◇Merasa Ada Yang Berubah◇

4.9K 198 9
                                        

             Keesokkan Harinya Ali berjalan keluar dari rumah.Dia melihat Gitara yang sedang mencuci Mobil.
"Om,Boleh saya bantu" Ucap Ali.
"Boleh,Silahkan Ali" Ucap Gitara.
             Ali mengambil sabun dan Selang.Ali mencuci Mobil Gitara.
Ali berpikir sebuah pertanyaan.Dia melihat Gitara hendak berjalan memasukin rumah.
"Saya cuman pengen nanya kenapa Om Nembak Papa saya,Apa Om dulu musuh dengan Papa saya,Tapi Saya melihat sebuah Foto Om sangat dekat sama Papa saya" Tanya Ali yang sibuk mencuci mobil.
              Gitara terdiam mendengar pertanyaan Ali.Gitara menoleh ke belakang memandang Ali.
"Kamu mengingat kejadian itu" Tanya Gitara tegang.
"Saya cuman Ingat Om Nembak Papa saya di hutan tempat di mata saya dan Mama,Walaupun Saya nggak tau tepatnya di hari apa" Ucap Ali berusaha menahan emosinya.
          Gitara berjalan menghampiri Ali dan Menepuk bahu Ali pelan.
"Maafin saya,Saya tau kata maaf nggak bisa mengembalikan Papa kamu,Kamu harus tau hidup saya di hantui penyesalan mengingat kejadian itu,Kamu boleh melaporkan saya ke Polisi,Karena sudah menembak papa kamu dan Menimbulkan dendam di hati kamu dan Mama kamu" Ucap Gitara.
"Saya jujur Membenci Om dan Marah sama Om,Karena udah membuat saya hidup tanpa Ayah,Tapi Percuma juga saya marah atau benci,Toh Papa saya nggak akan kembali,Tapi Saya cuman pengen tau Ada hubungan Apa om sama Papa,Karena saya tidak mengingat apapun" Ucap Ali.
"Om dan Papa kamu berteman dari kecil,Sampai Suatu ketika Om merasa iri terhadap Papa kamu,Yang Bisa lebih sukses dari Om,Makanya Om melakukan Itu hanya berniat Mengambil Tender Tender terbesar Papa kamu,Tapi Sungguh Om sangat menyesal melakukan itu,Om berusaha mencari kamu dan Mama kamu untuk meminta maaf untuk semua kesalahan Om" Ucap Gitara.
             Tiba tiba Sekilas Bayangan muncul di kepala Ali.Bayangan dirinya bersama Papanya nampak jelas.Ali mencekram kepalanya yang terasa sakit.
            
               Ali kecil sedang duduk di pangkuannya Alfian.
"Alfi" Panggil Alfian.
"Iya,Pa" Ucap Ali.
"Kalau Ada yang menyakiti kamu atau menyakiti Kamu,Kamu harus memaafkan dia,Jangan kamu menyimpan perbuatan Jahat Mereka ke dalam hati kamu dan menjadikannya sebuah Dendam,Papa nggak ingin anak Papa jadi pendendam oke" Ucap Alfian.
"Oke" Ucap Ali kecil.
"Alfi sayang Papa,Muach" Ucap Ali kecil mencium Pipi Papanya.
"Papa juga sayang Alfi" Ucap Alfian mengelitik Ali Kecil.
             Ali kecil dan Alfian tertawa.

         Ali menangis karena nggak bisa menepati Janjinya terhadap Alfian.
Gitara terkejut melihat Ali yang berhenti membersihkan Mobil dan Menangis.Gitara mengusap Bahu Ali untuk menenangkan Pria itu.Dia tau Pria itu sedang mengingat sesuatu.
"Saya sudah ingat kalau saya berjanji nggak akan menjadi orang yang pendendam sama Papa saya tapi Saya mengingkari janji itu" Ucap Ali Menangis.
"Maafkan saya yang sudah menjadikan Kamu orang yang pendendam,Maafkan saya" Ucap Gitara menangis Penuh penyesalan.
"Saya harus menepatin Janji saya ke Papa saya,Saya,Yang Sempat Saya ingkarin dan Saya sudah memaafkan Om,Jadi Kita lupain Masa yang menyakitkan itu dan Memulai dari awal" Ucap Ali Masih menangis.
            Alifian berjalan keluar dari rumah.Alifian melihat Ali yang menangis.
"Papa sedih,Aku harus bisa bikin Papa tersenyum" Batin Alifian.
              Alifian mematikan selang Air sambil tersenyum.Ali terkejut melihat Selang Air yang mati.
"Om,Kok selangnya mati" Ucap Ali Memukul selang itu di tangannya.
"Kok bisa mati,Om kan baru perbaikin semalam" Ucap Gitara bingung melihat Selang Air yang mati.
              Ali melihat selang itu dan Alifian menyalakan pompa Air.
"Aaaa" Ucap Ali terkejut karena terkena semprotan Air dari selang itu.
           Gitara juga terkejut karena terkena semprotan Air dari selang.
"Hahahaha" Tawa Alifian.
           Mereka berdua menoleh melihat Alifian yang tertawa.
"Alfi" Teriak Mereka berdua.
             Ali langsung mengarahkan selang itu Ke Alifian.Alifian terkejut karena Terkena semprotan Air itu.
Membuat Pakaian Alifian basah.
Alifian berlari Dan Mengambil selang itu.Alifian menyemprot selang itu ke Mereka berdua.Ali mengambil selang Itu dan Menyemprotnya ke Gitara dan Alifian.Mereka tertawa sambil bermain Air.Prilly berjalan keluar dari rumah melihat Mereka bermain Air.
"Astaga,Daddy,Sayang,Alifian apaan sich main air segala" Teriak Prilly mengomel.
           Ali langsung mengarahkan selang Air ke Prilly.Prilly terkejut.
"Sayang,Hentikan nggak sayang" Teriaj Prilly kesal.
          Prilly mengejar Ali.Ali berlari dari kejaran Prilly.Prilly melempar kain mobil tapi Ali menghindar.
Alifian dan Gitara tertawa melihat Ali dan Prilly kejar kejaran.
"Opa,Mama dan Papa kayak anak kecil main kejar kejaran" Ucap Alifian.
"Papa dan Mama kamu waktu kecil sering kayak gitu" Ucap Gitara Mengingat Masa kecil Ali dan Prilly.
           Prilly hampir tergelincir karena ke injak sabun.Ali langsung menangkap tubuh Prilly.Prilly dan Ali saling menatap.Membiarkan Air selang menyiram membasahi mereka.
"Cie Mam dan Papa tatap tatapan romantis banget di bawah Air selang" Ucap Alifian mengoda kedua orang tuanya.
            Tiba tiba Ali merasakan kepalanya sangat sakit.Ali mengingat Bayangan samar samar Anak kecil yang sering bermain Air kejar kejaran bayangan itu semakin jelas.

Dendam Dan Cinta (New Version) [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang