Prilly Aqueena Gitara Gadis Polos yang Ceria memiliki Pacar Posesif dan Pencemburu bernama Alivendra A.Ali Adalah Kakak kelas Prilly.Dia adalah Pria yang Cuek dan Terkesan dingin tapi Dia sangat Posesif dan Romantis Terhadap Pacarnya.Prilly dan Ali...
Beberapa Saat Kemudian. Ali sudah memakai Baju Tahanan.2 Polisi membawa Ali masuk ke dalam penjara.Ali berjalan ke tembok Putih Penjara itu dan Terduduk di lantai dingin.Ali menangis dia menangis bukan Karena Dia masuk penjara.Melainkan Dia menangis karena Kepergian Mamanya. "Ma,Alfi benar benar sendirian,Alfi tau Mama sudah tenang bersama Papa" Ucap Ali Menangis mengingat kenangan dirinya bersama Marina.
Marina sedang menunggu Ali kecil berjalan keluar dari sekolahnya. Tiba tiba Dia melihat Putranya sedang dikerubuni Banyak Orang. "Alfi jelek,Alfi Dekil,Alfi jelek" Ucap Anak itu meledek Ali. Ali menangis mendengar ledekan mereka semua.Marina berjalan menghampiri Mereka. Mereka semua takut Marina memarahi Mereka dan Memilih berlari meninggalkan Alfi.Marina membungkuk di hadapan Ali kecil. "Kok Alfi anak Mama nangis,Alfi kan jagoan Nggak boleh Nangis" Ucap Marina. "Mereka selalu ledekin Alfi" Ucap Ali Kecil Menangis. "Udah ya sayang,Jangan dengarin Ledekan Mereka,Alfi anak Mama yang paling tampan menurut Mama,Udah ya Jangan Nangis" Ucap Marina mengecup Kening Ali dan kedua Pipi Ali. Ali memeluk Marina.Marina membalas pelukan Ali.
Ali memeluk tubuhnya dan menyandarkan kepalanya sambil menangis. "Seandainya Mama bisa ikhlasin kepergian dan Menghentikan dendam ini,Alfi nggak mungkin nembak Mama,Alfi harus merasa sendirian kehilangan Mama dan Papa,Ma,Alfi berharap Mama tenang disana tanpa dendam lagi,Walaupun Alfi harus merasakan Rindu pelukan Mama,Suara Mama dan Kasih sayang Mama,Maafin Alfi Ma,Maafin Alfi" Ucap Ali menangis mengingat dirinya menembak Mamanya sendiri Disisi lain Alifian,Prilly dan Gitara sampai di rumah.Alifian menangis melihat Sekeliling rumah banyak kenangan dirinya bersama Ali.Prilly menangis melihat Alifian masih terpukul melihat Ali di tangkap Polisi.Prilly menepuk bahu Putranya. Alifian menghempaskan tangan Prilly kasar. "Kenapa kalian nggak bertindak saat Papa di bawa Polisi,Sekarang Alifian kehilangan Papa untuk kedua kalinya gara gara kalian,Seharusnya kalian Jangan sampai bikin mereka membawa Papa" Ucap Alifian menangis. "Alifian,Mama sudah berusaha untuk membuat mereka tidak membawa Papa kamu,Tapi Papa kamu udah memutuskan Untuk mengikuti mereka" Ucap Prilly Menangis. "Usaha Apa ya Hah,Opa dan Mama membiarkan Papa pergi ninggalin Alifian,Alifian benci kalian semua" Teriak Alifian Menangis dan Berlari menaikin tangga. "Alifian" Panggil Prilly menangis dan Mengejar Alifian. Alifian berjalan masuk ke kamar Ali dan Mengunci pintu.Prilly terkejut karena berusaha membuka pintu tapi terkunci. "Tok Tok Tok" Prilly berusaha mengetok pintu dan Berusaha membuka knop pintu kamar Ali. "Alifian buka Nak" Teriak Prilly menangis. Alifian melihat sekeliling kamar Ali sambil menangis.Alifian melihat pigura foto Ali.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Alifian duduk di tempat tidur Ali dan Memeluk pigura Ali.Alifian masih mencium aroma tubuh Ali. Alifian menangis sambil mengingat kenangan Dia bersama Ali. "Baru saja Alifian merasakan memiliki Papa,Tapi Sekarang Papa pergi lagi ninggalin Alifian,Alifian nakal ya,Atau Alifian terlalu kurang ajar sama Papa atau terlalu ketus sama Papa sampai Papa milih pergi lagi dari Alifian,Alifian mau Papa pulang,Alifian janji akan berubah,Alifian nggak akan minta mainan Lagi,Asalkan Papa pulang,Alifian masih pengen main sama Papa,Tidur bersama Papa dan Digendong sama Papa" Ucap Alifian menangis. "Alifian,Buka pintu ya Nak" Ucap Prilly menangis terduduk di balik Pintu. "Alifian mau mengurung diri di kamar ini sampai papa pulang" Teriak Alifian Menangis. Prilly menangis di balik Pintu. Tiba tiba Gitara datang berjalan menghampiri Prilly.Gitara membungkuk di hadapan Prilly. Gitara memeluk Putrinya.Prilly menangis di pelukan Gitara. "Dad,Alifian ngurung diri di kamar,Prilly takut Alifian kenapa kenapa" Ucap Prilly menangis. "Kamu tenang ya,Dad dan Om Nathan akan berusaha membebaskan Ali,Om Nathan sedang berbicara dengan Pengacaranya,Daddy akan berusaha untuk Meminta Dirga,Sam,Bryan dan Robert untuk menanda tanganin surat kalau mereka memaafkan Apa yang telah Ali lakukan ke mereka,Kamu tenang ya" Ucap Gitara berusaha menguatkan Putrinya. Malam Harinya Ali berjalan keluar dari sel di dampingin Polisi menuju Tempat Jenguk.Ali melihat Prilly yang sedang duduk di kursi sambil menangis. "Waktu kamu hanya sebentar" Ucap Polisi. Ali menganggukkan Kepalanya dan Duduk di hadapan Prilly.Prilly membuka rantang berisi makan malam untuk Ali. "Mau aku suapin" Ucap Prilly Lirih melihat Ali memakai baju Tahanan. Ali menganggukkan kepalanya dan membuka mulutnya.Prilly menyuapi Ali sambil menangis. Ali mengusap Air mata Yang menetes di pipi Prilly.Prilly selesai menyuapi Ali. "Jangan nangis,Aku nggak suka lihat kamu nangis,Aku lebih suka lihat kamu tersenyum,Mana Prilly Aqueena tunangan Alivendra Alfian yang selalu tersenyum,Aneh dan Selalu Pd" Ucap Ali tersenyum. Prilly berusaha tersenyum di hadapan Ali.Prilly mengenggam tangan Pria yang sangat di cintainya. Ali mengenggam tangan Prilly. "Setidaknya walaupun aku berada di dalam penjara,Setidaknya udah nggak ada dendam lagi dalam hidup kita,Ya ada Cinta Aku,Kamu dan Alifian,Oh iya anak kita dimana" Tanya Ali baru menyadari Alifiam tidak ada bersama Prilly. "Alifian ngurung diri di kamar dan dia selalu nangis,Dia nggak mau keluar kamar sampai kamu pulang,Aku nggak tau harud kayak gimana Lagi" Ucap Prilly. Ali terkejut mendengar perkataan Prilly.Ali berpikir Alifian masih terlalu kecil tapi dia harus berada di situasi seperti ini.Ali berusaha tersenyum. "Kamu harus kuat di hadapan Alifian dan Kamu nggak boleh lemah di hadapannya,Itu akan membuatnya semakin Terpuruk" Ucap Ali. "Waktunya sudah Habis" Ucap Polisi. "Aku balik ke sel dulu ya,Aku mohon sama kamu jangan nangis terus" Ucap Ali. Ali hendak berjalan ke Sel. Prilly berdiri dan Berjalan menghampiri Ali. "Ali" Panggil Prilly. Ali menoleh ke belakang. Prilly memegang kedua Pipi Ali. Mata mereka saling menatap. "Cup" Prilly mengecup bibir Ali lembut. Ali menikmati sentuhan bibir Prilly. Setelah itu Prilly melepaskan kecupannya dengan Ali.Prilly membelai Pipi Ali. "Aku bakal selalu nungguin kamu kembali" Ucap Prilly. "Makasih,Karena kamu begitu sangat mencintai aku" Ucap Ali memeluk Prilly erat. Prilly membalas pelukan Ali dengan Erat.Mereka berpelukan sambil menangis. 1 Bulan Kemudian. Sudah 1 Bulan Ali di penjara. Ali hanya diam dan Menangis mengingat Alfian Dan Marina.Prilly sering menjenguk Ali dan Menceritakan tentang kondisi Alifian ke Ali.Membuat Ali sangat khawatir dengan Anaknya.Gitara selalu berusaha mencari keberadaan ke empat temannya untuk meminta tanda tangan ke empat temannya untuk membebaskan Ali. Keesokkan Harinya Ali masih duduk termenung.Tiba tiba Polisi membuka selnya. "Alivendra Alfian ada yang pengen ketemu dengan Anda" Ucap Polisi. Ali berpikir kalau Orang yang mau menemuinya adalah Prilly.Ali berjalan keluar dari Sel.Ali berjalan ke tempat jenguk di dampingin Polisi. Ali terkejut melihat Orang itu. "Om Gitara" Panggil Ali Bingung melihat Gitara menjenguknya. Ali duduk di hadapan Gitara. Ali masih terkejut karena untuk pertama kalinya Gitara menjenguk Ali di kantor polisi. "Saya kesini mau bilang sama kamu,Kalau Saya sudah mendapatkan Tanda tangan dari ke empat teman saya dan Mereka sudah memaafkan kamu Ali,Mereka juga meminta Maaf sama kamu karena sudah menghancurkan keluarga kamu dan Papa kamu juga akan kesini membawa pengacara untuk mengurus kebebasan kamu" Ucap Gitara. "Saya sudah memaafkan mereka dan Saya tidak ingin bebas dari penjara,Pembunuh Seperti saya pantasnya di hukum mati bukan di bebaskan gini,Saya sudah tidak memiliki keluarga,Mama sudah pergi,Papa sudah pergi,Jadi apa yang bikin saya bahagia kalau saya keluar dari penjara" Ucap Ali Dingin dan Tidak memiliki tujuan hidup. Ali berdiri dan Hendak berjalan ke Sel lagi. "Kamu berpikir kamu sudah tidak ada alasan untuk keluar dari penjara ini,Kamu masih memiliki Alasan untuk Bebas dari Penjara yaitu Prilly dan Alifian,Kamu tidak memikirkan tentang Kondisi Alifian,Sudah Sebulan Alifian mengurung diri di kamar dan Dia hanya satu hari sekali,Setelah Itu dia memilih mengurung diri lagi Di kamar dan Kamu lupa,Kamu harus bertanggung jawab sama anak saya,Kamu sudah Menghamili dia 2×,Kamu mau lari gitu aja dari tanggung jawab kamu" Ucap Gitara marah dengan sikap Ali yang tidak memiliki tujuan hidup. Ali menangis dia lupa masih ada orang Yang sangat membutuhkannya yaitu Alifian dan Prilly.Kepergian Marina membuat Ali kehilangan semangat hidup dan Rasanya Ali ingin mati saja setiap kali mengingat Dirinya yang menembak Ibu kandungnya sendiri.Sampai dia lupa bertanggung jawab atas masa depan Prilly yang hancur karena dendamnya. "Tapi Apa Om masih mau memiliki menantu pembunuh seperti saya" Ucap Ali Dingin. "Kamu nggak salah Ali,Kamu menjadi pembunuh karena dendam yang menguasai diri kamu dan Saya tidak bisa melarang kamu menikahin Prilly,Karena kamu dan Prilly saling mencintai dan Saya juga ingin menepati Janji saya kepada Alfian untuk menikahkan Kalian berdua" Ucap Gitara. Ali terdiam mendengar perkataan Gitara. "Kamu juga nggak sendirian Ali,Kamu masih memiliki keluarga" Ucap Seorang Wanita. Ali menoleh ke belakang karena mendengar suara seorang. Ali melihat Nathan dan Bella berjalan menghampiri Ali.Nathan dan Bella memeluk Ali.Ali menangis di pelukan Mereka. "Kamu masih Memiliki Kakak dan Papa,Sampai kapanpun kamu tentang Adik Kakak,Alivendra Alfian Prahadi" Ucap Bella memeluk Ali. "Iya sampai kapanpun kamu tentang Putra kedua Papa" Ucap Nathan. Ali menangis bahagia dan Memeluk Papa tirinya serta Kakak tirinya.Mereka berpelukan sambil menangis haru. Keesokkan Harinya Prilly sedang menyiram tanaman sambil melamun memikirkan Alifian yang tak kunjung keluar dari kamar.Tiba tiba Ada tangan kekar yang melingkar di pinggang Prilly.Tiba tiba Prilly merasakan hembusan Nafas yang menerpa lehernya.Prilly mencium bau Aroma mint yang sangat dia kenalin. "Apakah kamu sangat merindukan aku,Sayang" Ucap Seorang Di telinga Prilly. Prilly menangis haru mendengar suara seorang yang sangat dia rindukan.Prilly menoleh ke samping hidungnya bersentuhan dengan Hidung orang itu.Mata hazel Prilly berada pandang dengan Mata hitam legam itu. "Aku sangat Merindukan Kamu Ali" Ucap Prilly Tersenyum bahagia. Ya Orang Itu adalah Ali dia baru kemarin sore keluar dari penjara. "Cup" Ali mengecup bibir Prilly.Prilly menikmati sentuhan Bibir Ali.Prilly membalikkan badannya dan mengalunkan tangannya di leher Ali. "Kamu keluar dari penjara,kapan" Tanya Prilly. "Kemarin sore" Ucap Ali. "Kenapa nggak bilang sama aku,Kamu kan Bilang Kalau kamu di penjara selama 5 tahun,Kok secepat ini,Kamu kabur dari penjara" Ucap Prilly menatap Ali menyelidik. "Aku nggak kabur dari penjara,Papa kamu yang sudah membebaskan kamu,Kayaknya kamu nggak senang aku bebas dari penjara,Ya udah aku balik aja ke penjara" Ucap Ali Berbalik badan dan Hendak Melangkah pergi. Tapi tiba tiba Prilly melinngkarkan tangannya di pinggang Ali dari belakang.Prilly menyandarkan kepalanya di punggung Ali. "Siapa bilang aku nggak senang kamu kembali,Aku sangat bahagia karena kamu kembali dan Aku nggak mau lepasin kamu lagi,Kalau perlu Aku ikat kamu biar kamu nggak bisa pergi lagi" Ucap Prilly. Ali tersenyum mendengar perkataan Prilly.Ali berbalik badan dan Memeluk Gadis yang sangat di cintainya. "Kamu alasan yang membuat aku bahagia dan kamu alasan untuk bangkit lagi,Aku jadi pengen cepat cepat menikahin kamu,Biar Aku,Kamu dan Alifian bisa bersama selamanya,Kita mulai hidup baru kita dari Awal lagi,Nggak ada Dendam di kehidupan kita,Hanya ada cinta di dalam kehidupan kita,Kamu mau kan Menikah sama Mantan Narapidana 2 minggu lagi" Ucap Ali Memeluk Prilly Erat. "Aku mau banget menikah sama kamu,Menikah sama kamu adalah impianku selama ini dan Bersama kamu untuk selamanya adalah keinginan aku" Ucap Prilly memeluk Ali dengan Erat. "Oh iya Alifian mana,Aku bawakan mainan untuk dia" Tanya Ali melonggarkan pelukannya dengan Prilly. "Alifian masih mengurung diri di kamar dari semalama dia belum makan,Aku udah bujuk dia untuk makan tapi dia nggak mau" Ucap Prilly mendonggakkan kepalanya. Ali terdiam mengetahui Putra kecilnya sangat terpuruk. Beberapa Saat Kemudian. Ali berjalan masuk ke kamar dia yang sudah menjadi tempat tidur Alifian.Dia membawa nampan Berisi Makanan untuk Alifian.Dia melihat Putra kecilnya duduk termenung Memandang Luar jendela sambil menangis dan Memeluk Fotonya. "Papa kapan pulang Alifian kangen Papa" Ucap Alifian Menangis. Ali menangis mendengar perkataan Alifian yang sangat merindukan dia.Ali menaruh nampan itu di atas meja.Alifian mendengar suara Nampan yang di jatuhkan di atas meja.Tanpa Alifian melihat dia tau Itu suara nampan yang di taruh di atas meja. "Mama ngapain sich bawa makanan untuk Alifian,Alifian nggak mau makan kalau Papa belum pulang" Ucap Alifian Keras kepala. "Kamu yakin nggak mau makan,Berarti kamu nggak mau ketemu Papa lagi" Ucap Ali Lirih. Alifian terkejut mendengar suara yang sangat dia rindukan. Alifian mengusap Air matanya dan Menoleh ke belakang.Dia melihat Ali bersandar di pinggir meja sambil tersenyum. "Papa" Ucap Alifian berdiri dan Berjalan dengan Gontai menghampiri Ali. Ali terkejut melihat rambut Alifian sangat berantakan.Melihat Mata sembab Alifian dan Hidung Alifian yang memerah karena menangis.Serta kantung mata di mata Alifian.Ali yakin Alifian kurang tidur. Ali membungkuk di hadapan putranya.Alifian ingin berjalan cepat ke Ali.Tapi tubuhnya sangat lemas. Ali sampai di depan Ali.Tiba tiba Alifian terkulai lemas.Ali langsung memeluk tubuh Putranya dan Mendudukkan Putranya di pangkuan. Alifian memeluk leher Ali sambil menangis.Ali mengelus punggung Alifian. "Papa jangan tinggalin Alifian lagi ya,Alifian nggak mau kehilangan Papa lagi" Ucap Alifian. "Papa nggak akan ninggalin Alifian lagi,Sekarang Alifian makan ya" Ucap Ali. Alifian menganggukkan kepalanya.Alifian melepaskan pelukannya dengan Ali.Ali menyuapi Alifian bubur.Alifian memakannya dengan lahap.Ali tersenyum melihat Putra kecil memakan dengan Lahap sambil tersenyum dengan Girang. Prilly tersenyum melihat Putra kecilnya tersenyum lagi.