ya" Ucap Ali.
            Alifian menyalim tangan Ali dan Ali tersenyum mengacak rambut Alifian.
             Beberapa Saat Kemudian.
        Prilly berjalan di lorong kampus dengan melamun.Prilly masih mengkhawatirkan Putranya.
"Bruk"
            Prilly tak sengaja menabrak seorang Wanita.Wanita itu terkejut dan Mengibas tubuhnya dengan Jijik.
"Maafin Gue Karin" Ucap Prilly menunduk ketakutan.
"Heh Pelacur lo punya mata atau nggak sich,Sumpah ya gue jijik bersentuhan dengan tubuh kotor lo" Ucap Karin Mengibaskan bajunya dengan Jijik.
"Hey Pelacur,Gue ada kartu Nama Om Om yang mau beli tubuh Lo,Lo mau nggak lumayan loh,Om itu membayarnya Mahal" Ucap Teman Karin Mengambil Tangan Prilly dan Menaruh Kartu itu ke tangan Prilly.
           Prilly menangis mendengar hinaan mereka.Mereka adalah Karin,Cika dan Wanda.Mereka adalah anak Famous di kampus.Mereka sering membully Prilly sejak tau Prilly hamil di luar nikah.
"Hey,Kenapa diam telpon tuch Om Om,Udah itu jual Diri lo,Karena lo itu udah nggak ada harga diri lagi" Ucap Wanda memegang kedua Pipi Prilly dengan kuat.
           Prilly hendak berjalan melewatin Mereka.Tiba tiba Karin menjambak rambut panjang Prilly dengan kuat.
"Aw" Ucap Prilly kesakitan.
"Heh teman gue udah baik sama lo,Memberikan kartu nama Om Om buat lo,Biar lo Bisa puasin Om Om itu,Kalau Gue jadi lo yang nggak punya harga diri,Gue bakal jual diri gue,Jadi lebih baik Lo jual diri lo,Karena itu pekerjaan yang cocok untuk pelacur seperti Lo" Ucap Karin mendorong Prilly kasar.
            Prilly terdorong ke belakang dan Prilly memejamkan matanya.
Karena dia hampir terjatuh.Tiba Tiba ada yang memeluk Pinggang Prilly.
Karin Cs terkejut melihat Orang itu.
"Gila cowok itu ganteng banget" Ucap Karin berbisik dengan Cika.
"Dia mahasiswa baru disini ya ganten banget" Ucap Cika berbisik dengan Wanda.
"Kenapa sich cowok ganteng itu menolong Pelacur itu" Ucap Wanda kesal.
             Mereka bertiga menatap Prilly Sinis dan Menatap Pria itu terpesona.
Prilly merasakan tubuhnya melayang.
Prilly membuka kedua matanya dan Dia terkejut melihat Orang itu.Prilly menatap Mata Pria itu.Pria itu menatap Prilly.Mereka saling menatap membuat Karin Cs Iri.


BERSAMBUNG.



                    Vote And Comment.

Dendam Dan Cinta (New Version) [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang