◇Kesedihan Alifian & Tentang Masa Lalu◇

4.3K 225 3
                                        

         Malam Harinya Prilly belum sadar dari Pingsannya.Alifian mencelupkan kain ke Air dan Mengopres Kening Prilly.Gitara dan Oma Salsa tersenyum melihat Sifat Alifian Walaupun Sikap Alifian Dingin dan Ketus,Tapi Alifian sangat menyayangi Prilly.
"Kak Ali,Kak Ali,Kak Ali" Ucap Prilly mengigau.
             Alifian mengepal tangannya mendengar Nama itu di sebut dari mulut Prilly.Alifian tau Siapa Dipanggil Kak Ali.Yaitu Ayah kandung.Gitara terkejut melihat Tatapan Dendam Alifian saat mendengar nama Ali.
"Jadi Papa yang bikin kayak Gini,Membuat Alifian sangat benci terhadap Papa dan Jangan salahkan Alifian kalau Alifian dendam Sama Papa yang udah menyakiti Mama" Ucap Alifian Dingin dan Turun dari kasur.
          Alifian berjalan meninggalkan Mereka.
"Alfi" Panggil Gitara dan Oma Salsa.
            Gitara berjalan mengikuti Alifian.Dia berjalan menurunin tangga.Gitara melihat Alifian yang duduk di tangga.Alifian melipat kedua tangannya di depan Dadanya dan Menatap lurus ke depan dengan muka yang sangat Datar.
"Kenapa Sikap Alifian lebih Dominon Ke Ali daripada Prilly,Kasihan anak usianya bermain bukannya menyendiri di rumah" Batin Gitara.
             Gitara berjalan menghampiri Alifian dan duduk di samping Alifian.
"Opa tau,Kamu sangat kecewa dengan papa kamu,Tapi kamu nggak tau Alasan kenapa dia pergi,Dia pergi demi menyelamaikan mama kamu" Ucap Gitara.
"Maksud Opa" Tanya Alifian Dingin.
"Nanti kamu akan tau setelah kamu dewasa" Ucap Gitara.
"Apa Papa menyayangi Alifian,Tapi kenapa papa ninggalin Alifian" Ucap Alifian menangis.
            Gitara memeluk cucunya.
"Alifian pengen banget punya Papa,Soalnya Alifian iri setiap Kali melihat Teman Alifian bersama Papanya,Apa cuman Alifian yang nggak punya Papa,Alifian pengen banget main sama Papa,Di ajari naik sepeda sama Papa dan melakukan Segala hal bersama Papa,Apa cuman Alifian yang nggak punya Papa" Ucap Alifin mengucek matanya sambil menangis.
"Alfi,Alfi punya Papa kok,Cuman Papa kamu lagi pergi" Ucap Gitara.
"Pergi kok sampai bertahun tahun" Ucap Alifian.
"Kalau Alfi mau Papa kembali,Alfi harus berdoa kepada Allah semoga Papa Alfi bisa kembali dalam keadaan baik baik aja" Ucap Gitara.
              Alifian berdiri dan berjalan meninggalkan Gitara.Gitara bingung dengan sikap Alifian yang selalu pergi tanpa bilang apapun.Gitara berjalan menaikin tangga dan Gitara berjalan menuju kamar Prilly.Dia tak sengaja melewati Kamar Alifian dan Melihat cucunya sedang Menunaikan ibadah sholat.
                  Setelah itu Alifian mengadahkan tangannya ke atas.
"Ya Allah,Apa Alifian boleh meminta dan Alifian berharap Allah bisa mengabulkan permintaan Alifian,Alifian ingin Papa kembali ya allah dengan keadaan Baik baik saja dan Alifian ingin melihat Mama bahagia ya allah,Tolong kabulkan permintaan Alifian Ya Allah" Ucap Alifian menangis dalam lantunan doanya.
             Gitara tersenyum dia bangga memiliki Cucu seperti Alifian yang taat beribadah.
            Disisi Lain Ali berjalan mondar mandir di kamarnya sambil memegang dompet Prilly.
"Kenapa gue jadi kepikiran sama Gadis yang bernama Prilly dan Bocah dingin itu" Ucap Ali bingung dengan semua ini.
             Dia mengingat perkataan Prilly kalau Dia seorang pembunuh.Apa benar dia seorang pembunuh.Ali benar benar pusing dengan ini semua.
Banyak memori yang hilang di ingatan dan Membuat Dia harus mencarinya.Tapi Dia takut kalau ternyata dia pembunuh Gimana.
Ali teringat perkataan Prilly yang bilang dia dendam sama Keluarga Prilly.
"Apa yang bikin gue dendam sama keluarganya,Bokap Ada,Nyokap Ada dan Kakak Ada,Jadi apa yang membuat gue dendam sama dia" Ucap Ali Berjalan mondar mandir.
              Tiba tiba Bella datang ke kamar Ali dan Melihat Ali yang mondar mandir sambil ngomong sendiri.
"Lo dari tadi Mondar mandir kayak Setrikaan dan Ngomong sendiri,Lo stress ya" Ucap Bella.
"Nggak stress kok,Gila aja" Ucap Ali tertawa mendengar Perkataan sendiri.
"Oh iya Indra dan Tama ngajak lo keluar" Ucap Bella.
"Kok Gue ngerasa nama Indra dan Tama ada kepanjangan dech,Tapi kenapa mereka tidak mau memberitahu nama kepanjangannya" Ucap Ali.
"Nggak tau,Nanya gue,Situ kan temannya" Ucap Bella.
"Gue nggak tau lah mereka teman gue atau bukan" Ucap Ali.
"Udahlah sana lo keluar dari pada lo mondar mandir ngomong sendiri kayak orang gila" Ucap Bella.
"Udah sana Lo mau ngintip" Ucap Ali.
"Ih amit amit gue ngintipin lo" Ucap Bella berjalan meninggalkan Ali.
             Ali tersenyum bahagia memiliki Ayah Tiri seperti Nathan yang baik terhadapnya dan memiliki Kakak tiri seperti Bella yang sangat menyayanginya.
            Beberapa Saat Kemudian.
      Ali sedang berjalan menurunin tangga.Felix dan Kenan berdiri dari sofa melihat Ali.
"Woi Alfi" Ucap Kenan keceplosan.
             Felix langsung menyenggol tangan Kenan.Kenan menutup mulutnya dan melihat Marina yang sedang duduk di sofa menatapnya tajam.Ali bingung dengan Panggilan Kenan.Ali berjalan menghampiri Kenan dan Felix.
"Kenapa lo manggil gue Alfi,Emang Alfi siapa" Tanya Ali Penasaran.
              Mereka berdua bingung harus jawab apa.
"Sayang,Mereka salah manggil nama kamu,Iya kan" Ucap Marina.
"Iya Tante" Ucap Mereka ketakutan menatap Marina.
             Ali bingung kenapa mereka ketakutan melihat Mamanya.
"Ma,Ali berangkat ya" Ucap Ali.
"Ya udah hati hati sayang" Ucap Marina.
             Ali berjalan bersama kedua temannya keluar dari rumahnya.
Mereka masuk ke dalam mobil Ali.Ali mengemudikan mobilnya meninggalkan rumahnya.
            Beberapa Saat Kemudian.
        Mereka sampai di depan Cafe A&P.Ali pernah lewat sini tapi dia nggak pernah masuk ke dalam.Ali dan kedua temannya turun dari mobil.
Ali berdiri melihat Cafe itu.Tiba tiba Rasa pening menyeruak di kepalanya.
Ali mencekram kepalanya sakit.Tiba tiba Bayangan samar muncul di kepalanya.
            
          Seorang Lelaki bersama kedua sahabatnya berjalan memasukin sebuah kelas.Lelaki itu melihat seorang gadis yang mengemaskan sedang mengambar sesuatu.Pria itu berjalan menghampiri Wanita itu.
"Kamu lagi ngapain sayang,Kok nggak ke kantin" Tanya Pria itu perhatian.
"Sayang,Aku lagi gambar sketsa cafe masa depan Aku,Tengok dech tulisan A&P A itu Nama kamu dan P itu nama aku,Bagus kan" Ucap Wanita itu dengan Girang.
"Bagus Kok,Tapi sekarang kita ke kantin aku nggak mau kamu sakit" Ucap Pria itu.
             Gadis itu berdiri dan mengandeng tangan kekasihnya manja dan Menyandarkan kepalanya di bahu kekasihnya.Pria itu mengecup kening gadis.Gadis itu tersenyum.
Mereka berdua berjalan meninggalkan kelas gadis itu di ikuti kedua orang di belakangnya.
 
          Ali bingung siapa gadis samar samar di otaknya.Seakan gadis itu menguasai relung hatinya.
"Woi Ali,Kenapa lo ngelamun" Ucap Kenan.
"Indra,Lo ngejutin gue aja" Ucap Ali Terkejut.
"Ya udah yok masuk" Ucap Felix merangkul bahu kedua sahabatnya.
        Mereka berjalan memasukin cafe dan mendudukin salah satu meja.Ali melihat sekeliling Cafe berharap bertemu Prilly tapi Dia lihat adalah Bocah Dingin yang sedang marah marah.
"Kerja yang benar,Saya ngantiin Mama saya untuk menegur siapa yang nggak bisa kerja dengan benar" Ucap Alifian Tegas Dan Dingin.
              Alifian masih berusia 5 tahun tapi anak kecil itu sangat di siplin daripada Mamanya dan Sangat tegas segala hal.Alifian nggak sendirian dia masih di awasin Gitara yang melihatnya di lantai Atas.Ali tersenyum melihat Wajah Tegas Alifian.
"Tuch bocah dingin mukanya datar benar" Ucap Ali tertawa.
"Iya Lah Dingin dan Datar,Orang dia sama kayak lo" Ucap Felix keceplosan.
            Kenan langsung menendang Kaki Felix.Felix terkejut karena dia keceplosan.Ali menatap mereka curiga.
"Sama kayak gue maksudnya" Tanya Ali bingung.
"Maksudnya sifat yang lo dulu dingin dan datar kayak anak itu" Ucap Kenan.
"Oh dulu gue kayak bocah itu,Setelah itu sifat gue kayak apa lagi,Apa kayak anak itu yang suka marah marah" Ucap Ali Antusias untuk tau tentang masa lalunya.
             Kenan dan Felix masih terdiam.Mereka seakan akan ketakutan sesuatu.Ali menatap mereka bingung.
"Oke lupain sifat gue yang dulu,Kalian bilang kalian sahabat gue,Sekarang gue mau nanya masa lalu gue,Masa lalu gue kayak apaan sich" Tanya Ali Penasaran.
        Kenan dan Felix masih terdiam dan mereka berdua masih saling menatap.
"Apa masa lalu gue begitu buruk,Sampai lo berdua tidak ingin cerita tentang masa lalu gue,Apa jangan jangan gue seorang pembunuh ya" Tanya Ali penasaran dan Memelankan suaranya saat menyebut dirinya pembunuh.
            Mereka terdiam mendengar perkataan Ali.Ada 2 hal yang bikin mereka takut.Ancaman Marina dan Mereka tidak ingin Ali merasa menyesal atas kesalahan yang dulu.
"Lo berdua tuch kenapa sich diam terus,Gue tuch pengen tau gue punya pacar atau nggak,Gue pengen tau semuanya tapi kenapa kalian menyembunyikan sesuatu dari gue" Ucap Ali Marah.
"Apaan ini ada kecoa di makanan ini" Teriak Seorang.
            Semua pengunjung Cafe menoleh ke salah satu meja.
Termaksud Ali yang menoleh ke salah satu meja.Kenan dan Felix menghela Nafas mereka lega.Karena Ali berhenti menanyain Mereka.
"Pak,Kita nggak tau kenapa ada kecoa disana" Ucap Pelayan itu.
"Brak"
            Orang itu mengebrak meja.
"Cafe ini nggak higienis masa ada kecoa di Makanan gue" Ucap Pria itu marah.
"Trik Basi" Ucap Alifian sinis dan berjalan menghampiri Mereka.
            Gitara panik melihat Alifian berjalan menghampiri mereka.
"Alfi,Ngapain disana" Ucap Gitara Panik.
            Gitara berjalan menuruni tangga dengan Panik.
"Bisa saja kan Om masukin kecoa ke dalam makanan itu hanya untuk mendapatkan Ganti rugi,Trik Om itu basi" Ucap Alifian tersenyum sinis.
"Heh anak kecil,Jaga bicara kamu" Ucap Pria itu Marah.
"Tengok kan Om marah berarti benar dong Omongan saya" Ucap Alifian tersenyum Sinis dan Menatap pria itu tajam.
"Jaga bicara kamu anak kecil,Jangan asal Fitnah" Ucap Pria itu.
             Alifian berjalan mendekatin Pria itu dengan sinis.
"Fitnah,Om yang buat Fitnah di cafe mama saya,Om saya ada bukti CCTV disini,Apa perlu saya bawa kasus ini ke jalur hukum" Ucap Alifian tersenyum Sinis.
"Heh bocah,Apa kamu nggak di ajar sopan santun Oleh ayah kamu" Ucap Pria itu.
             Alifian mengepal tangannya dan menatap Pria itu penuh dendam.
"Saya emang nggak punya Ayah" Ucap Alifian dengan Lirih.
"Pantasan sikap kamu buruk,Ternyata anak haram" Ucap Pria itu.
              Alifian tak terima dengan perkataan orang itu.Alifian mengambil segelas minuman orang itu.
"Byuur"
         Alifian menyiram ke baju Pria itu.
"Saya nggak terima Om bilang saya anak haram" Ucap Alifian menatap Pria itu penuh dendam.
"Dasar anak kurang ajar" Ucap Pria itu mengangkat tangannya dan hendak menampar Alifian.
              Tiba tiba Ada seorang menahan tangan Pria itu.Orang itu adalah Ali.
"Bisa nggak,Nggak usah main tangan sama anak kecil" Ucap Ali menghempaskan tangan Pria itu.
"Dia tidak memiliki sopan santun,
Dasar anak haram" Ucap Pria itu.
"Jaga bicara anda,Jangan sampai satu perkataan Anda membuat saya menghabisi anda" Ucap Ali Dingin.
"Berapa yang ada butuhkan untuk pergi dari Cafe ini" Ucap Ali mengeluarkan Uang dari dompetnya dan Memberikan ke orang itu.
          Pria itu tersenyum menerima uang Ali dan berjalan meninggalkan Cafe.
"Saya nggak butuh bantuan Om" Ucap Alifian Dingin.
             Ali terkejut mendengar perkataan anak itu.Ali berjalan mengikuti anak itu.Kenan dan Felix memandang Ali yang berjalan mengikuti anak itu.
"Walaupun lo nggak bisa mengingat apapun tentang lo,Tapi Ikatan Batin lo dengan anak lo sangat kuat Ali" Batin Kenan.
"Maafin kita Ali,Kita terpaksa menyembunyikan tentang masa lalu lo" Batin Ali.




BERSAMBUNG.



                    Vote And Comment.

Dendam Dan Cinta (New Version) [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang